Gelora Noda Dan Cinta

Gelora Noda Dan Cinta
Part 47


__ADS_3

Violet sebelum memulai tugasnya sebagai seorang bidan Desa pak Lurah mengajak Violet untuk menghadiri rapat di desa sebagai pengenalan pada seluruh perangkat desa. Pagi ini Violet sudah siap dengan baju dinasnya sebagai  soerang bidab Desa, Viol;et pergi ke balai desa sambil mengajak Lingga, karena Lingga belum terbiasa dengan Uni saidah maupun dengan bu Lurah, namun untuk membantu Violet menjaga Lingga bu Lurah ikut juga ke balai desa. Jarak antara rumas dinas Violet dengan kantor kepala desa tidaklah jauh hanya butuh waktu sepuluh belas menit untuk bisa sampai  di balai desa dengan menggunakan sepeda motor. Violet berangakt dengan menggunkan sepeda motor matick yang di beli oleh Abyas sebelum Violet datang, Violet seperti biasa menggonceng Lingga di depan,Lingga terlihat sangat senang dengan suasana baru di desa tersebut.


Violet merupakan oramg sangat tepat waktu sehingga saat sampai di kantor balai desa para perangkat desa juga baru sja sampai bahkan ada beberapa yang belum sampai. Sebelum rapat di mulai bu Lurah dengan setia mendampingi Violet untuk berkelilimng kantor balai desa, dan memperkenalkan setiap sudut kantor balai desa.


Tepat jam sembilan pagi rapat dimulai dan dipimpin langsung oleh pak Lurah, perangkat desa menyambut dengan baik namuan juga ada yang meraguakan kemampuan Violet mengingat Violet merupakan Bidan yang baru saja lulus pendidikan. Namuan demikian seluruh perangkat desa tetap memiliki harapan besar  pada Violet, dengan sel adanya bidan desa berharap bisa meningkatkan kesehatan masyarakat sekitar dan juga bisa memudahkan warganya untuk proses persalinan maupun cek kesehatan ibu hamil, karena selama ini sangat sulit untuk cek kesehatan mengingat desa yang di tempati Violet merupakan desa yang berada di pelosok, sangat jauh dari kota. Selama Violet, rapat bu Lurah memilih menjaga Lingga, kebetulan kantor desa tersebut ada mainan anak-anak karena di area kantor desa ada satu ruangan untuk sekolah taman kanak-kanak.


''Selamat bu Vi, selamat bertugas kami harap Bu Vi, bisa lebih bersabar dan kuat untuk memnghadapi masyarakat di sini, karena sebagian dari masyaraket di desa ini masih memegang trasdisi kuno dan tidak percaya dengan adanya Dokter medis.'' jelas pak Lurah di hadapan para perangkat lainnya.


''Terima kasih pak, mohon bimbingannya jika saya melanggar tradisi di sini.'' ucap Violet ramah .


''Bu Vi jangan sungkan-sungkan, mintab bantuan pada kami dan kaminpasti denganm senang hati akan membantu Bu Vi,'' timpal sekertarais desa, sekertaris desa juga seorang lelaki, namun ada beberapa perangkat desa perempuan dan mayoritas masih muda.


''Terima kasih untuk semua atas sambutannya saya akan berusaha semkasimal mungkin untuk meningkatkan kuwalitas kesehatan di desa ini, saya harap dukungan dan kekompakan dari semuanya,'' ucap Violet merendah.


Rapat berjalan selam dua jam setelah rapat Violet langsung ke klinik dengan di temani oleh bu Lurah sendiri, karean masih belum mendapatakan seorang suster yang mau di tugaskan di desa tersebu.Violet sebagai seorang bidan muda namun karena kepintarannya sehingga membuat Violet tidak mengalami kesulitan.


Hari pertama Violet bertugas sebagai bidan menjeklang menutup klinik datang seorang pasien wanita muda dengan keadaan pucat pasi diantar oleh ibunya, Violet dengan kecekatannya dia segera mendata dan memerikasa wanita tersebut, setelah selesai di lakuakan pemeriksaan ternyata wanita tersebut sedang mengidap gejala typus. Violet ingin mengirim wanita tersebut ke rumah sakit besar namun terkendala transportasi dan jarak tempuh antara klinik  menuju rumah sakit  besar memerlukan waktu kurang lebih satu jam, apalagi sekarang juga sudah menjelang petang. Violet karena masih awam dengan lokasi tersebut maka Violet segera meminta persetujuan darin pak Lurah.


''Bu, putri ibu harus di rawat di rumah sakit, namun karena belum mendapatakan kendaraan maka sementara akan saya rawat di sini, dan jika sudah mendapatkan kendaraan saya akan segera mengirim putri ibu ke rumah sakit,'' jelas Violet, dengan tenang dan ramah.


''Bu, tolong anaka saya, anakmsaya tidak terkena guna-guna-kan bu?'' tanya ib7 wanita tersebut.

__ADS_1


''Ibu, jangan kawatir putri ibu terkena typus, saya akan segera memasang infus jika putri ibu bisa segera memebaik maka putri ibu tidak perlu ke rumah sakit,'' jelas Violet ramah dan sopan.


''Tereima kasih bu bidan.'' sahut orag tua wanita tersebut ''Bagaimana dengan biayanya?'' tanya wanita tersebut.cemas.


''Saya tidak meminta mahal ibu bayar semampunya saja, jika ibu tidak mampu nanti saya akan berunding dengan pak Lurah.'' jelas Violet sopan dan ramah.


''Apa saya boleh menemani putri saya?'' tanya wanita tersebut ragu.


''Silakan bu, tapi maaf di sini hanya ada tikar saja bagaimana ibu tidak apa-apa-kan?'' tanya Violet tetap sopan dan ramah.


''Teerima kasih bu, ini sudah cukup, saya pulang dulu mau memberitahu keluarag yang lain.'' ucap wanita tersebut senang.


Wanita tersebut meninggalkan klinik, Lingga masuk ke klinik bersama dengan Kirai dan juga Aziz, mereka sudah mandi dan wangi.


''Anak mama sudah ganteng, tadi mandi sama siapa?'' Violet menyambut Lingga dengan bahagia.


''Manadi sama kak Kiki.'' sahut Lingga bangga .


Anatara Kirai dan Lingga sudah semakin dekat setelah hamoir seminggu bersama, di tambah karakter Kirai yang sangat menyukai anak-anak.


''Terima kasih kak Kirai dan bang Aziz, sudah membantu saya dalam menjaga Lingga,'' ucap Violet ramah, kini Lingga sudah duduk di pangkuan Violet sedangakn Kirai dan Aziz, juga duduk di bangku yang ada di ruang tunggu.

__ADS_1


''Sudah sepantasnya kami menjga Lingga, Lingga anak yang sangat imut dan menyenangkan, tidak usah sungkan -sungkan jika memerlukan bantuan, kami dengan senang hati akan membantunya.'' sahut Aziz ramah.


''Benar kak, dengan adanya Linggab sekrang aku ada temannya,'' Kirai ikut menimpa,i demgan senyum polosnya.


''Oh ya kak, bagaimaan sudah mendapatkan kendaraannya, sebab saya takut sewaktu-waktu saya membutuhkan, tapi saya tetap berharap semoga suhu pasien segera menurun.'' ucap Violet, cemas.


''Bapak masih mengusahakan semoga mendapatakan kendaraan, di sisni ya seperti ini, sangat sulit untuk mendapatkan kendaraan roda empat, kalaupun ada hanya gerobak itupun yang punya hanya beberapa orang saja, bu bidan bisa lihat sendiri bagaimana pererkonomian di desa ini, lima tahun ini sudah lumayan baik, dan beberapa pemudanya sudah mulai bisa diajak untuk maju.'' jelas Aziz apa adanya.


''Saya memahami itu, bang inshallah saya akan ikut berperan dalam memajukan desa ini agar tidak tertinggakl lagi.'' sahut Violet, tetap ramah.


''Terima kasih bu bidan, saya salut dengan keputusan bu Bidan untuk mengabdi di desa terpencil ini, dan apalagi ibi masih sangat muda serta terbiasa hidup di kota,'' ucap Aziz lagi .


''Saya bisa hidup di mana saja bang,'' sahut Violet sopan.


''Uni ajari aku bealajar biar  bisa menjadi bidan seperti Uni,'' celetuk Kirai polos, dan apa adanya.


''Tentu dengan sennag hati,'' sahut Violet senang.


Mereka mengobrol beberapa saat sambil menunggui pasien yang sedang terlelap dalam tidurnya, Kirai gadis remaj itu banyak sekali tenya banyak hal tentang dunia medis walau tidak mendetail, namun cukup menrtaik perhatian Violet maupun Aziz, kirai sangat dekat dengan Violet, padahal sebelumnya Kirai tidak pernah ingin tahu tentang dunia medis.


''Selama enam buklan tanpa ada bidan bagaimana keadaan di desa ini?'' tanya Violet yang ingin tahu lebih banyak.

__ADS_1


''Kami sudah  biasa dengan tanpa adanya bidan, kesulitannya jika ada wanita hamil mereka baru bisa periksa jika ada bidan datang itupun hanya sebulan sekali, selebihnya mereka pergi ke pengoban kuno. Dan  kadang secara medis tidak masuk akal, beberapa bulan ini sangat miris angka kematian bayi dan ibu hamil meningkat drastis, makanya ketika permohonan bapak di setujui dan bu  bidan datang kami sangat bahagia, dulu biasanya bidan hanya beratahan tidak ada yang lebih dari enam bulan, untuk meningkat kan palayana masyarakat bapak mengusulkan membuat klinik ini, klinik ini baru kalau dulu tisak ada rawta inap seperti ini." jelas Aziz.


__ADS_2