
Violet sudah berada di bandar uadar yang mereka tuju, dari bandara Violet tidak langsung menuju tempat tujuan Violet memilih untuk istirahat menginap di salah satu hotel pinggiran kota di samping harga sewa murah juga lokasinya sudah separuh perjalanan, jarak anatar bandara dan tempat yang Violet tuju memekan waktu tempuh sekitar delapan jam. Dari pihak penempatan juga tidak ada penjemputan, sesuai dengan kesepakan sebelumnya Violet langsung menuju ke rumah balai desa.
Linnga selama dalam perjalanan juga sangat anteng, pagi -pagi sekali Violet meninggalkan hotel tempat dia bermalam, Violet dengan menggunakan jasa mobil inlin yang sudah dia pesan menuju desa tempat dia mengabdi. Jam sebelas siang mobil violet sudah memasuki sebuah desa yang masih samgat jarang penduduknya, sepanjang jalan juga terlihat pepeohinan yang sangat hijau jalanny juga berkelok-kelok.
Mobil panter hijau botol telah memasuki sebuah rumah panggung dengan halaman luas, sepasang suami istri dan seorang gadis berusia sebelas tahun telah berdiri menyambut kedatangan Violet dan Lingga, seorang wanita bergamis besar dan berhijab besar langsung menghampiri Violet dan Lingga yang baru saja turun dari mobilnya, sang sopir membantu Violet menurunkan satu koper milik Violet, untuk barang lainnya sudah di kirim lewat jasa ekpedisi dan juga sudah samapi beberapa hari sebelum Violet datang.
''Assalu'alaikum Bu," sapa Violet ramah , Violet menyalami wanita setengah baya tersebut dengan sopan dan ramah.
__ADS_1
"Wa'alaikum salam bu bidan, selamat datang di desa kami semoga ibu betah bertugas di sini.'' sambut bu Lurah ramah.
"Inshaallah Bu,'' sahut Violet masih dengan senyum ramah.''Lingga ayo salim sama Amai dulu.'' perintah Violet pada Linnga , Lingga balita empat tahun itu nurut saja, Lingga segera mengulurkan tangannya dan bersalaman dengan Bu Lurah, serta mencium tangan Bu Lurah seperti apada umumnya anak empat tahun.
''Manis sekali, ayo masuk dulu.'' ajak pak lurah ramah setelah saling bersalaman.
"Saya sebagai kepala desa sangat bahagia sekali akhirnya ada bidan yang mau bertugas di sini, kami harap bu bidan betah tinggal di sini sebab desa ini sangat jauh dari kota, untuk menuju ke kota membutuhkan waktu tiga jam, dan untuk menuju ke puskesmas juga membutuhkan waktu waktu satu setengah jam." jelas pak Lurah gamblang.
__ADS_1
"Insahaallah , dan ini sudah menjadi keputusan saya Pak, saya ingin membantu masyarakat yang sangat membutuhkan dan lagi saya ingin hidup tenang jauh dari kota, saya mohon bapak sama ibu untuk membimbing sya sebab saya masih awam dengan wilayah serta adt isti adat wilayah sini.'' jelas Violet bersunggguh-sungguh.
''Dengan senang hati bu Bidan, sewaktu-waktu bu Bidan butuh bantuan bu Bidan jangan sungkan bilang pada kami dengan senang hati kami akan membantu bu Bidan.'' tambah bu Lurah ramah.
''Terima kasih ibu dan bapak serta seluruh jajaran perangakt di desa ini yang mau menerima kedatangan kami,'' sahut Violet ramah.
Mereka berbasa basi hingga beberapa saat, setelah berbasa basi keluaraga pak lurah menghidangakan menu untuk makan siang, setelah makan siang pak Lurah dan bu Lurah mengantar Violet untuk menempati rumah yang sudah di sediakan oleh pak Lurah, rumah yang di tempati oeh Violet berdekatan dengan rumah pak lurah, rumah tersebut gandeng dengan klinik tempat Violet bertugas.
__ADS_1
Lingga balita empat tahun itu kini masih terus menempel pada Violet, namun anak pak lurah yang yang berusia sebelas tahun berusaha merayu Lingga agar mau diajak beramin bersama, pak lurah dan bu Lurah dengan senang hati membantu Violet untuk menata rumahnya.