
Abyas setelah mengurusi semua kebutuhan kakek segera menuju rumah sakit karena ada temu janji dengan seorang dokter psikologi, Abyas dengan di dampingi oleh Manggar menemuiu dokter tersebut karena dokter juga harus mengecek semua berkas yang berhubungan dengan Violet. Dokter setelah menganalisa sebentar berkas berkas Violet, dokter menyarankan agar Violet segera di tangani sebelum smuanya terlambat.
setelah hampir dua jam pertemuan dengan dokter Abyas bersama dengan Manggar, mereka duduk di sebuah kantin rumah sakit sambil mengisi perut tentunya juga untuk membahas tentang kasus Dewandaru dan Violet, Abyas membahas semua tentang rencana Dewandaru dengan keluarganya pada Manggar termasuk tentang rencana Dewandaru yang berniat untuk menikahi Violet,dengan segala pertimbangan Manggar mengijinkan Dewandaru, untuk melaksanakan kad nikah di kantor polisi. Selesai melakukan pertemuan baik Manggar maupun Abyas kembali melanjutkan aktifitasnya masing-masing .
Abyas menuju ruangan Violet, di dalam kamar tersebut Violet sudah sadar namun pandangan matanya msih kosong, mata Abyas memerah karena tidak tega melihat keadaan Violet..
''Vi, bagaimana kabarmu sayang ,ini Ayah sayang, maafin Ayah karena tidak bisa menjagamu dengan baik,maafin ayah sayang,Ayah pasti berusaha semaksimal mungkin untuk kesembuhanmu,'' ucap Abyas sambil membellai lembut pucuk kepal Violet.
Violet tetap diam tidak merespon sama sekali, mata Violet terbuka , Violet tudak berkta apa-apa namun matanya mengeluarkan air mata kepedihan. Abyas berada di runganan Violet hampir dua jam,Abyas,berusaha untuk terus bercerita selama dua tahun kebersamaannya.
''Vi,Ayah pulang dulu ,nanti sore Ayah akan ajak mama dan mbak Wid, ke sini.''
Abyas meninggalkan kamar Violet dengan berat hati,sebelum pergi Abyas berpesan pada suster jaga agar selalu mengawasi Violet dengan baik.
Sepeninggalan Abyas ,Violet,menangis tersedu-sedu persaannya campur adu ktidak karuan antararasa benci dengan keluarga Abyas dan rasa hormatnya selama ini.suster yang menjga Violet berusaha untuk menenangkannya, beruntung di saat situasi sedang buruk Utari sahabat dekatnya datang berkunjung setelah mendapat ijin dari Manggar.
Utari memeluk erat VIolet, Violet menumpahkan semua tangisnya,namun masih belum mau berbicara sama sekali.
__ADS_1
''Vi,menangislah,aku akan tetap berada di sampingmu.'' tangis Utari ikut pecah,dua remaja itu saling meluapkan semuanya dalam tsngisan, suster yang menjaga Violet segera melapor ke dokter yang bertanggung jawab,
Utari berada di dalam kamar Violet selama satu jam ,dan selama satu jam Violet masih tetap bungkam belum mau berbicara sepatah katapun. Sepeninggalan Utari Violet kembali diam dengan tattapan kosong.
Sesuai dengan ucapan Abyas tadi,Abyas membawa Widuri untuk menjenguk Violet, Widuri segera memleuk erat Violet, sedang Abyas dan Swasti berad di dekatnya tanpa bisa berkta apa-apa. A
''Mbak a....a...ku.'' tangis Violet pecah.
''Maafin mbak Vi,mbak gak bisa jagain kamu, mbak belum bisa membhagiakan kamu.'' Widuri,tak kuasa menahn airmatanya .
''Mbak orang itu jahat ,dia mau membunuh mbak!'' seru Violet lantang pandangannya berubah menjadi sangat ketakutan.
''Mbak ada di sini Vi, mbak akan melindungi Vi,ayah dan amam akan melindungi kita,'' bujuk Widuri pada VIolet.
''Ti...ti...tiii...dak, pergiiii....'' teriak Violet histeris.
Suster langsung bertindak menennangkan Violet, tidak berapa lama seorang domter datang untuk memeriksa keadaan Violet.
__ADS_1
Widuri menangis tersedu-sedu melihat Violet, depresi seprti sekarang, bukan hanya Widuri ,Abyas dan Swasti tidak kalah nyeri,hati mendengar dan melihat sendiri kondisi Violet, hati mereka bertiga sangat tercabik-cabik melihat kondisi Violet sekarang. Abyas tetap berusaha menengkan kadua istrinya.
''Anadai dulu aku tidak menikah dengan ayah.'' ucap Widuri, penuh penyesalan dan mata yang berkaca-kaca.
Swasti dan Abyas tidak menjawab apa-apa, mereka tahu kondisi hati Widuri,yang kacau,siapapun pasti memiliki pemikiran yang sama dengan Widuri,Swasti dan Abyas sama sekali tidak menyalahkan akan sikap dan ucapan Widuri. Swasti dan Abyas berusaha menenangkan Widuri.
''Bagaimana Dok?'' tanya Swasti sangat cemas.
''Hal seperti ini sudah biasa terjadi, biarkan pasien istirahat dulu,sekarang dia sudah tenang,kami harap Bapak dan Ibu lebih banyak bersabar.'' nasehat Dokter.
''Terims kasih Dok,'' ucap Abyas.
''Sama-sama.''
(Hai jangan lupa baca juga novel keren di bawah ini ya kak )
__ADS_1