
Elok Danuardara Adinata nama anak Abyas dengan Widuri, balita yang sangat imut dengan rambut panjang dan ikal, usia antara anak Violet dan Widuri terpaut hanya satu setengah bulan, anak Violet bernama Estu Lingga Adinata, hampir setiap sebulan sekali Abyas dan Widuri mengajak Arda menemui Swasti, Violet dan Lingga, antara LInnga dan Arda memliliki banyak kemiripan sehingga jika mereka berjalan-jalan di kira anak kembar.
''Yah, kapan kita menjenguk Ndaru?'' tanya Widuri saat makan malam.
''Lusa kita ke sana, sekalian mengabarkan tentang Vi, yang akan wisuda bulan ini.'' sahut Abyas sambil menikmati sarapan paginya.
''Tidak terasa semua berjalan sudah lima tahun, rasanya baru kemrain kita mengalami guncangan yang sangat hebat.'' ucap Widuri menarik nafas berat.
''Tidak terasa,'' desah Abyyas berat'' Setelah ini kita akan mengahdapi masalah baru lagi , Vi, memilih mengambil tugas di kampung, dan entah di mana.'' keluh Abyas.
''Sebenarnya Vi,sudah bilang ke bunda jika dia tidak mau bersama mama, dia ingin mandiri dengan Lingga,'' ucap Widuri.
''Ayah dan mama tidak akan membiarkan mereka terrpiasah dari kita, minimal ada mama dan mbak Aya bersama dengan Vi dan Lingga, cuma bedanya kita tidak lagi bisa ke sana sesering dulu, mama bilang Vi, memilih berada di luar pulau,'' jelas Abyas padahal Widuri juga sudah tahu di pulau mana yag di pilih oleh Violet.
''Apa sebaiknya bunda saja yang menemani Vi, selama ini mama sudah menemani mereka ,biar gantian bunda yang bersama dengan Vi,'' usul Widuri.
__ADS_1
''Mama tidak akan pernah setuju, kamu tahukan sifat mama, sebenarnya Ayah tidak tega melepas mereka pergi jauh ,tapi mau bagaimana lagi, demi ketenangan Vi, Ayah harus bisa iklas melepas mereka pergi, setelah dari menjenguk Ndaru, kita akan menjenguk mama sekalian Ayah mau survei desa yang akan di tempati oleh mereka.'' ucap Abyas.
''Bunda ngikut saja mana yang terebaik buat kita semua.'' sahut Widuri.
''Baiklah Ayah, berangkat kerja dulu, sekolah yang rajin ya sayang, sebentar lagi kita akan ke rumah mama, beretemu dengan dik Lingga,'' pamit Abyas sambil mencium dan memangku Arda, mereka baru saja selesai sarapan.
''Holee... ke lumah dik Ingga,'' sahut Arda senang.
''Sudah siang ayo kita berangkat.'' ajak Swasti.
Abyas masuk di bengkel segera mengecek semua bahan persediaaan di bengkel dengan di temani oleh Suro, selama beberapa tahun ini Abyas memberi kepercyaan penuh pada Suro, sedangakn bengkel yang berada di luar kota di kelola oleh salah satu karayawan lainnya yang bernama Damar.
''Kang, bengkel lnakan aku tinggal lagi mungkin agak lama, karean Vi dan mamanya mau pindah di luar pulau, Vi, memilih menjadi bidan desa terpencil, aku harus menyiapkan tempat tinggaln untuk mereka, titip bengkel lagi.'' pesan Abyas sambil mengecek stok barang benegkel.
''Ya, semua pasti beres, bos.'' sahut Suro, tegas ''Kapan Ndaru keluar?'' tanya Suro.
__ADS_1
''Belum tahu lusa aku akan ke sana menjenguknya, sekalian tanya.'' sahut Abyas.
''Aku rsa dalam waktu dekat Ndaru akan keluar, seharusnya tiga bulan lagi.'' ucap Suro mengingatkan.
''Ya,aku rasa begitu kang, makanya besok aku dan istriku mau kesana, oh ya kang jika aku tidak bisa menjempeut Ndaru, tolong Kang Suro ,jemput ya.'' pinta Abyas.
''Beres bos, sudah lama tidak lagi bertemu dengan Ndaru, anak Ndaru sangat mirip sekali dengan Ndaru, seperti waktu Ndaru kecil." sahut Suro.
"Ya, dan sayangnya Vi, belum mau bertemu dengan Ndaru, dan bahkan Vi, juga tidak mengijinkan Ndaru menemui mereka, sebab itulah Vi, memilih pergi jauh ke luar pulau." sahut Abyas.
"Semua butuh waktu bos, Vi, bisa sembuh dan bisa menerima kekuarga itu sudah perjuangan yang sangat berat," nasehat Suro.
"Iya, Kang, kaki paham hal itu, dan Ndaru juga sudah legowo denagn semua konsekuensinya." sahut Abyas lagi.
(Jangan lupa baca juga novel kak Sichuz ya keren banget )
__ADS_1