Gelora Noda Dan Cinta

Gelora Noda Dan Cinta
Part 54


__ADS_3

Dewandaru sepulang dari kantor balai desa dia melanjutkan pekerjaannya di kantor, hari sudah mulai menggelap Dewandaru sendirian di kantornya karena tiga karyawan lainnya sudah pulang. Dewandaru menempati kamar kosong yang ada di kantor tersebut, selain hemat biaya Dewandaru, juga untuk memudahkan Dewandaru dalam bekerja, selain itu juga Dewandaru mendapat amanat untuk menjaga dan menghandel kantor cabang tersebut.


Dewandaru terus berkutat dengan kertas gambar dan pensil, tanpa Dewandaru, sadari jam sudah menunjukkan di angka sembilan, Dewandaru merasa lapar karena dia malas keluar Dewandaru, hanya memakan mie instan yang ada di kamarnya, sudah dua minggu ini Dewandaru berada di kota tersebut dan selalunya makan mi instan.


"Vi, Lingga, kalian ada di mana?" gumam Dewandaru, sambil mengaduk mi dalam panci.


Dewandaru menyantap mi sendirian sambil menikmati acara televisi, selesai makan Dewandaru, mencoba menghubungi Gayatri.


"Assalamu'alaikum mbak Aya." sapa Dewandaru, begitu sudah di terima oleh Gayatri.


"Wa'alaikum salam mas Ndaru, bagaimana kabernya?" tanya Gayatri.


"Baik, mbak, mbak Aya, tahu alamat istriku berada?" tanya Dewandaru langsung pada intinya.


"Pastinya saya gak tahu mas, saya hanya tahu nama kotanya saja, dan kata bapak mbak Vi ada di desa yang sangat terpencil." sahut Gayatri jujur.

__ADS_1


"Mbak Aya, pernah tinggal di kota X, menemani mama dan istriku?" tanya Dewandaru.


"Iya, mas kenapa?" tanya Gayatri.


"Sebenarnya aku menemukan alamat istri ku cuma tidak lengkap, sekarang aku sudah berada di kota di mana istri ku berada, namun aku belum menemukan desanya mbak Aya jangan bilang siapa-siapa ya termasuk Ayah." cerita Dewandaru.


Gayatri, terkejut mendengar penuturan Dewandaru "Kok bisa mas, mas dapat alamat dari mana?" tanya Gayatri.


"Rumah yang dulu kalian tempati sekarang direnovasi, sudah satu bulan ini digarap dan kebetulan yang menggambar desainnya aku sendiri, jadi aku kenal dengan pemilik rumah tersebut, sekarang juga aku di percaya untuk mendesain villa beliau." tutur Dewandaru jujur.


"Doakan mbak ya, tolong jaga mama, Ndaru janji akan membawa mereka kembali."


"Iya, mas tentu aku doakan." sahut Gayatri yang masih sedikit bengong.


"Terima kasih, mbak selamat malam Assalamu'alaikum." pamit Dewandaru.

__ADS_1


"Wa'alaikum salam, hati-hati mas."


Selesai melakukan panggilan telepon Dewandaru kembali pada aktifitasnya semula, Dewandaru kembali berkutat dengan kertas dan pencil, Dewandaru sengaja mengerjakan pekerjaan hingga larut malam, sebab Lingga sejak kejadian waktu itu dia jarang bisa tidur di malam hari yang ada hanya wajah Violet dan Lingga yang selalu menghantui pikirannya.


Lingga malam ini tidak mau tidur, hingga jam satu malam belum juga mau tidur, sejak habis isya Lingga sedikit rewel dia hanya mau di temani oleh Violet. Sebab rewelnya Lingga juga tidak di ketahui karena badan Lingga juga sangat normal.


"Bu bidan apa ada keluarga bu Bidan yang sakit?" tanya Uni saidah.


"Alhamdulillah semua baik-baik saja kok uni tapi entah mengapa Lingga rewel, mungkin Lingga kecapek-an bermain." tutur Violet sedikit gelisah.


"Mama, Ayah, oma." rengek Lingga.


"Besok ya kita telpon ayah, bunda, oma dan kak Arda." bujuk Violet.


"Mama.... " Lingga terus merengek ingin bersama Omanya.

__ADS_1


Violet terus mendekap putranya penuh kasih sayang, rasa letih sudah tidak di rasakan lagi, dan sekarang juga tidak mungkin melakukan panggilan telepon dengan Abyas dan Swasti.


__ADS_2