Gelora Noda Dan Cinta

Gelora Noda Dan Cinta
Part 31 Sidang pertama Dewandaru


__ADS_3

setelah lima hari dalam perawatan kondisi Violet sedikit membaik,apalagi Abyas dan Swasti tidak  tidak segan-segan untuk membayar mahal seorang dokter Psikiater ternama yang ada di kota tersebut. Untuk memudahakan menjaga dan merawat Widuri serta kakek, Abyas dan Sawsti sepakat untuk memboyong Kakek dan Widuri , pada awalnya Widuri dan kakek tidak mau na,un dengan segala penjelasan yang di beberkan pada mereka semua akhirnya mereka mau pindah,apalagi kondisi kehamilan Widuri yang sedikit bermasah akibat setres yang di alami widuri saat ini karena memikirkan nasib dan masa depan Violet .


Pagi ini merupakan sidang pertama Dewandaru untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya dan hari ini juga merupakan hari terakir bagi Violet untuk tinggal di rumah sakit.Pagi ini antara Abyas ,Swasti ,Widuri dan Gayatari bagi tugas.


Swasti dan Abyas mengahdiri sidangb pertama Dewandaru,sedangkan Widuri dan Gayatri di rumah sakit untuk menjemput Violet pulang. Hari ini keadaan Violet sudah sedikit membaik walu masih jarang bicara minimal kondisi tubuh dan psikisnya sudah lumayan membaik.


''Vi, kita pulang kakek sudah menuggumu.'' ucap Widuri.


Violet hanya mengangguk tanpa mau berbicara.


''Vi, kita pulang bersama-sama.'' ucap Utari.


Utari juga ikut ke rumah sakit dalam menjemput Violet, selema berad di rumah sakit yang serimg datang dan selalu menemani Violet adalah Utari. Setelah semua beres mereka telah menuu ke parkiran ,di parkiran Suro sudah menunggu mereka.Setelah semua masuk MObil yang di kendarai Suro melaju dengan pelan, karena jalanan sedikit macet, selama dalam peerjalanan Violet hanya diam sambil ngemil makanan yang ada,anehnya Violet ngemil makan yang tidak biasa di makan sebelumnya sayangya tidak ada yang menyadari.


Sesampainya di depan rumah Abyas,semua sudah turun,Violet setelah turun dia tidak langsung masuk dia malah berdiri sesaat tanpa mau bergerak.


''Vi,kita semua tinggal di rumah ,mama dan ayah ,kakek juga ada di sini , kita semua berkumpul di sini.'' jelas Widuri.


''Mama mana?'' tanya Violet tiba-tiba.

__ADS_1


''Mama sedang di bengkel sama Ayah karena, sebentar lagi juga pulang, masuk dulu kakek sudah menungu kita di dalam rumah.'' ajak Widuri.


Mereka semua masuk ke dalam rumah di ruang tengah, benar apa yang di katakan Widuri kakek duduk di kursi roda sedang menungu kedua cucunya, seperti biasa Widuri maupun Violet mencium tangan kakaek hormat.


Widuri,dan Utarai segera membawa Violet untuk segera beristirahat di kamarnya, mengingat Violet yang masih kurang sehat. Widuri dan Utari dengan sabar menemani Violet,meski violet jarang ngomong.


Sore hari Swasti dan Abyas baru pulang, sebaab setelah mengahdiri sidang Dewandaru Swasti maupun Abyas  berada di bengkel untuk mengurus pekerjaan di bengkel mengingat beberpa hari ini ,bengkel sedeikit terbengkalai. Swasti dengan tidak sabar dia langsung menuju kamar tempat Violet, berada.


Swasti masuk kamar dengan di antar oleh abyas, Violet melihat Swasti datag dia segera turun dari ranjangnya, Violet segera memeluk Swasti yang duduk di kursi roda.


''Mama.'' ucap Violet haru.


"Mama kangen sayang.'' ucap SWasti haru memeluk erat Violet.


''Vi, mau tidur sama Mama.'' pinta Violet manja.


''Tentu sayang.'' sahut Swasti haru,pasalnya dalam beberapa hari ini Violet selalu histeris setiap kali melihat Swasti dan Abyas.


''Aku ingin mama aku gak mau jauh sama Mama.'' Biolet semakin manja dan merajuk pada Swasti.

__ADS_1


''Mama mandi dulu, stelah itu Vi,pindah di kamar mama ya,sayang.'' uucap Swasti haru.


Violet mengangguk tanda mengerti, Violet kemali di ranjang tanpa mau berbucara bahkan Widuri berbicara juga tidak di tanggapi.


Swasti dan Abyas setelah mandi mereka duduk sbentar sebelum keuar menemui violet.


''Yah, kpan Vi ke dokter?'' tanya Swasti.


''Belum tahu, nanti ayah cek.'' jawb Abyas.


''Sebenarnya apa salah dan dosa keluaga kita Yah?'' tanya Swassti dengan nafas berat.


''Takdir Ma,nanti Mama benar mau tidur sama Vi?'' tanya Abyas.


''Ya, mama tahu dari sorot matanya ada ikatan yaang sulit untuk ungkapkan, ayah jangan kawatir Vi,akan baik-baik saja selalma tidak melihat Ndaru,walau hanya sekedar fotol'' ucap Swasti mengingat ucapan dokter beberapa hari yang lalu.


"Ayah, percaya sama Mama, semoga lusa pernikahan mereka tetap berjalan lancar." ucap Abyas.


"Semoga semua akan baik-baik saja Yah." ucap Swasti.

__ADS_1


(Jangan lupa baca novel cinta dalam balas dendam, ceritanya bagus sekali)



__ADS_2