
Manggar, memberi kabar pada Abyas, jika acara pertemuan keluarganya dengan Dewandaru, di jadwalkan maju setengah jam, Abyas yang masih di kantor polisi, segera ke rumah sakit untuk menjemput Widuri, dan Swasti, setelah menjemput Widuri dan Swasti di rumah sakit Abyas, tidak langsung ke kantor polisi, Abyas membawa mobilnya menuju rumahnya.
"Kita, tidak langsung ke rumah sakit saja Yah?" tanya Sawati.
"Tadi Ayah, sudah telpon mbak Aya, Ayah mau ngajak mbak Aya. " sahut Abyas, berusaha tenang agar kedua istrinya tidak ada yang curiga.
Abyas, berusaha tenang menghadapi situasi seperti, selama mengendari mobil, Abyas berkali-kali menghela nafas kasar. Sawati dan Widuri mereka juga diam, pikirannya melayang tidak karuan.
"Nanti jika ketemu dengan pelaku, Ayah harap kalian bisa mengontrol, emosi, Ayah sengaja membawa mbak Aya, jika terjadi hal yang tidak di inginkan ada yang membantu Ayah, untuk menjaga kalian." ucap Abyas tetap berusaha tenang.
"Baik." jawab Widuri dan Swasti.
Swasti yang sudah lama hidup bersama dengan Abyas, dia paham akan sikap suaminya tersebut, pasti ada hal yang di sembunyikan darinya.
Mobil yang di tumpangi Abyas, segera meluncur ke kantor polisi setelah menjemput Gayatri, di rumah, setakab tiga puluh menit perjalanan mobil susa terparkir di parkiran kantor polisi, semua penumpang turun, setelah me lapor ke polisi yang jaga Abyas, dan yang lainnya di suruh menunggu sebentar di ruang tunggu sambil mrnunggu waktunya tiba. Mereka duduk berjajar namun Swasti mengajak Abyas untuk duduk sedikit menjauh dari Widuri dan Gayatri.
"Apa yang Ayah, srmbunyikan pada Mams?" tanya Swasti penuh delidik.
"Ayah, harap mama kuat ini masalah besar untuk keluarga, kita harus kuat Ma." ucap Abyas berat matanya sudJ memerah.
"Bagaimana, dengan Pencarian Ndaru, kemarin!" pancing Abyas.
__ADS_1
"Ndaru ada di dalam, setelah ini kita boleh bertemu dengan Ndaru, Ayah harap mama tetap bisa menguasai diri." ucap Abyas.
"Pasti terjadi hal buruk?" tebak Abyas.
"Ya, Ayah yakin mama pasti tidak percaya dengan semua ini, sebenarnya... sebenarnya." Abyas menghentikan ucapannya.
"Katakan Yah." pinta Swasti.
"Sebenarnya... Yang menculik Violet, anak kita sendiri Ndaru." ucap Abyas berat, mengusap wajahnya kasar.
"Astaqfirullah hal'adzim, Yah." suara Swasti lirih.
"Biar Ndaru, yang memberi penjelasan pada Mama, tadi Ayah, sudah berbicara dengannya lama." ucap Abyas menahan sesak di dada.
Swasti sangat terkejut dan tidak pernah menyangkanya jika, Dewandaru yang telah menjadi tersangka, tanpa bisa di bendung lagi airmata Swasti, jatuh dari pelupuk matanya mulai membasahi pipinya.
"Keluarga bapak Abyas, Silakan masuk di dalam, tersangka sedang dalam perjalanan ke mari." ucap seorang polisi laki-laki berusia sekitar empat puluhan tahun.
"Baik, Pak terima kasih." ucap, Abyas, Swasti, Widuri dan Gayatri.
Mereka di persilakan masuk oleh pihak polisi, mereka duduk berjajar di sebuah bangku, Abyas dan Swasti menunggu dengan persaan sangat gelisah, Abyas duduk di tengah di antara Swasti dan Widuri, Abyas berusaha memeluk erat Swasti, untuk menenangkan hati Swasti, yang kacau, tangan Abyas satunya tetap memegang tangan Widuri, penuh kasih, sedang Gayatri, berada di samping Widuri, sesuai dengan pesan Abyas, tadi.
__ADS_1
"Mbak, Yah, apa yang sebenarnya terjadi kenapa Mbak, menangis?" tanya Widuri penasaran.
"Maafin, keluarga kami Wid." ucap Swasti parau.
"Wid, tidak paham apa maksud mbak, Yah, ada apa ini?" ucap Widuri, bingung dengan jawaban Swasti, yang ambigu.
"Nanti, akan kami jelaskan setelah bertemu dengan tersangka." jawab Abyas.
Widuri semakin tidak mengerti dengan arah pembicaraan Abyas dan Swasti, Gayatri yang paham akan situasi yang sulit hanya bisa menerka-nerka jika ada masalah besar yang telah di sembunyikan oleh majikannya.
"Mbak Wid, tenang dulu, jangan setres kasihan mbak Wid dan dedek bayinya." nasehat Gayatri.
Setelah hampir lima belas menit Dewandaru, masuk ke ruangan pertemuan tersebut dengan di kawal oleh, dua orang polisi, dan sudah memakai baju tahanan.
Swasti langsung pingsan saat melihat sendiri bahwa Dewandaru, benar-benar dalang dan pelaku atas penculikan Violet. Abyas berusaha membangunkan Swasti, Gayatri, Widuri juga berusaha untuk membangunkan Swasti.
Dewandaru melihat Swasti pingsan dia menangis dan bersujud di depan kaki Swasti dan Abyas, tanpa me gucso sepatah katapun. Widuri yang notabennya tidak tahu persis wajah Dewandaru, dia menatap dengan wajah kebingungan, melihat peristiwa yang telah terjadi di hadapannya.
Setelah sepuluh menit Swasti belum juga sadar pihak polisi membantu Swasti dan di bawa di klinik kantor polisi. Gayatri menemani Swasti di klinik sedangkan Abyas setelah ikut mengantar Swasti di klinik dia kembali ke ruangan lagi dengan Widuri, menemui Dewandaru yang masih di ruangan tersebut tentu dengan penjagaan yang ketat.
(Hai kak, aku bawa novel yang sangat bagus dan seru lo, jangan lupa di baca ya )
__ADS_1