Gelora Noda Dan Cinta

Gelora Noda Dan Cinta
Part 32


__ADS_3

Heningnya malam masih sama seperti biasa, malam ini Violet terlelap dalam dekapan Swasti. Swasti memandangi Violet, penuh iba bahkan air matanya jatuh tudak bisa ditahan lagi.


Swasti membelai lembut pucuk kepala Violet, terlihat jelas ada goresan luka dari wajahnya. Tengah malam, isakan tangis Violet telah membangunkan Swasti yang baru saja memejamkan matanya.


"Vi." ucap Swasti, membelai lembut pucuk kepala Violet dan menghapus air mata Violet."Jangan takut sayang mama, ayah dan mbak Wid, akan terus menjagamu." lirih Swasti lembut.


"Jangan sentuh aku." lirih Violet, dengan mata masih tetap terpejam, dengan wajah yang terlihat ketakutan.


Swasti membelai lembut pucuk kepala Violet, hingga Violet kembali tertidur lagi.


Seharian Violet terus menempel pada Swasti, bahkan saat Utari datang Violet tetap meminta Swasti untuk menemaninya. Widuri yang yang selama ini menjaganya di buat heran dengan kelakuan Violet yang tidak biasa.


"Mbak, maaf jika Vi, merepotkan mbak." ucap Widuri saat duduk di teras belakang rumah Swasti.


"Vi, sama sekali tidak merepotkanku, mbak malah senang kita semua bisa hidup rukun seperti ini, ada kamu ada kakek, ada Vi, ya mbak sangat menginginkan hal seperti ini sudah lama hidup mbak sepi, namun hah... kenapa harus dengan jalan seprti ini kita bisa hidup rukun, seumpama dulu jujur dengan Ndaru, Vi, tidak akan mengalami hal buruk seperti sekarang, Ndaru juga tidak perlu di dalam tahanan." ucap Swasti penuh penyesalan.

__ADS_1


Widuri hanya diam tanpa menjawab apa-apa ats keluh kedah Swasti, sebab hati Widuri tidak kalah hancur, melihat keadaan adiknya yang sekarang.


"Wid, aku harap kamu iklas melepas Vi, untuk menikah dengan Ndaru." pinta Swasti.


"Mbak, apa yang bisa aku lakukan, yang berhak di sini kakek, karena kakeklaj satu-satunya wali Vi, keputusan kakek menjadi keputusanku juga mbak." sahut Widuri.


"Terima kasih Wid, ijinkan mbak untuk tetap merawat Vi, setelah sidang Ndaru selesai mbak akan bawa Vi, keluar kota, sesuai saran dokter dan di sana mbak juga sudah mendapatkan dokter terbaik di kota tersebut." punya Swasti.


"Tapi mbak?" ucap Widuri, tidak terima.


"Kami dan ayah tetap di sini bersama kakek, semua demi kesembuhan Vi, mbak akan di temani mbak Aya kamu tenang saja, semua akan baik-baik saja, Vi, pasti sembuh, jaga kandunganmu selama mbak tidak ada di sini." pesan Swasti pada Widuri.


Setelah satu bulan, persidangan kasus Dewandaru belum selesai karena karena Violet, selalu berteriak histeris setiap kali melihat Dewandaru. Dewandaru selalu menitikan air mata penyesalan, hati Dewandaru hancur bagai tercabik-cabik setiap kali melihat Violet berteriak histeris dengan wkah ketakutan.


Dewandaru, menagukui kesalahannya dengan sejujur-jujurnya, hingga pengadilan memutuskan hukuman bagi Dewandaru, selama lima tahun penjara.

__ADS_1


"Ma, Yah, titip Vi, tolong jaga dia, maafkan Ndaru Ma, Yah." ucap Dewandaru, pada Abyas dan Swasti.


"Kamu jaga diri baik-baik, maafkan kami juga, karena ketidak jujuran kami, kamu harus menanggung akibatnya." ucap Abyas.


"Bunda maafkan Ndaru," ucap Dewandaru pada Widuri.


"Kamu jaga diri baik-baik, kami akan mengobatkan Vi, ke luar kota, sesekali ayah dan bunda yang akan ke sini mama akan bersama denagn Vi," ucap Swasti.


"Ma, apa kalian sudah memeriksakan kandungan Vi?" tanya Dewandaru, cemas.


"Belum," jawab Sawsti.


"Mama dan ayah jangan sembunyikan apapun dari Ndaru, tidak mungkin Ayah dan Mama tidak tahu, dan juga Bunda Vi, hamilkan?" tanya Dewandaru, ingin tahu lebih jelas.


Antara Abyas, Swasti dan Widuri, tidak menjawab hanya diam dan saling pandang.

__ADS_1


(Hai sayang jangan lupa baca juga novel dengan judul Fake Love )



__ADS_2