
Pagi-pagi sekali setelah sholat subuh Abyas langsung pulang mandi dan ganti baju, sementara, Suro masih berada di rumah sakit menunggui Swasti, sedangkan Widuri di tunggui oleh Gayatri.
"Kang, terima kasih sudah banyak membantu kami, doakan keluarga kami kuat menghadapi semua ini." pinta Swasti sudah duduk di kepala ranjang.
"Pasti, saya doakan mbak, inshaallah semua akan baik-baik saja mbak." sahut Suro memberi semangat.
"Bagaimana dengan Wid?" tanya Swasti pada Suro.
"Dia, kelihatannya sangat terpukul sekali dengan kejadian ini mbak," sahut Suro "Aku, benar-benar salut dengan keputusanmu mbak, di kala banyak wanita yang tidak mau di madu, sampean malah mengiklaskannya." tambah Suro.
"Sebenarnya bukan aku yang iklas, tapi ayah Abyas, sendiri yang iklas, kang Suro, tahukan berapa lama aku menderita sakit, selama itu ayah, berperan penuh menjaga kebutuhan keluarga, aku sama sekali tidak pernah mendengar isu tentang ayah Abyas, selingkuh, sebab itu yang membuatku bikin keputusan agar ayah Abyas, memiliki istri yang sempurna," jelas Suro.
"Kehormatan seorang laki-laki itu terdapat pada kesetiaan dan tanggung jawab terhadap keluarga, Abyas memang bisa melakukan semua itu dengan sempurna, sebagai seorang lelaki Aku, sangat salut dengan Abyas," ucap Suro memuji Abyas.
"Tidak ada yang sempurna, Kang, lihatlah apa yang terjadi dalam keluarga kami sekarang namun Aku, benar-benar sangat bersyukur memiliki suami seperti ayah Abyas, walau postur tubuh beliau bukan tipe idaman semua wanita, dengan uang bisa menggaet banyak wanita nyatanya, nikah saja harus aku paksa, alhamdulillah sekarang kami akan memiliki anak kedua." ucap Swasti senang.
__ADS_1
"Sekarang yang masih mengganjal dalam pikiranku, Widuri, Vi, kami harap mereka berdua bisa legowo menerima kehadiran Ndaru." ucap Swasti memdesah berat.
"Kita sama-sama berdoa mbak, semoga Vi, cepat sembuh, Widuri dan keluarganya bisa legowo," nasehat Suro, pada Swasti.
"Terima kasih kang, untuk semuanya." ucap Swasti, sedikit lega minimal ada orang yang bisa di ajak bicara selain Abyas suaminya dan Gayatri.
"Mbak Aya!" panggil Widuri lirih.
"Iya, mbak, mbak mau apa?" tanya Gayatri.
"Ibu, di temani pak Suro, karyawan bengkel, sedang bapak sekarang pulang mandi dan ganti baju, serta mengambil baju ganti ibu dan mbak." jawab Gayatri jujur.
"Apa yang harus aku lakukan mbak?" tanya Widuri, dengan airmata yang sudah memenuhi kelopak matanya.
"Mbak Wid, yang sabar ya, pasti ada jalan." nasehat Gayatri.
__ADS_1
"Vi, masih terlalu muda untuk menghadapi semua ini, Vi itu sudah seperti nyawa keduaku mbak." rancau Widuri, sangat putus asa.
"Sabar, ya mbak, aku sendiri juga tidak menyangka jika bakal seperti ini jadinya." ucap Gayatri.
"Apa ini karma ku, karena telah menikah dengan suami orang?" ucap Widuri, makin ngelantur.
"Mbak, mbak Wid, tidak salah bukankah ibu Asti, sendiri yang melamar mbak untuk bapak, kita semua tidak ada yang salah mbak, semua ini sudah takdir, mbak jangan sedih ya, jangan mebyalahkan diri sendiri." nasehat Gayatri, untuk menguatkan Widuri, yang benar-benar rapuh.
Gayatri, terus berusaha untuk menenangkan Widuri, Widuri mencurahkan semua perasaan yang campur aduk pada Gayatri, tanpa sungkan. Yang menjadi dilema Widuri, sekarang dua pihak yang terlibat adalah keluarganya sendiri, Widuri, juga belum bisa memutuskan langkah apa yang harus di ambil, satu pihak Violet, keponakannya sendiri yang dia rawat sejak kecil sedangkan satu pihak Dewandaru putra tirinya. Kedua orang tua Dewandaru, sangat baik pada Widuri dan seluruh keluarganya.
Abyas setelah mengambil semua keperluan Swasti, Widuri dan, Violet, dia kembali dengan tergesa-gesa, pertama di menuju kamar Violet, Abyas meminta tolong suster untuk membantu Violet, membersihkan Violet dan mengganti baju Violet. Setelah dari ruangan Violet, Abyas menuju kamar Swasti, Abyas menyuruh Suro, untuk pulang dan mengurus bengkel, sedang Abyas mengurus segala keperluan Swasti, sendiri seperti hari -hari sebelumya. Setelah memastikan Swasti bersih Abyas, menuju kamar Widuri, Abyas menyuruh Gayatri untuk pulang karena suasana sudah terang, sedangkan Gayatri tentu memerlukan untuk membersihkan diri.
(Baca yuk kak novel keren yang berjudul Terpaksa Menikahi Putri Mafia.)
__ADS_1