Gelora Noda Dan Cinta

Gelora Noda Dan Cinta
Part 23 Abyas murka


__ADS_3

"Apa yang ada di pikiranku Ndaru!" Abyas murka dan langsung menampar Dewandaru, yang duduk di kursi depannya, setelah menampar Dewandaru, Abyas, menangis matanya memerah, Dewandaru sama sekali tidak melawannya dia menerima tamparan keras dari Abyas, dengan lapang dada.


"Sebaiknya, tuan tenang dulu beri kesempatan saudara Ndaru, berbicara." seorang polisi menuntun Abyas untuk duduk kembali.


Untuk beberapa saat ruangan pertemuan tersebut bening, antara Dewandaru dan Abyas tidak ada yang mengeluarkan suara sepatah katapun.


"Berikan alasan pada Ayah!" perintah Abyas parau.


"Sebelumnya Ndaru, minta maaf pada Ayah dan mama atas kejadian ini, Ndaru, akan tetap bertanggung jawab, Ndaru akan menikahi Violet, ini keputusan Ndaru." ucap Dewandaru, pelan penuh keyakinan dan menundukkan matanya.


"Berikan alasannya pada ayah kenapa kamu akan menikahi Violet?" tanya Abyas dengan suara berat, menahan rasa kecewa, menyesal dan marah.


"Ndaru telah merusak Vi, mengambil mahkota Vi, Ndaru tidak ingin benih yang Ndaru tebar di perut Vi, tumbuh subur dan menjadi seorang bayi tanpa nasab, Ndaru tidak ingin benih Ndaru, lahir sebagai anak haram," jelas Dewandaru, yakin.


"Mudah, sekali kamu mengucapkan itu Ndaru, kamu tahu bagaimana hancurnya mental Vi?" tanya Abyas, dengan mata memerah antara marah, dan kecewa.

__ADS_1


"Yah, Ndaru minta restu pada ayah nikahkan Ndaru, dengan Violet, Ayah jangan menyewa pengacara untuk membela Ndaru, Ndaru minta maaf, jaga Vi, selamatkan Vi, dan jika Vi, mengandung benih Ndaru, tolkng jaga dan rawat Vi serta darah daging Ndaru, selama Ndaru berada dalam tahanan." ucap Ndaru, bersungguh-sungguh.


Abyas, diam dia tidak bisa menjawab apa-apa, sedangkan polisi yang berada di ruangan tersebut sangat keheranan dengan penuturan Ndaru.


"Jika Vi, tidak hamil ?" tanya Abyas.


"Aku akan membebaskan Vi, aku tahu jika Vi, bakal membenciku, tolong kabulkan permintaanku Ayah, nikah kan aku dan Vi, untuk menyelamatkan keturunan kita." pinta Ndaru, mengiba.


"Ayah, tidak janji." ucap Abyas, masih kalut "Pernikahan bukan permainan lego, jika tidak suka bisa di rusak, pernikahan ikatan suci, jika kamu memutuskan untuk menikah dengan Vi, jangan pernah sekali-kali hadir dalam pikiranmu untuk menceraikan Vi, merusak rumah tangga yang kamu bangun." ucap Abyas, berat.


"Apa hubungan Ayah, dengan Widuri, dan Violet?" tanya Dewandaru, sangat penasaran, karena Dewandaru, mengetahui pernikahan Abyas dengan Widuri dari galeri hand-phone Violet, di galeri tersebut nampak jelas foto pernikahan Abyas yang di hadiri oleh Swasti.


"Kenapa Ayah dan mama merahasiakan ini? jika dari awal Ndaru tahu, kalau Ayah, tidak menghianati mama mungkin kejadian ini tidak akan pernah terjadi." ucap Dewandaru, penuh penyesalan.


"Tujuan kami, agar tidak menganggu konsentrasi belajarmu, kami akan memberitahumu jika kamu sudah wisuda." jelas Abyas.

__ADS_1


"Kenapa mama merelakan Ayah, menikah pagi?" tanya Dewandaru penasaran.


"Biar mamamu yang menjawabnya." ucap Abyas.


"Vi, bagaimana keadaannya sekarang ?" tanya Dewandaru.


"Vi, mengalami depresi berat, hawus di beri obat penenang." jawab Abyas.


"Semua salah, Ndaru andah ndaru tidak ambil kesimpulan sepihak." ratap Dewandaru, penuh penyesalan "Ayah, maafin Ndaru, Yah." Dewandaru langsung menjatuhkan diri dan bersimpuh di kaki Abyas.


Abyas, memeluk Dewandaru" Nasi sudah menjadi bubur, dalam kesalahan ini Ayah dan mama juga ikut andil, kita doakan agar Vi, sehat kembali, Ayah akan berusaha mencari piskiater handal, untuk merawat Vi." ucap Dewandaru.


"Ndaru Mohon, selamatkan Vi, Yah." pinta Dewandaru, benar-benar mengiba.


"Ayah, tidak janji namun Ayah, akan berusaha menyelamatkan Vi dan mungkin cucu Ayah." ucap Abyas, mulai bisa tenang.

__ADS_1


(Hai, readerku kak author bawa cerita bagus lo, jangan lupa baca juga novel di bawah ini dengan judul " Hasrat Sepupu" )



__ADS_2