
Utari memutuskan untuk menginap di rumah Violet mengingat ke-esokan harinay tanggal merah dan Utari juga tidak ada jadwal piket, suasana rumah Violet semakin ramai dengan tambahnya Utari. Kirai sangat senang sekali karena Utari mau menginap dan bermain dengan mereka.
Dewandaru menunjukkan perubahan yang sangat baik sehingga Dewandaru sudah ,mulai bisa berjalan waliu masih sangat pelan, tuan tanah dan beberapa teman kerja Dewandaru juga datang menjenguk Dewandaru. Pak lurah sebagai tuan rumah beliau juga ikut nimbrung dengan semua tamu Violet, sedangkan Aziz masih berkecimpung dengan pekrjaannya di ruang tengah rumah pak Lurah, Aziz fokus dengan kertas-kertas ulangan murid-muridnya.
''Sibuk Da?'' tanya Violet saat melintas ruang tengah rumah pak Lurah,
''Bu Bidan, lumayan.'' sahut Aziz yang terkejut saat di sapa oleh Violet.
''Besok kan libur Da, besok bisa gak Uda menemani kita jalan-jalan.'' pinta Violet sopan.
''Besok? sama siapa saja? bukankah pak Ndaru, masih harus dirawat?'' tanya Aziz, sambil terus menatap Violet heran sebab selama ini Violet tidak pernah mau di ajak jalan-jalan atau mengajak jalan-jlan.
''Untuk suamiku ada mama dan ayah, besok mau ngajak jalan-jalan anak-anak,dan juga temanku Utar, sekalian melepas kangen kami semua kan tidak pahamtentang kota ini.''
''Aku mau di jadikan satpam apa pengawal?''
''Biasanya Uda senang jika jalan-jalan dan beberpa kali ngajak aku selalu aku tolak, ya mumpung longgar saja, mau ya Uda.'' pinta Violet sedikit memaksa.
''Baiklah, suamimu benar gak ikut kan?'' tanya Aziz, meyakinkan.
''Jelas tidaklah Uda, kak Ndaru juga belum sembuh benar.''
''Baiklah, besok aku antar.''
Violet segera meninggalkan Aziz begitu sudah mendapat persetujuan dari Aziz.
''Ya Tuhan kenapa aku menaruh hati pada istri orang?'' gumam Aziz , sambil mengamati Violet yang menghilang dari pandangannya.
Violet tidak pernah bisa menangkap sikap Aziz yang terus memerhatikan selama ini, Violat hanya fokus dengan pekerjaanya dan juga Lingga sang buah hati.
__ADS_1
Malam semakin larut pak lurah beserta keluarga sudah pulang, begitu juga Utari juga ikut pulang pak Lurah, Utari dipersilakan menginap di rumah pak lurah pasalnya rumah yang di tempati Violet sudah penuh dengan keluarganya, Utari menginap di salah satu kamar anak Pak lurah yang kosong, letaknya berdampingan dengan kamar Aziz.
Sampai tengah malam Aziz belum bisa memejamkan matanya begitu juga Utari juga belum bisa tidur, seperti malam-malam sbelumnya setiap tidak bisa tidur Aziz, selalu duduk di ruang tengah sambil meninton acara televisi, Utari yang ingin ke kamar mandi dia melintas ruang tengah.
''Maaf Uda, mau ke kamar mandi pintunya yang mana?'' tanya Utari ragu-ragu.
''Bu polisi mau ke kamar mandi?''
''Ya ampun ya jelas lah, masa mau ke dapur.'
''Berani? kamar mandinya ada di dapur bagian pojok sendiri.''
''Dapurnya mana?''
''Ibu gak kasih tahu kamu dapurnya di mana?''
''Cepetan keburu ngompol ini, aduhhh.'' gerutu Utari.
''Huh, pantesan gak laku-laku , jutek, amit-amit, perasaan dulu pertama ketemu gak segitunya .'' gerutu Utari dalam hati sambil melangkah menuju ke kamar mandi.
Aziz tetap berdiri di depan pintu dapur sambil menunggu Utari selesai di kamar mandi Utari, tidak mengira jika Aziz bakal menunggunya mengingat dia begitu jutek hari ini.
''Terima kasih.'' ucap Utari.
Aziz menjawab dengan lesu, Utari kembali memasuki kamar biasanya Utari bisa tidur dengan nyenyak di manapun namun malam ini justru gelisah tidak bisa tidur, Utari ingin keluar kamar tidak berani.
Suara adzan subuh berkumandang semua penghuni rumah sudah bangun tidak terkecuali, Kirai dengan girangnya menuju kamar Utari.
''Kakak sudah bangun.'' seru Kirai di balik pintu.
__ADS_1
''Ki masuk saja kakak sudah bangun kok.'' sahut Utari dari dalam kamar dan masih berbaring.
''Ki, jangan ganggu kak Ut, biarkan kak Ut istirahat .'' bisik Aziz, pada Kirai.
"Kata kak Ut, harus bangun pagi-pagi sekali soalnya mau ngajak kita jalan-jalan Uda." suara Kirai bukannya di pelanin malah di buat sedikit keras.
"Kalian masih petang sudah ribut saja!" tegur pak Lurah.
"Adik itu pak ganggu tamu tidur." protes Aziz.
"Biarkan saja Ziz, kemarin mereja sudah bikin janji, bantu tugas kamu mengantar mereka jalan-jalan." perintah pak Lurah.
Kirai me jukukan lidahnya pada Aziz, dan langsung masuk ke dalam kamar I yang di tempati Kirai.
"Kenapa Ki, kelihatannya Udamu gak suka kakak nginep di sini?" tanya Kirai.
"Uda lagi parah hati, cemburu ya begitulah." sahut Kirai sambil mengedikkan bajunya "Kakak sudah sholat?"
"Lagi dapat diskon Ki, tanggal merah." sahut Utari jujur.
"Oh... Sakit gak kak?"
"Enggak sakit cuma badan sedikit pegal-pegal."
"Ayo keliling halaman kak, kita jalan-jalan udaranya sejuk sekali kak, temani Kiki ambil bunga melati ya di sekitar rumah banyak sekali pohon melati, nanti kita tari di kamar biat Harum ." ajak Kirai
"OK, kakak temani." Utari setuju dengan ajakan Kirai.
Utari segera turun dari ranjangnya setelah merapikan tempat tidur Utari dengan di temani Kirai menuju kamar mandi.
__ADS_1
Jangan lupa baca yuk novel kak Liana