Gelora Noda Dan Cinta

Gelora Noda Dan Cinta
Part 44


__ADS_3

Hanya dalam waktu sekejap Lingga sudah mulai akrab dengan anak pak Lurah, Kirai itu nama dari gadis sebelas tahun tersebut, Kirai merupakan gadis manis yang tinggal dengan pak lurah beserta kakak tertua yang bekerja sebagai guru SD di desa tersebut, sedang dua anak pak Lurah yang lain sedang menempuh pendidikan di kota. Rumah yang di tempati oleh Violet, bangunannya merupakan rumah padang namun tuidak sebesar rumah pak Lurah, rumah tersebut bersih dan rapi.


"Uni adik aku bawa pulang ya, mau aku ajak main sebentar lagi abang Aziz pulang mau aku pamerkan pada abang." celoteh Kirai.


"Boleh, nanti jika adik nangis cepat bawa ke sini ya uni," jawab Violet mengijinkan permintaan Kirai , kedua bocah itu sudah menghilang dari rumah yang di tempati Violet.


Bu lurah dan pak Lurah hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan putri kecilnya.


''Kirai memang suka anak kecil, dia selalu meminta adik, tapi usia kami sudah sangat tua," bu Lurah memberi pengertian pada Violet.


"Kami sangat senang ketika ada bidan yang bertugas di sini membawa anaknya, jadi Kiraintidak kesepian, bu Bidan bisa lihat sendiri di sini jauh dari tetangga, paling di rumah temannya Aziz kakak sulungnya, si sulung juga sangat memanjakan Kirai.'' tambah pak lurah.


"Bersyukur memiliki keluarga yang harmonis, uni Kirai pasti bahagia," sahut Violet, dengan senyum merekah .


"Kakaknya semua laki-laki jadi kadang dia seperti anak laki-laki, ya itu bapaknya mengiginkan anak perempuan padahal dulu saya sudah berhenti karena sudah memiliki tiga anak yang hidup.'' jelas bu Lurah.

__ADS_1


Bu lurah terus bercerita sambil membantu Violet membereskan pakaian sedangkan pak Lurah pergi ke kebun untuk mengambil sayur. tidak terasa waktu sudah menunjukkan pukul empat sore itu artinya waktu sudah sore, karena sudah sangat sore pembantu pak Lurah datang ke rumah Violet untuk mengantar makan malam Violet, atas perintah pak Lurah.


"Assalu'alaikum.'' sahut bu Lurah dan Violet bersamaan.


"Bu bidan makannnya saya tarus di meja, tadi nak Lingga tidur bersama den Kirai, sekarang abru bangun di temani den Aziz,'' ucap Uni Saidah, Saidah nama pembantu pak Lurah.


''Terima kasih Bu.'' sahut Violet sopan dan ramah, Violet semakin anggun dengan balutan gamis dan hijab besarnya.


''Bu bidan kami pulang dulu sudah sore kita mandi dulu ada apa-apa kami siap membantu, nanti malam untuk menemani Bu Bidan biar uni Saidah yang tidur di sini." ucap bu Lurah, uni Saidah merupakan pembantu pak lurah dan umurnya sepantaran dengan bu Lurah.


"Baik, nak Vi.'' sahut Bu Lurah nampak bahagia.


Aziz datang menggendong Lingga yang masih sedikit mengantuk dengan diiringi oleh Kirai di samping.


"Assalamu'alaikum.'' Aziz mengucap salam.

__ADS_1


"Walaikaum salam.'' sahut Violet, bu Lurah dan Uni Saidah bersamaan.


''Nak vi, ini putra ibu, Ziz ini bidan yang bertugas di desa kita,'' bu Lurah memperkenalkan Aziz denga  Violet.


Azzi dan Violet mengangguk sopan saling berjabaat tangan dan berkenalan, Aziz menyerahkan Lingga pada Violet, Violet segera menggendong Lingga yang masih malas.


"Uni Kirai terima kasih sudah menjaga adik Lingga, bang Aziz terima kasih sudah mengantar Lingga pulang.'' ucap Violet sopan dan ramah.


"Sama-sama,semoga bu Bidan dan dik Lingga betah tinggal di sini,'' ucap Lingga.


"Bu Bidan nanti habis magrig aku ke sini lagi mau mengajak dik Lingga main.'' ucap Kirai riang seperti menemukan mainan baru.


Mereka bercakap-cakap sebentar dan akirnya mereka pamit, di rumah tinggal Violet dan Lingga, Violet segera memandikan Lingga yang baru saja bangun tidur, Lingga sma sekali tidak rewel bahkan terlihat sangat nyaman. Setelah Lingga dan Violet mandi mereka melakukan video call dengan Swasti. Violet mengabarkan tentang keadaannya sekarang, di balik layar tidak hanya Swasti Abyas, Widuri juga Arda menghiasi layar dalam video call-nya. Swasti, Abyas dan Widuri sengaja menunda kepulangannya ke kota asal karena takut terjadi hal yang tidak di inginkan.


.

__ADS_1


__ADS_2