Gelora Noda Dan Cinta

Gelora Noda Dan Cinta
part 37


__ADS_3

Violet mulai sangat sibuk dengan persiapan wisudanya, sebagaimana mahasiswi lainnya Violet tetap ingin tampil cantik di hari specialnya, Violet dengan di temani oleh Swasti , Gayatri dan Lingga mereka menuju sebuah butik , butik tersebut merupakan butik paling populer di kota tersebut.


Swasti walau berada di kursi roda dia sangat antusias untuk memilih kebaya yang cantik buat Violet dan Lingga, dan juga untuk dirinya sendiri. Violet dengan telaten mengikuti kemanapun Swasti berada sedangkan Lingga, asyik bermain dengan Gayatri.


"Ma, sepertinya yang di sana bagus-bagus deh ," ucap Violet, sambil menunjuk ke arah gantungan berbagai macam model kebaya dengan warna kalem.


"Kita ke sana," Swasti menyetujui usulan Violet.


Mereka berdua menuju ke sebuah gantungan yang menyajikan kebaya moderen sarimbit lengkap dengan anak-anak.


"Warna dan modelnya cantik-cantik Ma," ucap Violet senang.


"Benar Vi, ini bagus untuk Lingga lengkap sekali buat Arda juga bagus ini." Swasti menimpali.


"Tapi mahal Ma." bisik Violet.


"Mana yang kamu suka mama beli, anggap saja sebagai hadiah atas prestasi kamu, sayang." ucap Swasti dengan senyum merekah.

__ADS_1


"Gak usah lah, Ma, kita sewa saja lebih irit." tolak Violet.


"Bagaimana jika yanh ini Vi, ini sangat cocok untuk kamu." Swasti malah memilih kabaya dengan warna peach, dan model sangat modern berhias bati swarawsky, memang sangat mewah dan elegan dan harganga juga bikin melongo.


"Terlalu mahal Ma, masa kebaya saja sampai sepuluh juta, mending uangnya buat sewa rumah nanti Ma, toh makanya juga hanya sekali saja." ucap Violet berusaha menolak pemberian Swasti.


"Vi, apa artinya sepuluh juta jika di bandinkan dengan perjuanganmu selama ini, bayangkan Vi hanya dalam waktu secsapat ini kamu sudah menyelesaiakan pebdidikanmu." ucap Swasti "Kak tolong saya mau yang ini," Swasti malah memanggil pelayan butik yang berada di dekatnya.


"Ma, tidak usah membeli Vi, sewa saja." rengek Violet, tetap berusaha menolak pemberian Swasti.


"Ma, kira akan tetap bersama-sama terus Ma," ucap Violet.


"Kak, bungkus saja ini semua." perintah Swasti pada pelayan butik, setelah menyerahkan kebaya dan kemeja batik pilihannya.


"Baik, bu." sahut pelayan buruk sopan.


Setelah beberapa saat pelayan datang lagi pada Swasti, dan memberikan nota pada Swasti. Swasti segera menyelesaiakan pembayaran di kasir, semua baju yang di beli Swasti menghabiskan uang hampir lima puluh juta. Setelah membayar kebanya Violet menerima barang belanjaannya.

__ADS_1


Mereka berempat meninggalkan butik, dengan membawa beberapa kertas kantong, karena hari sudah agak sore mereka mampir di salah satu tempat untuk melepas lelah dan menikmati indahnya cahaya sore.


Mereka mimilih sebuah ruamh makan yang ada tempat bermain anak-anak, Violet sambil menunggu pesanannya dia menemani Lingga bermain perosotan, sedangkan Swasti duduk dengan di temani oleh Gayatri.


"Mbak Aya, rasanya bagai sebuah mimpi bisa melihat Vi, kembali tersenyum seperti sekarang," ucap Swasti.


"Iya, Bu, Vi, wanita yang kuat, aku rasa dia mirip dengan ibu," jawab Gayatri.


"Ya, Ayah juga bilang begitu, dan lihat Lingga dia seperti foto copynya Ndaru, dia benar-benar mirip denagn putraku, Andai tidak ada kejadian itu" ucap Swasti.


"Inshaallah semua akan baik-baik saja bu, dengan seiringnya waktu kita semua akan berkumpul dan hidup bahagia." nasehat Gayatri.


"Aamiin yarobbal'alamin, semoga mabk Aya." Swasti mengamini doa Gayatri.


Jangan lupa baca juga novel kak Age nairie ya


__ADS_1


__ADS_2