Guru Cantik Pujaan Hati

Guru Cantik Pujaan Hati
Bab 10


__ADS_3

Sekarang Afkar dan Artika dalam perjalanan menuju ke rumah Artika, di dalam mobil hanya suasana hening saja tanpa ada yang membuka suara.


Afkar sedang fokus mengemudi, sementara Artika hanya menoleh kearah jalan raya saja untuk mengurangi rasa canggung antara dirinya dan Afkar.


"Artika, bagaimana dengan skripsimu apakah lancar-lancar saja" Afkar membuka suaranya untuk menghilangkan kecanggungan antara mereka berdua.


"Skripsi ku harus di revisi sekali lagi, setelah itu selesai, tinggal pengajuan sidang saja. Tapi sesudah selesai magang baru saya bisa sidang" jelas Artika.


"Oh begitu ya. Berapa lama lagi kamu akan selesai magang?"tanya Afkar lagi.


"saya magang selama 3 bulan sedangkan sekarang saya baru 2 mingguan menjalani masa magang saya" jawab Artika.


"Setelah kamu Wisuda kamu akan mengajar di mana rencananya, atau melanjutkan study S2 lagi" tanya Afkar.


"Saya belum tahu rencananya akan mengajar di mana, tapi saya berharap di sekolah tempat saya magang sekarang" jawab Artika.


"Kenapa kamu berharap di sekolah sekarang tempat kamu magang, memangnya tidak ada sekolah lain yang kamu inginkan" tanya Afkar ingin tahu.


"Karena waktu saya mendengar penjelasan Kepala Sekolah, beliau bilang kalau saya menaati peraturan sekolah yang ada, dan saya juga mengajar dengan sangat baik. Maka saya bisa menjadi guru tetap di sana" ucap Artika.


"Saya senang mengajar di sana, sekolah di sana juga bertaraf internasional. Selain itu gaji yang di tawarkan cukup besar, jadi jika saya bisa menjadi guru tetap di sana saya akan melanjutkan study S2 saya, karena saya sudah memiliki gaji yang tetap untuk biaya kuliah saya" sambung Artika lagi.


"Semoga saja harapan kamu akan tercapai, saya yakin pasti kamu akan menjadi guru tetap di sana. Karena saya melihat kamu mengajar dengan sangat baik" ucap Afkar. Artika tidak tahu jika Afkar adalah anak dari pemilik sekolah itu.


Afkar akan memberitahukan kepada orang tuanya tentang masalah Artika, Afkar ingin Artika menjadi guru tetap di sana.


Dengan begitu akan selalu ada alasan untuk Afkar bertemu dengan Artika.


"Oh ya untuk Study S2 nanti kamu akan mengambil jurusan apa" tanya Afkar lagi.

__ADS_1


"Saya ingin belajar bisnis, maka nya saya akan mengambil jurusan manajemen bisnis saja. Saya ingin memajukan Warteg milik almarhum nenek saya, siapa tahu bisa menjadi restoran besar nantinya" ucap Artika dengan penuh semangat.


Afkar yang mendengar keinginan sederhana Artika hanya bisa tersenyum penuh arti saja. Ternyata pemikiran Artika sangat sederhana.


"Maaf untuk sebelumnya, saya ingin bertanya tapi saya takut kamu akan tersinggung Afkar" ucap Artika.


"Kamu ingin bertanya apa, silahkan saja, sedikitpun saya tidak keberatan apalagi tersinggung" ucap Afkar sambil tersenyum.


"Kalau boleh tahu Ibunya Aydan kemana ya, kenapa saya tidak pernah melihatnya menjemput Aydan, hanya kamu dan Tante saja" tanya Artika dengan hati-hati.


"Ibunya Aydan meninggal saat melahirkan Aydan, makanya kami sangat memanjakan Aydan. Kami merasa apa yang kami berikan tak akan cukup untuk menggantikan kasih sayang seorang ibu bagi Aydan" ucap Afkar.


"Maaf. Maafkan saya, saya tidak bermaksud membuat kamu bersedih" ucap Artika penuh penyesalan.


"Tidak apa-apa. Tidak masalah" jawab Afkar seraya tersenyum .


Afkar hanya tersenyum saja menanggapi ucapan Artika, Afkar ingin melihat apakah Artika bisa menerima dirinya dengan apa adanya.


Afkar sengaja membiarkan Artika menganggap dirinya seorang duda dengan 1 anak. Karena di sinilah Afkar akan menguji Artika.


"Apakah barusan kamu mengatakan bahwa saya tampan" ucap Afkar menggoda Artika sambil menarik turunkan alisnya.


Artika yang di goda seperti itu hanya merutuki dirinya sendiri, kenapa dia memuji ketampanan Afkar, di depan Afkar secara langsung.


"Heeeii... kenapa kamu narsis sekali" ucap Artika sambil mengerucutkan bibirnya.Afkar hanya terkekeh saja mendengar ucapan Artika.


"Saya belum memutuskan untuk menikah, karena banyak wanita yang akan menolak seorang duda yang memiliki seorang anak seperti saya"jelas Afkar.


"Saya juga takut kalau nantinya wanita itu tidak bisa menerima kehadiran Aydan. Jadi biarlah saya tidak menikah" sambung Afkar lagi.

__ADS_1


Mendengar ucapan Afkar, Artika langsung teringat akan dirinya sendiri yang tak di terima oleh ibu tirinya.Bahkan Ayah kandungnya pun ikut-ikutan tak menerima dirinya.


Afkar yang melihat perubahan wajah Artika dengan cepat Afkar mengalihkan pembicaraan, Afkar tahu pasti Artika teringat dengan Ayah kandung dan ibu tirinya.


"Artika, rumah kamu di mananya. Inikan sudah masuk jln.D apa sudah kelewatan yaa?" tanya Afkar pada Artika, untuk mengalihkan perhatian Artika saja.


Artika tersadar dari lamunannya, ketika mendengar pertanyaan dari Afkar. Kemudian mengalihkan perhatiannya ke arah jalan di depannya.


"Oh ini belum kelewatan kok, lurus aja di depan nanti rumah saya yang pagarnya warna biru itu" tunjuk Artika.


Afkar hanya mengangguk saja, sebenarnya Afkar sudah tahu di mana letak rumah Artika, karena waktu Artika masuk ke dalam mobil Afkar tadi, Afkar sudah menanyakan alamat Artika.


"Oke sudah sampai di rumah" ucap Afkar pada Artika, setelah mobil Afkar sampai di depan pagar rumah Artika.


"Terimah kasih Afkar sudah mau mengantar saya, maaf telah merepotkan kamu" ucap Artika dengan tulus.


"Sama-sama. Kamu sama sekali tidak merepotkan saya Artika, saya senang bisa membantu kamu" ucap Afkar demgan tulus sambil tersenyum ke arah Artika.


Artika langsung membuka seat belt nya, dan segera turun dari mobil Afkar.


Afkar pun langsung berpamitan untuk pulang ke rumah nya karena hari sudah mulai gelap.


Di perjalanan pulang Afkar memiliki ide untuk menjemput Artika besok pagi, dan mengantar Artika ke sekolah.Dengan begitu dia bisa semakin dekat dengan Artika.


Terima kasih telah membaca karya saya


Mohon kritik dan sarannya


Jangan lupa Vote,like,komen dan share yaa

__ADS_1


__ADS_2