Guru Cantik Pujaan Hati

Guru Cantik Pujaan Hati
Bab 11


__ADS_3

Pagi-pagi sekali Afkar sudah bangun, karena dia akan menjemput Artika di rumahnya, dan mengantarkan Artika dan Aydan ke sekolah.


Afkar duduk di meja sambil menunggu Aydan yang sedang bersiap-siap, Afkar sudah memberitahu Aydan bahwa hari ini mereka akan menjemput kakak cantik di rumah dan akan berangkat ke sekolah bersama-sama.


Medengar hal itu Aydan dengan bersemangat bersiap-siap untuk ke sekolahnya, Afkar pun sudah rapi dengan setelan jasnya.


Bunda Afkar yang melihat Afkar tak seperti biasanya, langsung bertanya "Kok, kamu tumben pagi-pagi begini sudah siap. Aydan aja masih tidur di kamarnya, ada meeting penting atau kamu mau keluar negeri lagi?"


"Bunda, Afkar tidak ada meeting penting, dan tidak akan keluar negeri hari ini. Tapi Afkar akan menjemput dan mengantar Artika untuk ke sekolah. Aydan juga sudah siap bentar lagi juga akan turun" jawab Afkar pada Bundanya


"Kok bisa kamu akan menjemput Artika di rumahnya, memang kalian sudah sedekat apa, baru juga 2 hari kamu bertemu dengan Artika" tanya Bunda Afkar.


Mendengar pertanyaan Bundanya, Afkar langsung menceritakan kejadian kemarin, saat dia bertemu dengan Artika di halte dan mengantar Artika pulang sampai ke rumahnya.


Karena motor Artika masih di bengkel, Afkar pun memiliki ide untuk menjemput Artika di rumahnya, dan mengantarkan Artika ke sekolah sekalian juga mengantar Aydan, supaya lebih dekat dengan Artika.


Aydan sudah turun dan duduk di samping papinya, dia sudah tidak sabar untuk bertemu dengan kakak cantiknya.


"Papi, ayo kita berangkat nanti kita akan terlambat" ajak Aydan pada Afkar dengan penuh semangat.


"Kalian gak sarapan dulu, Bunda sih belum selasai masak apa mau roti aja" tanya Bunda Afkar.


"Tidak usah Bunda, kita berdua akan sarapan di rumah Artika, makanya kita akan berangkat pagi-pagi begini" ucap Afkar.


Mendengar ucapan Afkar, Bundanya langsung tersenyum, dia tahu apa yang ada di dalam pikiran Afkar.


"Ya sudah, sana buruan berangkat Bunda paham kok apa yang ada di dalam otak kamu Afkar" ujar sang Bunda.


"Bunda memang paling mengerti Afkar, ya sudah kita berangkat dulu ya Bunda" ucap Afkar seraya menyalami Bundanya, begitu juga dengan Aydan.

__ADS_1


"Kalian hati-hati ya, Bunda titip salam buat Artika ya" teriak sang Bunda yang melihat Afkar dan Aydan sudah menjauh.


Sekitar 20 menit Afkar dan Aydan sudah sampai di depan rumah Artika, Afkar dan Aydan langsung turun dari mobilnya.


Afkar segera menekan bel yang terdapat di pagar rumah Artika. Tak lama Artika membuka pintu rumahnya dan berjalan kearah pagar.


Setelah membuka pagar, alangkah terkejutnya Artika yang melihat Afkar dan Aydan yang datang pagi-pagi kerumahnya.


"Afkar, Aydan. Kok kalian pagi-pagi sudah di sini. Ada perlu apa?" tanya Artika.


"Kamu gak suruh kita masuk dulu gitu, kan kami berdua tamu di sini" ucap Afkar memelas ke arah Artika.


"Ehh.. ayo masuk dulu" ucap Artika gelapan, sambil berjalan masuk ke pekarangan rumahnya, menuju kedalam rumah sederhananya dan menyuruh Afkar dan Aydan duduk di ruang tamunya.


"Jadi Afkar bisa kamu jelaskan kenapa pagi-pagi begini kalian sudah di sini?" tanya Artika penasaran.


Afkar hanya tersenyum mendapat pertanyaan dari Artika. Afkar memperhatikan Artika yang terlihat sangat cantik memakai daster batik rumahan dan sepertinya Artika tidak memakai dalaman juga.


"Oh iya, saya lupa kalau motor saya masih di bengkel. Tapi kamu tidak perlu repot-repot begini untuk menjemput saya. Saya bisa naik taxi atau ojek online" ucap Artika merasa tidak enak hati.


"Saya tidak repot kok,kan sekalian mengantar Aydan juga. Aydan aja senang, iya kan Aydan" tanya Afkar kepada Aydan.


"Iya kakak cantik, Aydan senang bisa pergi ke sekolah bareng kakak cantik" ucap Aydan dengan penuh semangat.


"Kalian pasti belum sarapan kan" tanya Artika memastikan pemikirannya, karena tak mungkin sepagi ini Tante Anita sudah selesai memasak.


Afkar dan Ayda dengan kompak menggelengkan kepala mereka. Artika tersenyum melihat ke kompakkan mereka.


"Kebetulan saya sudah masak nasi goreng tadi, Ayo kita sarapan dulu" ajak Artika pada Afkar dan Aydan menuju ke meja makan dekat arah dapurnya.

__ADS_1


Di meja makan sudah ada nasi goreng Seafood, dan telur mata sapi. Afkar yang melihat banyaknya nasi goreng seafood dan telur mata sapi menjadi heran untuk siapa makanan sebnyak itu, sedangkan Artika hanya tinggal sendirian.


"Artika, kenapa banyak sekali nasi gorengnya. Apa kamu memang sudah tahu kalau saya dan Aydan akan ke sini" ucap Afkar menggoda Artika.


"Kamu terlalu percaya diri Tuan. Saya sengaja memasak dengan porsi yang banyak tadinya saya ingin sarapan bersama dengan para karyawan saya di Warteg, tapi karena sudah ada kalian di rumah saya ya sudah kita sarapan bersama saja" ucap Artika.


Artika melayani Afkar dan Aydan Artika mengambilkan nasi goreng untuk Afkar dan Aydan. Artika juga mengambilkan Air minum untuk Afkar dan Aydan.


Kemudian Artika membuat Afkar kopi, setelah Artika bertanya Afkar mau kopi atau teh.


Afkar sangat bahagia melihat Artika yang seperti itu, Afkar merasa kalau Artika adalah istri idaman paket komplit.


Setelah selesai sarapan, Aydan dan Afkar masih duduk di meja makan. Artika langsung membereskan meja makan dan masukkan piring kotor ke dalam westafel.


"Afkar apa tidak apa-apa kamu menungguku bersiap-siap dulu, atau kamu ingin pergi duluan, aku takut kamu akan terlambat untuk berkerja" ucap Artika dengan nada lembutnya.


"Tidak apa-apa, saya tidak akan terlambat untuk bekerja karena saya sudah biasa setiap hari mengantar Aydan ke sekolah" ucap Afkar sambil menatap Artika.


Artika masih tidak menyadari kalau dirinya sedang menggunakan daster dan tanpa dalaman. Artika kemudian berpamitan pada Afkar untuk bersiap-siap dulu.


Afkar masih dengan intens menatap Artika, "Kamu cantik kalau pakai daster kayak gini" ucap Afkar pada Artika.


Artika baru tersadar bahwa dirinya tengah memakai daster tanpa dalaman. Artika langsung menyilangkan tangannya ke bagian atas tubuhnya.


Betapa malunya Artika pada Afkar, pasti Afkar sudah melihat bagian dari tubuhnya.


"Afkar MESUUUUM" teriak Artika sambil berdiri dan berlari kearah kamarnya.


Terima kasih telah mampir membaca karya saya.

__ADS_1


Mohon kritik dan sarannya


Jangan lupa Vote,like, komen dan share yaa


__ADS_2