Guru Cantik Pujaan Hati

Guru Cantik Pujaan Hati
Bab 20


__ADS_3

Sekarang adalah hari Minggu, semua anggota keluarga Afkar sedang duduk di meja makan untuk memulai sarapan pagi mereka. Hanya Afkar yang belum terlihat di meja makan tersebut.


"Tumben Afkar belum turun, biasanya kalau hari Minggu begini dia paling pagi bangunnya" ucap Bunda Afkar yang heran melihat Afkar belum hadir di meja makan.


Tak lama Afkar datang dengan raut wajah yang sumringah, dan selalu tersenyum. Afkar langsung duduk di samping Aydan.


Nyonya Anita dan Tuan Ardi saling berpandangan, mereka berdua bingung akan sikap Afkar yang tak seperti biasanya.


Azreel sudah bisa menebak apa yang membuat Afkar seperti itu. "Jadi, Afkar bagaimana tadi malam apakah sukses?"tanya Azreel, walaupun Azreel sudah tahu akan jawabannya.


"Terima kasih kak, berkat ide briliant kakak semua sukses dan lancar" ucap Afkar pada kakaknya seraya tersenyum.


"Jadi dia menerima kamu dengan apa adanya, apa tidak mempermasalahkan status kamu?" tanya Azreel lagi.


"Iya kak, dia tidak mempermasalahkan semuanya. Tapi Afkar sudah jujur tentang diri Afkar padanya?" ujar Afkar dengan jujur.


" Bagaimana reaksinya setelah tahu bahwa kamu membohonginya. Apakah dia tidak marah" tanya Azreel lagi yang ingin mengetahui reaksi Artika tadi malam.


"Tidak kak, makanya Afkar memilih jujur tentang semuanya. Dia wanita yang sangat baik dan pengertian kak. Dia juga bisa menerima Aydan. Dan Aydan pun juga dekat dengannya" jelas Afkar.


"Bagus kalau begitu, kakak bangga padamu. Selamat yaa kakak turut bahagia, dan jangan kamu sia-sia kan wanita seperti itu. Awas saja kalau sampai kamu menyakiti hati seorang wanita. Kakak akan menghajar kamu" ucap Azreel seraya menunjukkan kepalan tangannya ke arah Afkar.


Afkar hanya cengengesan menanggapi perkataan Azreel. Nyonya Anita yang mendengar percakapan dari kedua anaknya menjadi penasaran.


"Apakah ada sesuatu yang Bunda lewatkan?" tanya Nyonya Anita penasaran akan ucapan Azreel dan Afkar.


"Tak lama lagi Afkar akan menikah dan Bunda akan menerima menantu di rumah ini" ucap Azreel to the point.


Uhuukk....uhuukkk...uhukkk. Nyonya Anita tersedak mendengar ucapan Azreel, dengan cepat Tuan Ardi menyodorkan gelas yang berisi air minum untuk istrinya. Nyonya Anita segera meraih gelas tersebut dan langsung meminumnya.


"Bunda, kalau makan pelan-pelan dong" ucap Tuan Ardi sambil mengelus punggung istrinya.

__ADS_1


"Afkar, kamu sudah melamar Artika. Kenapa kamu melamarnya tanpa memberitahu Ayah dan Bunda. Apa kamu tidak menganggap kami sebagai orang tuamu" cerca Nyonya Anita sambil menatap Afkar dengan tajam.


Afkar yang mendapat tatapan tajam dari sang bunda langsung tertunduk.


"Maafkan Afkar Bunda, bukannya Afkar tidak menganggap Ayah dan Bunda sebagai orang tua Afkar" ucap Afkar meminta maaf kepada kedua orang tuanya dengan tulus.


"Afkar sengaja tidak memberitahukan Bunda perihal lamaran Afkar, sebenarnya Afkar hanya ingin menyatakan perasaan Afkar saja. Jika dia menerima Afkar, maka Afkar akan langsung melamarnya malam itu juga. Makanya Afkar tidak memberitahukan kepada Bunda takutnya dia menolak Afkar" sambung Afkar lagi.


"Jadi tadi malam Artika menerima kamu gitu" tanya Bunda Afkar memastikan.


"Iya Bunda, Artika sudah menerima Afkar. Bunda tahu butuh waktu yang lama untuk meyakinkan Artika. Tapi untungnya berkat ide briliant dari kak Azreel, Afkar sukses meyakinkan Artika"jelas Afkar pada sang Bunda.


"Bunda bahagia banget, Artika jadi calon mantu Bunda. Dia anak yang baik, rajin, mandiri dan dia juga pintar masak. Kalau kamu menikah dengannya Bunda akan teman untuk memasak. Ahhhh... bahagianya" teriak sang Bunda.


Nyonya Anita sudah tidak sabar untuk menjadikan Artika sebagai menantunya. Dia sangat menyukai Artika.


"Bunda jangan senang dulu, masih lama untuk Artika jadi menantu Bunda. Artika tidak ingin menikah dalam waktu dekat ini" ucap Afkar pada sang Bunda.


"Kami memutuskan untuk saling mengenal terlebih dahulu, Afkar tahu kalau Artika masih ingin melanjutkan kuliah S2 nya" sambung Afkar lagi.


Afkar hanya mengangguk mengerti akan maksud perkataan sang Bunda. Karena mereka telah mengetahui latar belakang Artika.


*Di kota Z Kediaman Tuan Hari.


Mereka sedang bersantai di ruang TV karena ini hari libur dan kebetulan mereka semua tidak memiliki kegiatan.


"Papa, bagaimana apakah papa sudah mengetahui siapa CEO AG COMOANY" tanya Nyonya Diana penasaran.


"Belum Ma, mama kan tahu sendiri jika CEO itu sangat misterius dia begitu pandai untuk menutupi identitas dirinya. Tapi mama tenang saja, papa sudah menyuruh seseorang untuk menyelidikinya" jelas Tuan Hari.


"Itu bagus Pa, yang terpenting kita terus berusaha" ucap Nyonya Diana.

__ADS_1


"Papa, apakah papa sudah mendapatkan kabar tentang Artika" tanya Nyonya Diana dengan hati-hati.


"Kenapa mama menanyakan kabar anak kurang ajar itu, papa sudah tidak peduli lagi. Semenjak papa mengusirnya dari rumah ini, papa sudah menganggap dia bukan anak papa lagi" ucap Tuan Hari.


"Kenapa papa bicara begitu biar bagaimanapun dia tetap anak kandung papa" ucap Nyonya Diana serasa menangis mengeluarkan air mata buayanya.


Nyonya Diana berakting seolah-olah dia begitu menyayangi Artika, di depan suaminya dia akan berlaku baik kepada Artika, tapi ketika di belakang suaminya dia akan selalu menyiksa Artika.


"Sudahlah ma, anak kurang ajar itu tak perlu di ingat lagi, dia begitu kejam kepada mama dan Anggun, tapi mama masih saja memikirkannya. Mama terlalu baik ma, tidak salah papa memilih mama untuk menjadi istri papa" ucap Tuan Hari memuji istrinya.


Anggun tengah memainkan Hpnya dia tak sengaja melihat Video Artika yang telah di lamar oleh Afkar tadi malam. Video itu menjadi viral.


Anggun memperhatikan penampilan Artika yang begitu cantik, dalam balutan gaun tersebut. Dan Anggun juga melihat bahwa pria yang melamar Artika begitu tampan.


Anggun merasa iri melihat penampilan Artika, dan pria tampan yang melamar Artika. Anggun akan segera memberitahu mamanya masalah Artika.


Anggun tak ingin jika Artika kembali lagi ke rumah mereka. Zidan adik tiri Artika juga menyaksikan video tersebut, dia diam saja tanpa memberitahukan orang tua dan kakaknya.


Zidan tahu bahwa Mama dan kakaknya tidak akan membiarkan Artika bahagia.


Zidan bahagia melihat Artika. Zidan tahu bahwa pria itu begitu mencintai Artika, itu terlihat dari cara pria itu menatap Artika.


Zidan tahu hotel tersebut berada di kota A. Zidan akan kuliah di kota tersebut, supaya dia bisa bertemu dengan kakaknya Artika.


"Kakak tunggu aku. Aku akan mencari kakak" ucap Zidan dalam hatinya.


Berbeda dengan Anggun yang tak ingin melihat Artika bahagia. "Awas saja jika kau berani kembali ke rumah ini Artika, aku akan membuat hidup seperti di neraka" gumam Anggun dalam hatinya.


Terima kasih telah membaca karya saya


Mohon maaf bila terdapat banyak kesalahan

__ADS_1


Mohon kritik dan sarannya


Jangan lupa Vote,like,komen dan share yaa


__ADS_2