
Semua persiapan pernikahan telah di lakukan oleh Afkar dan juga Artika, sesuai ucapan Artika jika semua persiapan sudah dilakukan maka Artika akan mengajak Afkar untuk meminta restu kepada Papanya.
Afkar dan Artika sekarang sedang berada di Kota Z, mereka sedang dalam perjalanan menuju ke rumah Papa Artika.
Artika tahu jika setiap hari Minggu keluarganya pasti akan berada di rumah, itu memang sudah menjadi aturan di dalam keluarga Artika. Setiap hari Minggu mereka tidak akan melakukan kegiatan apapun di luar rumah.
Setelah sampai di depan rumahnya, Artika merasa sangat gugup, Artika takut jika papanya tetap tidak akan menerima kehadiran Artika.
"Sayang, kamu tenang saja. Papamu pasti akan merestui kita" ucap Afkar pada Artika seraya menggenggam tangan Artika.
"Aku takut mas, aku takut jika papa tidak menerima kehadiranku dan dia juga tidak mau mendampingiku di saat kita menikah nanti" ucap Artika dengan nada cemasnya.
"Sudahlah sayang, kamu tidak usah berpikiran negatif begitu, kita harus berpikir positif saja" ujar Afkar dengan lembut.
"Baiklah mas, mari kita masuk" ajak Artika pada Afkar.
Mereka berduapun masuk ke halam rumah papa Artika hingga tiba di depan pintu mereka langsung menekan bel.
Ting....Tong..Ting...Tong..
Zidan yang mendengar bel berbunyi langsung berlari untuk membuka pintu rumahnya.
Alangkah terkejutnya Zidan ketika dia membuka pintu ternyata kakak tirinya yang datang, Zidan sangat senang sehingga dia langsung memeluk Artika.
"Kakak, kenapa baru pulang sekarang, Zidan sangat merindukan kakak" ucap Zidan setelah melepaskan pelukannya dari Artika.
"Maafkan kakak Zidan, kakak baru bisa pulang sekarang. Oh ya kenalkan ini mas Afkar calon suami kakak"ucap Artika memperkenalkan Afkar pada Zidan.
Zidan pun langsung mengulurkan tangannya ke arah Afkar, begitupun Afkar yang menyambut uluran tangan dari Zidan mereka berdua bersalaman dan menyebut nama masing-masing.
"Zidan apakah papa ada di rumah, kakak ingin menemui papa?" tanya Artika dengan hati-hati pada Zidan.
"Papa ada kak di dalam, ayo kakak masuk dulu, dan kakak ipar juga, ayo masuk" ajak Zidan pada Artika dan Afkar.
Artika dan Afkar pun masuk kedalam rumah mengikuti Zidan, dan Zidan juga menyuruh Artika dan Afkar untuk duduk di ruang tamu. Sementara Zidan akan memberitahu Papa dan mamanya jika Artika sudah kembali.
__ADS_1
Tak lama Tuan Hari, Nyonya Diana dan juga Anggun datang dan duduk di ruang tamu tersebut.
"Masih berani juga kamu untuk pulang ke rumah ini, kenapa kamu masih berani menampakkan wajahmu di hadapanku" ucap Tuan Hari dengan nada dinginnya.
"Maafkan Artika pa, Artika kesini hanya ingin memperkenalkan calon suami Artika pa" ucap Artika tidak menghiraukan perkataan Tuan Hari.
"Pa, Artika kemari hanya ingin meminta restu dari papa, Artika akan menikah 2 Minggu lagi, Artika berharap jika papa mau mendampingi Artika nanti" ucap Artika sambil meremas jarinya.
"Kamu tidak perlu meminta restu dariku, karena kamu bukan anakku lagi dan jangan harap aku akan mendampingimu" sarkas Tuan Hari.
"Dan kamu" ucap Tuan Hari seraya menunjuk wajah Afkar dengan telunjuknya.
"Iya om, kenapa dengan saya"ucap Afkar dengan tenang.
"Jika kamu ingin menikahinya, maka kamu harus mengganti seluruh biaya yang telah saya keluarkan untuk membesarkan anak tak tahu diri itu" ucap Tuan Hari seraya menunjuk wajah Artika.
Artika begitu terkejut mendengar ucapan Papanya yang meminta uang ganti rugi karena telah membesarkan dirinya. Artika merasa jika dirinya hanya menjadi beban Papanya selama ini. Air mata Artika pun jatuh dengan bebasnya mendengar ucapan Papanya.
Begitu juga dengan Afkar, dia tak menyangka jika Papa Artika akan meminta dirinya untuk mengganti seluruh biaya yang telah di keluarkan oleh Papa Artika karena membesarkan Artika
"Mengapa ada orang tua seperti ini" ucap Afkar dalam hatinya.
"Kamu harus mengganti sebanyak 10 milyar, jika kamu mampu aku akan merestui kalian" ucap Tuan Hari seraya tersenyum sinis menatap Afkar.
Begitu juga dengan Nyonya Diana dan Anggun, mereka menganggap Afkar tidak memiliki uang sebanyak itu.
"Baiklah Om, aku akan menggantinya jika dengan begitu Om akan memberikan restu untuk kami" ucap Afkar seraya mengambil cek kosong di dalam tas rancel miliknya.
Dengan cepat Afkar menulis cek tersebut dan menyerahkannya pada Tuan Hari.
"Ini cek senilai 20 milyar, 10 milyar untuk mengganti biaya om membesarkan Artika, dan 10 milyar lagi untuk restu yang om berikan kepada kami" ucap Afkar dengan tenang.
Tuan Hari, Nyonya Diana, Anggun serta Zidan hanya bisa tercengang saat Afkar menyebutkan nominal cek tersebut.
Mereka tak menyangka jika Afkar adalah orang kaya, bahkan mungkin sangat kaya karena berani memberikan uang yang begitu besar.
__ADS_1
"Aku harap Om, mau mendampingi Artika nantinya. Maaf kami permisi dulu" ucap Afkar seraya berdiri dan menarik tangan Artika.
"Sayang, ayo kita pergi dari sini" ajak Afkar pada Artika.
Artika hanya menuruti perkataan Afkaer, Artika bingung apa yang harus di lakukannya sehingga dia hanya bisa menangis saja.
Afkar mengajak Artika masuk kedalam mobilnya, melihat tuannya sudah masuk dengan cepat bodyguard Afkar menjalankan mobilnya.
Afkar sengaja menyuruh bodyguard nya untuk menjadi supir, karena Afkar sudah menduga akan terjadi hal seperti ini. Tangis Artika pecah, Afkar segera memeluk Artika dan mengusap kepala Artika dengan lembut untuk menenangkan Artika.
Lama kelamaan tidak ada pergerakan dari Artika, ternyata Artika tertidur di pelukan Afkar akibat kelelahan menangis.
"Kita akan kemana Tuan?" tanya bodyguard Afkar, karena dia tidak tahu kemana tujuan Tuannya.
"Kita ke Resort yang di tepi pantai saja" ucap Afkar yang masih memeluk Artika.
"Baik Tuan" ucap bodyguard tersebut dengan tegas.
Afkar sengaja membawa Artika ke resort miliknya yang berada di dekat pantai. Mungkin nanti setelah Artika bangun Afkar akan mengajak Artika berjalan-jalan di pantai untuk menghibur Artika.
Sementara di rumah Papanya Artika, Nyonya Diana dan Anggun sedang membahas Afkar yang dengan gampang nya memberikan mereka uang yang bernilai fantastis itu.
"Ma, ternyata tunangan Artika begitu kaya ma. Aku harus mencari suami yang lebih kaya ma" ucap Anggun pada Nyonya Diana.
"Kamu benar sayang, tapi sayangnya CEO AG COMPANY itu, sampai sekarang kita masih belum bisa menemukannya" ucap Nyonya Diana dengan nada kecewanya.
"Mama benar, jika aku belum bisa mendapatkan CEO itu, maka Artika juga tidak boleh menikah dengan pria itu ma. Kita harus mencari cara untuk menggagalkan pernikahan mereka ma" ucap Anggun pada Nyonya Diana.
"Kamu tenang saja sayang, mama sudah memiliki rencana agar Artika tidak jadi menikah dengannya" ujar Nyonya Diana dengan penuh percaya diri.
"Mama memang yang paling terbaik" ucap Anggun memuji Nyonya Diana.
Terima kasih telah membaca karya saya
Mohon maaf bila terdapat banyak kesalahan
__ADS_1
Mohon kritik dan sarannya
Jangan lupa Vote,like,komen dan share yaa