Guru Cantik Pujaan Hati

Guru Cantik Pujaan Hati
Bab 38


__ADS_3

Ini adalah hari ke-3 Afkar berada di Kota Z, Afkar dan Artika tetap seperti biasa saling berkomunikasi untuk melepaskan rasa rindu mereka.


Selama Afkar berada di Kota Z, Anggun dan Nyonya Diana secara diam-diam menyewa seseorang untuk selalu memantau kegiatan Afkar, mereka berdua penasaran siapa sebenarnya Afkar.


Karena mereka tidak bisa mendapatkan informasi mengenai Afkar dari hotel tempat Afkar menginap, semua informasi mengenai Afkar sangat susah untuk di dapatkan. Bahkan nama Afkar pun mereka tidak tahu.


Afkar juga tidak terlihat seperti orang-orang dari kalangan bawah, mereka yakin jika Afkar adalah orang kaya. Jika benar Afkar adalah orang kaya, maka Anggun dan Nyonya Diana akan semakin berusaha memisahkan Artika dan Afkar.


Anggun dan Nyonya Diana mencari kesempatan untuk menjalankan rencana mereka, mereka telah menyewa seorang model,yang merupakan teman Anggun untuk melancarkan rencana mereka.


Menurut hasil pemantauan yang di lakukan oleh orang yang Nyonya Diana dan Anggun sewa, Afkar selalu makan siang di Restoran XX, setelah selesai melihat proyek pembangunan seebuah gedung.


Karena orang yang mereka sewa tidak mendapatkan info mengenai gedung tersebut, Nyonya Diana dan Anggun tidak peduli mengenai masalah gedung tersebut.


Yang terpenting bagi mereka adalah bisa menjalankan rencana mereka dengan lancar dan tanpa hambatan.


Cukup lama Nyonya Diana, Anggun serta seorang model yang mereka sewa menunggu kedatangan Afkar. Mereka sudah menunggu hampir 1 jam lamanya, tapi Afkar belum juga datang ke restoran tersebut.


"Ma, kenapa pria itu belum juga datang?" tanya Anggun pada Nyonya Diana yang sudah tidak sabaran menunggu kedatangan Afkar.


"Sabar Anggun, kita tidak boleh terburu-buru, tunggu saja sebentar lagi" ucap Nyonya Diana seraya meminum jus yang ada di atas mejanya.


Tak lama Afkar datang dan duduk di meja paling pojok di restoran tersebut, Afkar sengaja memilih meja paling pojok karena dia ingin mengamati gedung perusahaannya, yang tak lama lagi akan berdiri dengan kokoh di seberang sana.


"Mama, itu dia pria yang Anggun maksud" ucap Anggun kepada Nyonya Diana seraya menunjuk ke arah arah Afkar.


Nyonya Diana pun segera mengikuti arah yang di tunjuk oleh Anggun. Begitu juga dengan Lita, model yang mereka sewa.


"Anggun, kamu yakin pria itu yang kamu maksud, dia sangat tampan " tanya Lita dengan senyum sumringahnya. Karena melihat Afkar yang begitu tampan.


"Iya, ingat kamu harus berakting denga sempurna jangan sampai dia merasa curiga, jika aktingmu bagus aku akan menambahkan bonus untukmu" ucap Anggun tersenyum licik.


"Baiklah, kamu tidak perlu khawatir, aku pasti melakukannya dengan sangat baik" ucap Lita dengan penuh percaya diri.

__ADS_1


Mereka akan menunggu Afkar selesai makan siang untuk melancarkan aksinya.


Tak perlu menunggu waktu yang lama, karena Afkar terlihat sudah menyelesaikan acara makan siangnya, Afkar juga berjalan menuju ke arah kasir untuk membayar makanannya.


Setelah selesai membayar makanannya, Afkar terlihat berjalan ke arah pintu keluar restoran tersebut, Anggun pun menyuruh Lita untuk memulai aktingnya.


Lita segera berjalan ke arah Afkar, dan pura-pura bertabrakan dengan Afkar, sehingga membuat dirinya terjatuh, dengan begitu Afkar akan menolong dirinya.


Tapi semua tak sesuai harapan mereka bertiga, Afkar sama sekali tidak menolong Lita, dan Afkar juga membiarkan Lita jatuh terduduk di lantai.


"Nona, apakah anda tidak mempunyai mata, sehingga anda tidak melihat kalau saya ada di hadapan anda" sarkas Afkar.


"Maafkan saya Tuan, saya sedang buru-buru" ucap Lita memelas dan masih terduduk di lantai.


"Bisakah anda membantu saya berdiri Tuan, sepertinya kaki saya terkikir Tuan" sambung Lita lagi.


"Maaf Nona, tipu daya yang anda mainkan tidak berlaku untuk saya, karena saya sudah banyak melihat wanita penggoda yang berpura-pura jatuh di hadapan saya" ucap Afkar dengan sinis seraya melipat tangan di dadanya.


"Maaf Tuan, saya bukan wanita penggoda. Kenapa anda menghina saya sedangkan anda tidak mengenal saya" ucap Lita memelas.


"Aku tidak perlu mengenalmu, kamu itu hanya orang yang tidak penting. Sekali saja aku melihatmu, aku sudah bisa menyimpulkan kamu itu seperti apa" ucap Afkar dengan acuh tak acuh.


"Kalau kamu merasa dirimu bukan seorang wanita penggoda, tapi mengapa pakaianmu kekurangan kain, apakah saat kamu membeli baju ini kamu kekurangan uang, sehingga bajunya juga kekurangan kain" sarkas Afkar pada Lita.


Para pengunjung Restoran pun mengamati penampilan Lita, yang terlihat seperti wanita penggoda. Dan para pengunjung pun mulai berbisik-bisik.


"Kenapa anda menghina saya Tuan, apakah wanita yang berpakaian seperti ini adalah wanita penggoda. Saya ini adalah seorang model tuan jadi wajar jika saya berpakain seperti ini" ucap Lita seraya berdiri, Lita sudah terpancing emosi sehingga dia lupa akan aktingnya.


"Lihat lah, jika kamu bukan wanita penggoda lalu apa ini, kamu bilang kakimu terkilir kenapa sekarang kamu berdiri dengan tegak di hadapanku" ucap Afkar dengan sinis.


Lita yang menyadari aktingnya telah terbongkar, wajahnya menjadi pucat. Para pengunjung restoran pun menyoraki Lita.


Mereka semua membenarkan apa yang di katakan oleh Afkar, dan sangat mendukung aksi Afkar terutama para wanita.

__ADS_1


"Saya rasa kamu ini bukan seorang model, dan kamu juga tidak cocok menjadi seorang model. Kamu lebih cocok menjadi seorang ******, yang menjajakan tubuhmu" sarkas Afkar seraya berjalan keluar restoran tersebut.


Semua pengunjung restoran bersorak atas aksi Afkar dan mereka juga menyoraki Lita.


Setelah Afkar meninggalkan Restoran, Afkar langsung masuk ke dalam mobilnya dan meninggalkan Restoran tersebut.


Sebenarnya Afkar sudah tahu kalau itu semua adalah rencana dari Nyonya Diana dan Anggun, karena Afkar sudah mendaptakan laporan dari para bodyguard nya yang selalu diam-diam mengikuti dirinya.


Afkar memang tidak pernah menampakkan bodyguard di didekatnya, tapi para bodyguard nya selalu melindungi dan memastikan keselamatan dan keamanan Afkar dari kejauhan.


"Berani-beraninya mereka bermain-main denganku, mereka belum mengenal siapa aku sebenarnya, tapi dengan berani mereka ingin bermain denganku" ucap Afkar dalam hatinya seraya menyeringai iblis.


Sementara di restoran Anggun sedang memarahi Lita, karena rencananya gagal total.


"Kamu ini bagaimana sih Lita, hal seperti itu saja kamu tidak bisa" ucap Anggun dengan kesal.


"Anggun, kamu lihat sendiri kan pria itu menghinaku di depan semua orang. Aku tak menyangka pria itu selain memiliki wajah tampan dia juga memilik mulut yang cukup pedas" ucap Lita dengan kesal, karena dirinya telah di hina oleh Afkar.


"Sudahlah, Lita ini bayaranmu, tapi untuk bonus kamu tidak mendapatkannya" ucap Nyonya Diana seraya memberikan amplop coklat berisi sejumlah uang ke arah Lita.


"Terima kasih Tante, jika Tante perlu bantuanku lagi, hubungi saja aku" ucap Lita seraya menerima amplop tersebut dari Nyonya Diana.


"Baiklah, karena aku sudah mendapatkan bayaranku. Aku pergi dulu bye Anggun, bye Tante" ucap Lita seraya meninggalkan Nyonya Diana dan Anggun.


Nonya Diana dan Anggun, begitu kesal karena rencana mereka tidak berhasil, karena rencana mereka tidak berhasil kali ini. Mereka berduapun kembali menyusun rencana lain lagi.


Terima kasih telah membaca karya saya


Mohon maaf bila terdapat banyak kesalahan


Mohon kritik dan sarannya


Jangan lupa Vote,like,komen dan share yaa

__ADS_1


__ADS_2