Guru Cantik Pujaan Hati

Guru Cantik Pujaan Hati
Bab 58


__ADS_3

Setelah semua perbuatan Lara terbongkar, Lara dan kedua orang tuanya pergi dari rumah Afkar. Sebelum Lara pergi, Lara meminta maaf pada Afkar atas perbuatannya.


Namun Afkar tak menghiraukan permintaan maaf Lara, Afkar hanya memberikan ancaman pada Lara, untuk tidak pernah menampakkan diri di hadapan Afkar dan keluarganya lagi.


Jika Lara berani menampakkan dirinya di hadapan Afkar dan keluarganya, Afkar tidak akan segan-segan untuk menghancurkan Lara.


Saat ini Afkar sedang berada di kantornya, tiba-tiba saja ada seorang OB yang mengetuk pintu ruangannya. Afkarpun mempersilahkan OB tersebut untuk masuk ke dalam ruangannya.


"Maaf pak, saya hanya ingin memberikan amplop ini pada Bapak" ucap Ob tersebut, seraya memberikan amplop tersebut pada Afkar.


"Ini amplop apa ya, dari siapa?" tanya Afkar pada OB tersebut.


"Saya tidak tahu pak, saat saya sedang membersihkan kaca depan di bawah, ada seorang wanita berpakaian serba hitam, di memberikan amplop ini pada saya, dia hanya mengatakan bahwa ini untuk bapak, dan harus di berikan kepada bapak sekarang juga" jawab OB tersebut.


"Apakah kamu melihat wajahnya, seperti apa wajah wanita itu?" tanya Afkar penasaran


"Wanita itu menggunakan topi dan juga masker pak, jadi wajahnya tidak kelihatan. Wanita itu juga langsung pergi setelah memberikan amplop itu pak" jawab OB tersebut.


"Baiklah kalau begitu kamu boleh keluar dari ruangan saya, lanjutkan pekerjaanmu" ujar Afkar. OB tersebut langsung keluar dari ruangan Afkar dan melanjutkan pekerjaannya.


Setelah OB tersebut keluar, Afkar segera membuka amplop itu, dan ternyata hanya sebuah surat yang isinya.


Hai mas, maafkan aku. Aku *pergi secara tiba-tiba dan tidak memberikan kabar padamu. Aku menulis surat ini untukmu mas, orang yang paling aku cintai.


Maafkan aku mas, aku pergi karena aku tak ingin menjadi sumber masalah dalam pernikahanmu. Walaupun kamu sudah menjelaskan semuanya padaku*.


*Aku yakin jika mbak Lara melakukan itu semua karena dia sangat mencintaimu. Aku harap kamu belajar mencintainya juga mas.


Mas, pernikahan adalah suatu hal yang begitu sakral di hadapan Tuhan, kita tidak bisa mempermainkan pernikahan.


Bukannya aku tak mencintaimu, tapi aku tidak ingin menjadi egois karena perasaan cinta.


Aku sadar mas, jika cinta tak harus saling memiliki. Jika kita memang berjodoh kita akan di persatukan nantinya.


Hiduplah dengan baik setelah kepergianku,jangan mencariku lagi. Aku pergi hanya ingin menata hatiku kembali. Jangan mengkhawatirkan aku mas, aku baik-baik saja.


Jika hatiku sudah tertata kembali, aku akan datang menemuimu dan Aydan. Itupun jika kamu masih mau bertemu denganku.


Sampaikan salam sayang dan cintaku pada Aydan, katakan padanya jika aku sangat menyayangi nya. Jadilah anak yang pintar dan bisa menjadi kebanggaan keluarga.


Mas, jika suatu saat nanti kita bertemu, aku ingin mendengar cerita yang baik tentangmu. Aku ingin melihatmu hidup dengan bahagia bersama keluargamu.

__ADS_1


Mas, semoga kamu dan mbak Lara hidup bahagia, aku selalu mendo'akan mu dari kejauhan.


 


Salam Sayang*


 


*Artika*


 


 


"Kami salah sayang, aku tidak akan bahagia bila tidak bersamamu" ucap Afkar setelah membaca surat itu.


"Dan aku akan selalu menunggumu kembali, sampai kamu selesai menata hatimu. Mas janji jika kita bertemu nanti kamu pasti mendengar cerita yang baik tentang mas"ujar Afkar seraya menangis.


"Sayang, mas sudah membuktikan pada semua orang jika mas tidak bersalah dan mas hanya di jebak. Mas juga sudah mengurus perceraian mas dan Lara. Mas akan menunggu dirimu sayang" air mata Afkar lirih sekita, Afkar masih menggenggam dengan erat surat tersebut.


Namun sedetik kemudian, Afkar menghapus air matanya dan melipat surat tersebut. Afkar bertekad akan menjalani hidupnya dengan baik sesuai dengan pesan Artika.


Afkar merasa bahagia mendapat surat dari Artika, walaupun Artika tidak mengatakan keberadaannya sekarang. Tapi setidaknya dia tahu bahwa Artika baik-baik saja. Dan Artika berjanji akan menemui dirinya nanti.


Setelah mendapat surat dari Artika, Afkar kembali lagi ke rumahnya, dan Afkar juga tidak pernah ke club malam lagi. Begitu juga dengan Aydan yang semakin giat belajar.


Aydan hanya berbicara pada Afkar saja, begitu juga sebaliknya. Tapi bila dengan orang lain hanya sikap dingin dan tanpa ekspresi yang di tunjukkan oleh keduanya.


"Bunda, Azreel kadang bingung melihat tingkah Aydan dan Afkar yang begitu mirip, apa jangan-jangan Aydan ini anak kandung Afkar Bun?" tanya Azreel yang tak habis pikir pada putranya.


"Bunda juga bingung Azreel. Bunda hanya berharap semoga Afkar cepat menemukan keberadaan Artika. Bunda sudah tidak sanggup melihat Aydan dan Afkar seperti itu" jawab Nyonya Anita frutasi.


"Bunda benar, kemana Artika pergi sebenarnya, bahkan orang-orang yang di suruh mencari Artika tidak bisa menemukannya" ucap Azreel membenarkan perkataan Nyonya Anita.


Waktu begitu cepat berlalu, 2 tahun sudah Artika pergi dari kehidupan Afkar dan Aydan.


Artika sudah menyelesaikan pendidikan S2 nya, dengan hasil yang sanag memuaskan. Hanya memerlukan waktu 1.5 tahun bagi Artika menyelesaikan pendidikannya.


Artika memutuskan untuk menjadi seorang dosen di salah satu universitas di London. Artika telah menjadi dosen selama 3 bulan, karena umur Artika yang begitu muda dan dia juga sangat cantik sehingga dia menjadi idola baru bagi mahasiswa maupun rekan sesama dosen.


Banyak mahasiswa yang terang-terangan menyatakan perasaanya pada Artika. Bahkan setiap Artika sedang mengajar di kelas,selalu saja ada mahasiswa yang menggodanya. Artika tidak pernah menanggapi hal itu, dia hanya fokus mengajar saja.

__ADS_1


Afkar akan pergi ke London untuk melakukan perjalanan bisnis, tidak lupa dia juga mengajak Aydan pergi. Karena semenjak Artika pergi, kemanapun Afkar pergi, Aydan akan selalu ikut serta.


Afkar juga sudah mengumumkan kepada publik bahwa dirinya adalah CEO dari AG COMPANY. Afkar tidak ingin menutupi identitasnya lagi, karena dengan membongkar identitasnya orang akan tunduk akan kekuasaannya yang dimiliknya , sehingga tidak ada yang berani mengusik kehidupannya.


Di sore hari sepulang mengajar, Artika pergi mengunjungi Kew Garden untuk menikmati gugurnya bunga sakura, sama seperti tahun-tahun sebelumnya.


"Ini adalah musim gugur ketiga selama aku berada di London. Saat pertama kali aku datang, di London juga sedang musim gugur" ucap Artika dalam hatinya.


Artika berjalan mengelilingi Kew Garden, seorang diri tanpa pengawalan dari anak buah Ryan.


Afkar juga mengajak Aydan pergi ke Kew Garden untuk nikmati gugurnya bunga Sakura. Afkar berjalan seraya menggandeng tangan Aydan.


"Sayang, dimana kamu sekarang. Mas sangat merindukanmu, mas bersumpah jika kita bertemu lagi mas tidak akan membiarkan kamu pergi lagi" gumam Afkar dalam hatinya mengingat Artika.


Aydan melihat seorang wanita yang sedang berdiri seraya memandangi kelopak bunga Sakura yang berjatuhan. Wanita itu begitu mirip dengan Artika.


"Mamiii" ucap Aydan dengan lirih namun Afkar masih bisa mendengar ucapan Aydan.


"Ada apa Aydan?"tanya Afkar seraya menoleh ke arah Aydan.


"Pi, itu mami kan Pi. Aydan gak salah lihat kan pi?" tanya Aydan dengan antusias seraya menunjuk ke arah seorang wanita yang berdiri tak jauh dari tempat mereka. Afkar pun mengikuti arah yang tunjuk oleh Aydan.


Deghh...


Jantung Afkar berdetak dengan sangat cepat begitu melihat melihat wanita itu.


"Sayang, benarkah itu kamu" ucap Afkar dalam hatinya.


Aydan langsung melepaskan tangan Afkar, dan berlari ke arah wanita tersebut.


"Mamiiiiii" ucap Aydan seraya memeluk kaki wanita tersebut.


Artika segera melihat kebawah, siapa yang memeluk kakinya, dan suara itu tidak asing di telinga Artika.


"Aydan" ucap Artika yang terkejut melihat Aydan yang sudah memeluk kakinya dengan sangat erat seraya menangis.


Terima kasih telah membaca karya saya


Mohon maaf bila terdapat banyak kesalahan


Mohon kritik dan sarannya

__ADS_1


Jangan lupa untuk Vote,like,komen dan share yaaa


__ADS_2