Guru Cantik Pujaan Hati

Guru Cantik Pujaan Hati
Bab 63


__ADS_3

Banyak mahasiswa yang memperhatikan kedatangan Afkar dan Aydan. Para mahasiswi juga merasa kagum melihat ketampanan Afkar. Mereka semua bertanya-tanya apakah Artika sudah menikah dan memiliki anak, karena mereka bertiga tampak seperti keluarga bahagia.


"Haii semuanya, kenalkan aku Afkar CALON SUAMI dari Nona Artika" ucap Afkar pada mahasiswa dan mahasiawi yang sedang berkumpul dan menekankan kata calon suami.


Mendengar kata calon suami yang di ucapkan oleh Afkar, banyak para mahasiswa yang menyukai Artika menjadi patah hati bersamaan, saat mengetahui jika dosen idola mereka sudah memiliki calon suami.


Banyak yang memberikan pujian pada Afkar dan Artika, jika mereka berdua merupakan pasangan yang sangat serasi.


Kini terjawab sudah rasa penasaran mereka semua. Pantasan saja Artika tidak pernah melirik pria lain dan selalu menolak setiap mahasiswa yang menyatakan perasaan padanya, ternyata Artika sudah memiliki calon suami yang sangat tampan dan juga mapan, itu terlihat dari penampilan Afkar yang terlihat berkelas.


Afkar menatap tajam ke arah mahasiswa yang tadinya berlutut di hadapan Artika. Mendapat tatapan tajam dari Afkar, mahasiswa tersebut segera pergi dari hadapan semua orang. Begitupun para mahasiswa dan mahasiswi yang sedang berkumpul mereka semua segera membubarkan diri.


"Mas, kok kamu bisa tahu aku ada di sini?"tanya Artika pada Afkar, karena Artika tidak memberitahukan kepada Afkar di kelas mana dirinya sedang mengajar, Artika hanya memberitahukan nama kampusnya saja.


"Itu hal yang mudah bagi mas sayang. Oh ya, apakah kamu sudah selesai mengajar, jika belum aku dan Aydan akan menunggu di kantin saja" tanya Afkar pada Artika.


"Aku sudah selesai mas, kita bisa pulang sekarang. Tak lama lagi kak Xavier akan sampai, aku ingin memasak makanan kesukaan kak Xavier. Aku sanagt merindukannya "ujar Artika.


Mereka bertigapun segera pulang ke mansion Ryan, di dalam perjalanan hanya ada suara canda dan tawa dari Aydan dan Artika. Afkar sangat bahagia melihat Aydan yang sudah bisa ceria lagi.


Tak lama mobil yang mereka tumpangi sampai di mansion Ryan, mereka bertiga segera masuk ke dalam mansion tersebut. Artika segera memerintahkan pelayan untuk menyiapkan makan siang untuk mereka.


Pelayan itu pun segera melaksanakan perintah Artika, setelah selesai meyiapkan makanan, pelayan tersebut memberitahu Artika, jika makanannya sudah siap.


Artika segera mengajak Afkar dan Aydan untuk makan siang bersama. Di saat mereka sedang menikmati makanan tersebut, Raissa datang dengan membawa banyak belanjaan.


Raissa segera menyuruh pelayan untuk membawa belanjaan tersebut ke dalam kamarnya, dan ada beberapa yang di tinggalkan di bawah. Raissa pun bergabung bersama Afkar, Artika dan Aydan di meja makan. Raissa juga ikut makan siang bersama.

__ADS_1


Setelah selesai makan, Raissa mengajak Aydan dan Afkar untuk ke ruang keluarga, sementara Artika membantu para pelayan membersihkan meja makan. Artika juga membantu para pelayan untuk menyiapkan bahan-bahan untuk Artika masak nanti.


Artika memberitahukan jika makan malam nanti Artika yang akan memasaknya, untuk menyambut kedatangan Xavier. Setelah selesai, Artika ikut menyusul Afkar, Aydan serta Raissa di ruang keluarga.


Artika di buat terkejut saat melihat Raissa membongkar belanjaannya. Ternyata Raissa membelikan Aydan beberapa pakaian, dan juga mainan.


"Raissa buat apa kamu membelikan Aydan pakaian dan mainan?"tanya Artika pada Raissa.


"Ini hadiah dariku, untuk Aydan. Aku sangat menyukainya, tapi dia tidak menghiraukan aku. Dia selalu saja menempeli dirimu. Yang lebih aku herankan lagi, kenapa dia bisa dekat sama kak Ryan si manusia tanpa ekspresi itu" gerutu Raissa.


Artika hanya menggelengkan kepalanya saja seraya menatap Raissa yang sibuk mengajak Aydan berbicara tapi Aydan hanya mengacuhkannya.


Artika menasehati Aydan, supaya tidak mengacuhkan Raissa. Alhasil Aydan mau merespon ucapan Raissa walau hanya sesekali saja. Artika tahu, jika Aydan tidak mudah untuk dekat dengan orang yang baru di kenalnya. Tapi Aydan sekarang sangat berbeda dengan Aydan yang dulu.


"Mas, kenapa aku merasa sikap kamu dan Aydan sekarang berubah mas. Apa yang terjadi pada kalian?"tanya Artika dengan nada penuh kekhawatiran.


"Tolong jelaskan semuanya mas, aku ingin tahu apa uang terjadi sama Aydan saat aku pergi" tanya Artika lagi.


"Sudahlah sayang, jangan di bahas lagi. Yang terpenting sekarang kami berdua sudah menemukanmu dan kita tidak akan berpisah lagi " jawab Afkar menatap Artika dengan penuh kerinduan.


Artika tidak menanyakan hal tersebut lebih lanjut lagi. Mungkin Afkar enggan untuk menceritakannya sekarang Namun Artika akan menca tahu nanti.


Afkar berpamitan pada Artika karena akan bertemu dengan kliennya di sebuah restoran, untuk membahas masalah kerja sama antar perusahannya. Setelah kepergian Afkar, Artika mengajak Aydan unutuk beristirahat di kamarnya.


Artika dan Aydan tertidur dengan sangat lelap, hingga pukul 5 sore Artika terbangun dari tidurnya. Karena hari sudah sore Artika turun ke bawah menuju dapur untuk memasak makanan untuk Xavier. Artika tidak sabar ingin bertemu dengan Xavier.


Xavier tiba di mansion Ryan tepat pukul 7 malam. Kedatangan Xavier telah di nantikan oleh Artika. Begitu melihat Xavier yang masuk ke dalam mansion Ryan, Artika segera berlari ke arah Xavier dan langsung memeluk Xavier dengan erat.

__ADS_1


"Aku merindukanmu kak,sangat"ucap Artika seraya mengeratkan pelukannya.


"Kakak juga sangat merindukanmu" ucap Xavier pada Artika yang kini sedang berada dalam pelukannya.


Xavier dan Artika melepaskan pelukannya, Artika mengajak Xavier untuk malam malam dulu, karena Artika sudah memasak makanan kesukaan Xavier. Mereka semua duduk di meja makan dan memulai makan malam dengan suasana yang hening. Xavier hanya memperhatikan Afkar, Xavier memang sudah mengetahui jika Afkar dan Artika sudah bertemu.


Setelah menyelesaikan makam malam, mereka semua berkumpul di ruang keluarga, Xavier dan Ryan sibuk membahas masalah bisnis mereka.


"Afkar, ada hal yang ingin aku bicarakan. Ikut aku dan Ryan, kita akan taman belakang" ucap Xavier dengan tiba-tiba pada Afkar.


"Apa yang kamu bicarakan dengan Afkar kak, kenapa tidak bicara di sini saja" ucap Artika demga nada khawatirnya. Artika takut jika Xavier akan memukul Afkar seperti dulu lagi.


"Kamu tenang saja Artika, kakak tidak akan memukul Afkar, jika itu yang kamu takutkan" ujar Xavier yang tahu apa yang sedang di khawatirkan oleh Artika.


"Aku akan baik-baik saja sayang, kamu tenang saja" ucap Afkar pada Artika, seraya berjalan mengikuti Xavier dan juga Ryan.


Setelah sampai di taman, Xavier mengajak Afkar untuk duduk


di kursi yang memang tersedia di taman tersebut.


Terima kasih telah membaca karya saya


Mohon maaf bila terdapat banyak kesalahan


Mohon kritik dan sarannya


Jangan lupa untuk Vote,like,komen dan share yaaa

__ADS_1


__ADS_2