Guru Cantik Pujaan Hati

Guru Cantik Pujaan Hati
Bab 8


__ADS_3

Sekarang Afkar dan Rudi sudah berada di area parkir sekolah Aydan, jangan heran kalau Afkar dengan mudah untuk masuk ke dalam sekolah Aydan, karena Afkar adalah anak dari pemilik sekolah tersebut.


"Masih lama gak nih kita nunggunya, gue sudah gak sabar buat lihat gadis pujaan hati loe?"tanya Rudi penasaran.


"Sabar, bentar lagi juga dia akan selsai mengajar" jawab Afkar.


Tak berselang lama Artika sudah berdiri di depan kelas Aydan, dan dia melakukan hal seperti biasanya yaitu menyalami para muridnya dengan penuh canda dan tawa.


"Nah itu dia, pujaan hati gue, coba loe lihat gue gak salah pilihkan" ucap Afkar seraya menunjuk ke arah Artika.


Rudi pun langsung melihat kearah yang di tunjuk oleh Afkar. Rudi yang melihat Artika yang begitu cantik dan anggun langsung terpesona.


Tapi ketika Rudi melihat wajah Artika seperti tidak asing bagi Rudi, dia merasa bahwa gadis pujaan hati Afkar adalah Artika sahabat pacarnya.


"Ehh tunggu deh, kok gue kayak kenal ya sama itu cewek. Namanya Artika bukan?" tanya Rudi pada Afkar untuk memastikan bahwa gadis yang sedang mereka perhatikan adalah sahabat Siska pacarnya Rudi.


Rudi memang sudah lama tidak pernah bertemu dengan Artika , semenjak Siska memutuskan untuk kuliah di London.


Dulu ketika Siska masih SMA, Rudi sering menjangak teman-teman Siska untuk makan siang. Terkadang Rudi juga mengantar Siska dan teman-temannya pulang.


Rudi dan Siska juga sering makan di Warteg milik Artika. Rudi sangat menyukai masakan di Warteg tersebut. Tapi sudah 3 tahun ini Rudi tidak pernah datang ke sana lagi.


"Kok loe bisa tahu namanya Artika, jangan bilang kalau dia adalah cinta masa kecil loe"sarkas Afkar pada Rudi, karena Rudi memang tidak pernah mengenalkan Afkar pada Siska.


"Loe ngomong apaan sih, Ya bukan Artika lah cinta masa kecil gue. Artika itu sahabatnya Siska cinta masa kecil gue. Siska dan Artika itu satu SMA, cuma bedanya Artika kuliah di Indonesia dan Siska di luar Negeri" jelas Rudi pada Afkar.


"Kalau loe memang benaran suka sama Artika, gue bakalan dukung dan bantuin loe. Tapi kalau loe cuma main-main gue orang pertama yang akan ngelarang loe buat dekatin Artika" sambung Rudi lagi.

__ADS_1


"Kok loe ngomong gitu, gue itu serius benaran suka sama Artika, gak ada niatan buat main-main" sarkas Afkar tak terima dengan ucapan Rudi.


"Oke, gue percaya sama Loe. Karena gue tahu gimana loe, Kitakan sudah sahabatan lama jadi gue paham akan diri loe" ucap Rudi.


"Tapi apakah keluarga loe bakalan setuju dengan pilihan loe. Asal loe tahu Artika itu bukan dari kalangan atas seperti kita. Dia itu hidup susah, tapi dia anak yang baik, ramah, sopan, serta rajin" sambung Rudi.


"Loe salah kalau ngomong keluarga gue gak setuju sama Artika, asal loe tahu Bunda gue sudah anggap Artika sebagai anaknya sendiri. Malahan Bunda bahagia banget dengar gue suka sama Artika" jelas Afkar pada Rudi.


Rudi memang tidak mengetahui kalau Bunda Afkar sudah mengenal Artika, dan Afkar pun tak pernah bercerita.


"Kok loe baru ngomong sekarang ke gue kalau Tante Anita kenal sama Artika, loe juga baru tadi bilang ke gue" tanya Rudi penasaran sejak kapan Afkar dan Bundanya mengenal Artika.


"Gue baru kemarin ketemu dan kenal sama Artika. Kalau Bunda sudah sekitar semingguan kenal sama Artika, yah selama gue di Singapura"jelas Afkar.


Rudi yang mendengar penjelasan Afkar hanya melongo saja, Rudi tak menyangka jika hanya dalam waktu 1 Minggu Artika sudah mampu membuat Tante Anita menyukainya.


Tak lama terlihat Aydan bergandengan tangan bersama Artika menuju kearah parkiran mereka terlihat tertawa bersama.


Afkar yang melihat itu semua menjadi sedih, andaikan Kak Santi masih hidup, mungkin Aydan tak kan kekurangan kasih sayang seorang ibu.


Melihat Artika dan Aydan yang semakin mendekat, Afkar dan Rudi segera menghampiri Aydan dan Artika.


"Hai Artika, Apa kabar masih ingat gak sama kak Rudi"sapa Rudi pada Artika, seraya mengulurkan tangannya untuk bersalaman.


Artika pun menjabat tangan Rudi, "Hai Kak Rudi, iya Artika masih ingat sama Kak Rudi. Sudah lama kita tidak bertemu, hampir 3 tahun yaa kita tidak bertemu, Kakak apa kabar?" tanya Artika pada Rudi.


"Kakak baik Artika, kamu juga sekarang gimana kabarnya. Apakah kamu berjualan di Warteg bersama nenekmu"tanya Rudi pada Artika.

__ADS_1


Artika yang mendengar pertanyaan dari Rudi, raut wajahnya langsung berubah menjadi sendu, karena mengingat almarhum neneknya yang sudah tiada.


"Iya kak Artika masih berjualan di Warteg, dan untuk nenek, Nenek sudah meninggalkan Artika setelah Artika lulus SMA" ucap Artika pada Rudi.


"Maafkan Kak Rudi Artika, Kak Rudi tidak tahu kalau nenek sudah meninggal" ucap Rudi penuh penyesalan.


"Iya kak, tidak apa-apa. Kalau begitu Artika pamit ya, Artika buru-buru mau ke kampus, untuk memperbaiki skripsi Artika"jelas Artika.


"Oh, baiklah kalau begitu sampai jumpa. Dan hati-hati di jalan"ucap Rudi.


Sementara Afkar hanya menjadi pendengar yang baik saat Artika dan Rudi mengobrol. Mendengar Artika yang pamit Afkar langsung membuka suara.


"Artika jangan lupa lain kali kita akan makan siang bersama" ucap Afkar mengingatkan Artika.


"Iya Afkar, kita akan makan siang bersama nanti, jika ada waktu. Baiklah kalau begitu, Afkar, Kak Rudi, Artika pamit ya" ucap Artika seraya memakai helm dan menaiki sepeda motornya.


"Aydan sampai jumpa besok, salam yaa buat Oma Aydan dadaah" ucap Artika pada Aydan


"Iya Kakak cantik, nanti akan Aydan sampaikan pada Oma dadaah kakak cantik sampai jumpa besok juga" ucap Aydan pada Artika.


Setelah berpamitan Artika langsung memajukan motornya kearah gerbang sekolah.


Melihat Artika yang sudah pergi, Afkar, Aydan dan Rudi langsung menaiki mobil Afkar, dan mengantar Aydan pulang kerumah Afkar.


Terima kasih sudah mampir di karya saya.


Mohon kritik dan sarannya

__ADS_1


jangan lupa Vote, like ,komen dan share yaa


__ADS_2