Guru Cantik Pujaan Hati

Guru Cantik Pujaan Hati
Bab 30


__ADS_3

Anggun mengikuti Artika dan Afkar secara diam-diam, dia ingin mengetahui apa saja yang di lakukan oleh Artika.


Anggun ingin mengamati situasi antara Afkar dan Artika, jika dia sudah mendapatkan celahnya, dia akan mempermalukan Artika di hadapan tunangannya itu.


Anggun tidak bisa dengan leluasa bergerak, karena mereka saat ini sedang berada di dalam mall, Anggun takut akan reputasinya menjadi rusak karena dia adalah seorang model.


Anggun tak ingin mendapat citra yang buruk di mata penggemarnya. Jadi sebisa mungkin Anggun akan bersikap baik saat dia berada di depan publik atau saat di tempat umum seperti ini.


Saat ini Artika dan Afkar sedang berada di toko pakaian wanita. Afkar menemani Artika membeli pakaian, saat membayar pakaian milik Artika, Afkar menggunakan Black Card untuk membayar pakaian milik Artika.


Itu semua tidak luput dari pengamatan Anggun, ternyata tebakan Anggun sangat tepat. Afkar adalah orang kaya pikir Anggun. Karena Black Card hanya di gunakan oleh para miliader tertentu saja.


"Awas saja kau Artika, aku akan menghancurkan kamu. Tunanganmu itu tidak ada apa-apa di banding dengan CEO AG COMPANY calon tunangan masa depanku" gumam Anggun dalam hatinya.


Anggun mengikuti Afkar dan Artika sampai ke area parkiran, karena area parkir lumayan sepi, Anggun segera menghampiri Artika.


"Oh.... lihat lah, sekarang kita bertemu lagi Artika" ucap Anggun dengan senyum sinisnya.


"Ang....Ang...Anggun" ucap Artika tergagap karena Anggun sudah berdiri di hadapannya saat ini.


"Iya ini Aku Artika, Anggun saudara tirimu. Kenapa kau begitu kaget melihat aku di sini. Kau takut rahasiamu terbongkar, di hadapan tunanganmu yang tampan ini" Sarkas Anggun pada Artika.


"Hai tampan, aku tahu kamu adalah tunangan dari saudara tiriku ini"ucap Anggun menyapa Afkar seraya tersenyum menggoda.


"Iya aku adalah tunangan dari Artika, apa ada masalah jika kami berdua bertunangan" ucap Afkar dengan tenang.


Afkar memang sudah mengetahui bahwa Anggun adalah saudara tiri dari Artika, tapi di hadapan Artika dia pura-pura tidak mengetahui masalah tentang keluarga Artika.


"Memang tidak masalah, tapi aku sangat menyayangkan pria setampan dirimu mendapatkan perempuan murahan seperti dia" sarkas Anggun sambil menunjuk ke arah Artika.

__ADS_1


"Asal kamu tahu, dia ini anak yang tidak di inginkan oleh Papanya sendiri, dia ini juga anak pembawa sial, dan dia juga perempuan murahan yang merayu laki-laki dengan wajah sok polos dan tubuhnya" sambung Anggun dengan nada sinisnya.


"Benarkah, aku sangat berterima kasih karena kamu telah memberitahu aku akan hal ini" ucap Afkar dengan nada tenangnya.


Anggun mendengar Afkar yang berterima kasih pada dirinya, dia merasa Afkar mempercayai semua ucapannya.


Artika hanya bisa menangis, dia pasrah jika Afkar akan meninggalkan dirinya. Dan Artika akan menjelaskan semuanya pada Afkar nanti.


"Cukup Anggun, mengapa kamu selalu seperti ini, apa salahku padamu. Aku sudah pergi jauh dari kehidupan kalian. hiks....hiks...hikss..." ucap Artika seraya menangis.


Dengan sigap Afkar menggenggam tangan Artika, untuk memberikan kekuatan pada Artika melalui genggaman tangannya.


"Kamu itu tidak pantas untuk bahagia Artika. Dasar wanita murahan, tidak tahu diri"desis Anggun menatap tajam kearah Artika.


"Maaf nona, apakah kamu sudah selesai. Jika sudah aku ingin segera pergi dengan tunanganku" tanya Afkar dengan santainya ke arah Anggun.


"Iya aku sudah selesai, tampan kamu harus segera meninggalkan perempuan murahan dan pembawa sial ini. Jika kamu tidak meninggalkannya, aku akan membuat hidupmu menderita" ucap Anggun mengancam Afkar.


"Kenapa aku harus meninggalkannya, dan siapa kamu. Kenapa aku harus mengikuti ucapanmu" tanya Afkar pada Anggun.


"Hahhaaa... Aku adalah seorang model papan atas yang terkenal, dan aku juga calon tunangan dari CEO AG COMPANY. Seorang pengusaha muda yang sukses dan penuh kekuasaan" jawab Anggun dengan penuh percaya diri sambil menertawakan Afkar.


"Bagi calon tunanganku untuk menghancurkan dirimu itu sangat mudah, semudah membalikkan telapak tangannya" sambung Anggun lagi.


"Ohh.... benarkah, calon tunanganmu adalah CEO dari AG COMPANY. Tapi sayangnya aku tidak percaya akan ucapanmu dan aku juga tidak takut dengannya" ucap Afkar dengan santai seraya mengepalkan tangannya menahan amarah.


"Berani-beraninya wanita ini mengaku sebagai calon tunanganku di depan tunanganku sendiri. Awas saja kau, aku akan menghancurkan mu tanpa tersisa" gumam Afkar dalam hatinya.


Artika yang mendengar pengakuan dari Anggun menjadi ragu, benarkah Afkar akan bertunangan dengan Artika.

__ADS_1


"Iya benar, jika kamu tidak percaya aku akan kirimkan surat undangan pertunanganku nanti" ucap Anggun dengan bangga.


"Baiklah, aku akan menunggu undangan dari mu nona. Maaf kami harus pergi dulu, karena kami akan berkencan" ucap Afkar meninggalkan Anggun.


Afkar menggandeng tangan Artika berjalan ke arah mobil milik Afkar, dengan segera Afkar membukakan pintu mobil, dan menyuruh Artika untuk masuk.


Afkar segera menjalankan mobilnya meninggalkan Anggun yang masih kesal, kenapa Afkar tidak terpengaruh akan ucapannya.


"Kalian lihat saja nanti, aku akan membuat kalian berdua menderita, tunggu saja jika aku sudah menjadi istri dari CEO AG COMPANY" ucap Anggun dalam hatinya.


Afkar dan Artika sedang berada di dalam mobil, suasana di dalam mobil terasa hening. Artika kalut dengan pikirannya, Artika takut jika Afkar akan meninggalkan dirinya setelah Afkar tahu bahwa Artika di usir dari rumah oleh Papanya sendiri.


Belum lagi, ucapan yang tidak baik tentang dirinya yang di ucapkan oleh Anggun tadi.


Sementara Afkar fokus menyetir, Afkar sengaja membiarkan Artika dan tidak mengajak Artika untuk mengobrol. Supaya pikiran Artika menjadi tenang dulu.


Afkar akan mengajak Artika ke pantai, supaya pikiran Artika menjadi tenang dan dia tidak akan menanyakan apapun pada Artika, biarlah Artika yang akan bercerita tentang masalahnya nanti.


Afkar hanya akan menjelaskan tentang pengakuan Anggun yang mengatakan akan bertunangan dengan dirinya, yang selaku CEO dari AG COMPANY.


Afkar tahu jika Anggun hanya mengada-ada saja, atau mungkin ada seseorang yang mengaku menjadi dirinya.


Secepatnya Afkar akan mencari tahu kebenaran itu semua, dan Afkar berharap jika Artika tidak akan terpengaruh akan ucapan Anggun tadi.


"Sayang, aku akan membalas semua orang yang telah melukaimu, dan membuatmu menangis. Aku sangat sakit melihat air matamu"gumam Afkar dalam hatinya.


Terima kasih telah membaca karya saya


Mohon maaf jika terdapat banyak kesalahan

__ADS_1


Mohon kritik dan sarannya


jangan lupa vote,like,komen dan share yaa


__ADS_2