
Afkar mengajak Artika untuk masuk kedalam rumahnya, Afkar langsung membuka pintu, seketika semua orang yang sedang berada di ruang tamu menoleh.
"Mamiiiiii..."teriak Aydan dan berlari ke arah Artika sambil merentangkan tangannya, menandakan Aydan ingin di peluk oleh Artika.
"Aydan kangen mami" ucap Aydan lagi.
Artikapun segera memeluk Aydan " Mami juga kangen sama Aydan" ucap Artika membalas ucapan Aydan.
Cup..
Aydan langsung mencium pipi Artika dan berkata "I Miss You so much mami".
Afkar merasa cemburu melihat kedekatan Aydan dan Artika. Setiap bertemu dengan Artika, Aydan akan memonopoli Artika untuk dirinya sendiri.
"Heiii.... anak kecil jangan asal main serobot aja. Setiap hari sudah bertemu kamu masih bilang I Miss you " ucap Afkar yang kesal akan kelakuan Aydan.
"Heeiii papi, Aydan itu kangen sama mami,walaupun sudah bertemu setiap hari tetap saja Aydan kangen. Papi juga sama kan setiap hari sudah bertemu sama mami, tetapi setiap papi telepon mami pasti bilang Miss you" ucap Aydan tanpa dosa.
Artika menjadi tersipu malu mendengar celoteh Aydan. Memang benar setiap Afkar menelpon Artika, selalu saja Afkar mengucapkan kata Miss you.
"What the hell.... Aydan kenapa kami bongkar kartu papi di semua orang" gumam Afkar frustasi dalam hatinya.
"Sudah sana, pergi duduk dengan tenang sama Ayah Azreel sana" ucap Afkar seraya melepas pelukan Aydan dan Artika.
Aydan terpaksa melepas pelukannya dengan Artika, dan langsung berlari ke arah ayahnya dengan wajah cemberut.
Afkar langsung menarik tangan Artika menuju ke ruang tamu dan mengajak Artika duduk untuk bergabung dengan keluarganya.
"Ini lho Yah, papa dan mama wanita yang sering Anita ceritakan pada kalian" ucap Nyonya Anita.
"Artika kenalkan ini suami tante, dan ini mertua Tante" ucap Anita memperkenalkan Suami serta mertuanya pada Artika.
Artika mengangguk serta menyalami dan mencium punggung tangan Tuan Ardi, serta Opa dan Oma Afkar.
Opa dan Oma Afkar terlihat sangat menyukai Artika, begitu juga dengan Tuan Ardi.
"Artika apa kabar? sudah lama kita tidak bertemu, terima kasih ya sudah mau menjaga Aydan" ucap Azreel dengan tulus ke arah Artika.
"Artika baik kak, kakak tidak perlu berterima kasih pada Artika" ucap Artika seraya tersenyum.
__ADS_1
"Artika, kamu kapan wisudanya"tanya Nyonya Anita kepada Artika, karena Nyonya Anita sudah mengetahui bahwa Artika sudah menyelesaikan sidang skripsinya.
"Akhir bulan ini Tante" jawab Artika dengan tegas.
"Kamu kuliah di jurusan apa" tanya Opa Afkar pada Artika.
"Artika ambil jurusan PGTK opa" jawab Artika dengan mantap.
"Artika sangat menyukai anak-anak, makanya Artika mengambil jurusan itu" sambung Artika lagi.
"Kamu masih terlalu muda, kenapa begitu cepat kamu menyelesaikan kuliahmu" tanya Opa Afkar lagi.
"Iya Opa, Artika masih berusia 19 tahun. Waktu Artika SMA Artika mengikuti kelas akselerasi, sehingga Artika hanya 2 tahun saja SMA nya" jelas Artika.
"Iya Opa, dan saat kuliah Artika juga mengikuti kelas akselerasi, sehingga dia bisa wisuda dengan cepat" ucap Afkar dengan bangga.
"Heiii bocah, siapa yang menyuruh kamu menjawab" ucap Opa Afkar, sehingga membuat Afkar terdiam seketika.
"Kamu sudah sidang skripsi kan, berapa nilai IPK terakhir kamu" tanya Opa Afkar pada Artika.
"IPK terakhir Artika 3.90 Opa" ucap Artika seraya tertunduk.
Artika yang mendengar itu semua hanya melongo tak percaya, apa benar yang di katakan oleh Opa Afkar padanya.
"Iya benar, Oma dan Opa yang akan menghadiri wisudamu nanti. Kamu tidak keberatankan Artika"tanya Oma Afkar pada Artika.
"Terima kasih Oma, Artika sangat senang, terima kasih" ucap Artika dengan tulus kearah Omanya Afkar.
Artika sudah bisa menyimpulkan bahwa keluarga Afkar menerima dirinya, terlihat dari cara Opa dan Oma Afkar terhadapnya.
"Semuanya, Afkar dan Artika ke sini ingin meminta restu untuk hubungan Afkar dan Artika. Walaupun Afkar sudah melamar Artika, tapi kami juga ingin meminta restu" ucap Afkar dengan lantang.
"Kami merestui hubunganmu dengan Artika" ucap Opa Afkar sebagai perwakilan dari keluarga Afkar.
"Terima kasih" ucap Artika dan Afkar secara bersamaan.
"Tapi..." ucap Artika tertahan, Artika sangat ingin memberitahu masalah keluarga nya pada keluarga Afkar.
Artika bingung ingin memulai dari mana, tentang masalah keluarganya.
__ADS_1
Afkar sudah bisa membaca pikiran Artika, Afkar juga mengetahui apa yang akan Artika sampaikan. Dengan cepat Afkar memotong ucapan Artika.
"Sayang, kamu tidak perlu memberitahu kami, tentang masalah keluargamu. Aku sudah memberitahu keluargaku" ucap Afkar pada Artika.
Dan Artika melihat ke arah semua orang yang berhadapan dengannya saat ini. Mereka semua mengangguk, tanda membenarkan apa yang Afkar ucapkan tadi.
"Terima kasih, telah menerima Artika" ucap Artika dengan tulus.
" Kami semua sudah mengetahui keadaan keluarga kamu Artika, Afkar sudah menceritakan semuanya pada kami" ucap Tuan Ardi pada Artika.
"Iya sayang, aku sudah menceritakan semuanya kepada keluargaku, Apakah kamu masih ingin kembali ke kota Z untuk meminta restu dari papamu" tanya Afkar dengan lembut pada Artika.
"Iya Mas, aku akan mengajakmu ke kota Z untuk meminta restu dari Papa, biar bagaimanapun dia tetaplah Papaku. Dan aku sebagai anak tetap harus meminta restu kepadanya" ucap Artika dengan tenang.
Semua orang kagum kepada Artika, walaupun Papanya sudah tidak menganggap dia sebagai anak lagi, tapi dia masih tetap meminta restu kepada Papanya.
"Baiklah, beri tahu aku jika kamu sudah siap untuk kembali ke sana, aku akan menemanimu dan kita berdua akan bersama-sama untuk meminta restu dari papamu" ujar Afkar dengan tenang.
Artika hanya menganggukkan kepalanya menanggapi ucapan Afkar.
"Kapan kalian akan melaksanakan pernikahan" kali ini pertanyaan dari Nyonya Anita.
"Afkar ingin melaksanakannya di tahun ini tepatnya di tanggal 25 Agustus, di saat Artika ulang tahun yang ke 20"ucap Afkar dengan mantap.
Artika yang mendengar ucapan Afkar menjadi terkejut, Artika belum siap jika haru menikah di tahun ini. Dirinya masih muda dan masih ingin melanjutkan kuliahnya.
"Kamu serius Afkar, berarti 3 bulan lagi dong. Kamu tenang saja, Bunda akan menyiapkan segalanya" ucap Nyonya Anita dengan Antusias
"Terima kasih Bunda" ucap Afkar dengan tulus ke arah Bundanya.
Semua keluarga Afkar sangat antusias mendapat kabar tersebut. Kecuali Artika yang bingung harus bersikap bagaimana.
Terima kasih telah membaca karya saya
Mohon maaf bila terdapat banyak kesalahan
Mohon kritik dan sarannya
Jangan lupa Vote,like,komen dan share yaaa
__ADS_1