
Lara menjelaskan semua kejadian yang menimpa dirinya pada semua orang yang berada di dalam kamarnya. Kedua orang tua Afkar tidak menyangka jika Afkar tega melakukan itu semua pada Lara.
Mereka melihat kondisi Lara yang begitu memprihatinkan, lebam di beberapa bagian tubuhnya, karena melawan Afkar yang hendak memperkosa dirinya.
Namun sekuat apapun Lara melawan tetap saja tidak sebanding dengan tenaga Afkar.
"Om, Tante apa yang akan Lara lakukan ke depannya. hikss...hikss..hiks..." tanya Lara pada kedua orang tua Afkar seraya menangis.
"Sudah lah sayang jangan menangis lagi, kita semua akan mencari jalan keluar untuk masalah ini" ucap Tante Ema menenangkan keponakan dari suaminya tersebut.
"Afkar akan bertanggung jawab padamu Lara" ucap Tuan Ardi dengan tegas.
"Maksud Ayah, tanggung jawab bagaimana" tanya Nyonya Anita pada suaminya.
"Ayah ingin Afkar menikahi Lara, Afkar harus mempertanggung jawabkan perbuatannya pada Lara Bunda" jelas Tuan Ardi pada istrinya.
"Tapi Ayah, hari ini adalah hari pernikahan Afkar dan Artika. Apa ayah sudah lupa?" tanya Nyonya Anita lagi.
"Ayah tidak lupa Bunda, maka dari itu kita akan membatalkan pernikahan antara Afkar dan Artika hari ini" jawab Tuan Ardi.
"Maksud Ayah apa, kalau kita membatalkan pernikahan mereka, apa yang akan kita katakan pada keluarga Artika yah, undangan juga sudah di sebar, keluarga kita kan malu yah" ucap Nyonya Anita dengan kesal akan keputusan suaminya.
"Kita akan memberitahukan keluarga Artika tentang kejadian ini, dan untuk masalah pernikahan akan tetap berjalan sesuai rencana hanya saja pengantin wanitanya bukan Artika tapi Lara" ucap Tuan Ardi dengan tegas.
"Terus bagaimana dengan Artika mas, kasihan dia" ucap Tante Ema pada kakaknya Tuan Ardi.
"Artika adalah wanita yang baik, aku yakin masih banyak laki-laki di luar sana yang akan mengejar dirinya" ucap Tuan Ardi.
"Tapi untuk Lara, dia sudah kehilangan keperawanannya di sebabkan tindakan bodoh Afkar, maka dari itu Afkar harus menikahi Lara hari ini" sambung Tuan Ardi lagi.
"Tapi yah, Aku tidak mencintai Lara, wanita yang aku cintai adalah Artika, dan hari ini kami akan menikah. Aku tidak akan menikahi Lara" ucap Afkar dengan tegas.
Plaaaakk.....Tuan Ardi menampar pipi Afkar.
"Jika kamu mencintai Artika, kamu tidak akan berbuat hal yang tidak pantas pada Lara Afkar. Kemana akal sehatmu" ucap Tuan Ardi setengah berteriak.
"Ini adalah keputusan terbaik untuk saat ini. Pokoknya kamu harus menikahi Lara" ucap Tuan Ardi tanpa mau di bantah seraya meninggalkan kamar tersebut.
__ADS_1
"Bunda bagaimana dengan Artika bunda?" tanya Afkar pada Bundanya.
"Kamu tenang saja, bunda akan menjelaskan pada Artika" ucap Nyonya Anita.
Afkar hanya tertunduk lesu, Afkar yakin jika dirinya sengaja di jebak oleh Lara, Afkar tak menyangka jika Lara bisa melakukan semua itu.
"Awas saja kau Lara, jika memang benar ini adalah jebakan darimu, kau lihat saja apa yang bisa aku lakukan padamu dan juga keluargamu. Secepatnya aku harus mencari bukti" gumam Afkar dalam hatinya.
"Baiklah, Afkar akan menikahi Lara" ucap Afkar seraya meninggalkan kamar Lara dan segera kembali ke dalam kamar miliknya.
Mendengar ucapan Afkar, Lara langsung tersenyum dalam hatinya. "Akhirnya kau menjadi milikku Afkar" ucap Lara dalam hatinya.
"Sekarang kamu bersiap-siaplah Lara, Lia akan datang kesini untuk merias dirimu, acara pemberkatan akan di lakukan 2 jam lagi" Ucap Nyonya Anita pada Lara
"Lara berhentilah menangis sayang, Afkar akan bertanggung jawab pada dirimu, jadi kamu tidak perlu khawatir" ucap Tante Ema.
"Ema, kamu temani Lara di sini, kakak akan memanggil Lia dan juga akan menjelaskan permasalahan ini pada Artika" ucap Nyonya Anita pada adik iparnya.
Tante Ema hanya menganggukkan kepalanya dan segera membantu Lara untuk bersiap-siap.
Tokk...Tokk...Tok...
Nyonya Anita mengetuk kamar Artika, tak lama Lia membukakan pintu dan menyuruh Nyonya Anita untuk masuk ke dalam kamar.
Betapa sedihnya Nyonya Anita yang melihat Artika sudah di rias oleh Lia. Artika nampak begitu cantik dengan riasan di wajahnya, hanya saja Artika belum memakai gaun pengantinnya
"Ada apa Tante, bukankah 2 jam lagi acara akan di mulai kenapa Tante belum bersiap-siap" tanya Lia yang heran melihat kedatangan Nyonya Anita.
"Artika, ada yang ingin Bunda sampaikan kepadamu. Bunda harap kamu tidak bersedih dan membenci kami semua" ucap Nyonya Anita berdiri di hadapan Artika.
"Maksud Bunda apa, Artika tidak mengerti" tanya Artika pada Nyonya Anita dengan wajah bingungnya.
"Apa yang terjadi Tante" tanya Lia yang heran mendengar perkataan dari Nyonya Anita.
Nyonya Anita menceritakan semuanya kepada Artika dan Lia tentang kejadian bahwa Afkar telah memperkosa Lara dan akan menikahi Lara untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.
Artika begitu terpukul mendengar cerita dari Nyonya Anita, ada rasa tidak percaya di dalam hati Artika. karena selama Artika dekat dengan Afkar tak pernah sekalipun Afkar berbuat hal seperti itu pada dirinya.
__ADS_1
Tak lama Afkar masuk ke dalam kamar milik Artika, hati Afkar begitu hancur melihat Artika yang sudah terlihat begitu cantik setelah di rias oleh Lia.
"Sayang, maafkan mas, kamu harus mempercayai mas. Apapun yang terjadi mas tetap mencintaimu" ucap Afkar langsung memeluk tubuh Artika.
"Aku mempercayaimu mas, dan aku juga mencintaimu" ucap Artika menahan tangisnya, Artika tidak ingin menangis di hadapan Afkar maupun Nyonya Anita.
"Menikahlah dengannya mas, kamu harus bertanggung jawab padanya. Keperawanan bagi seorang wanita itu sangatlah penting mas" ucap Artika dengan tenang.
"Aku percaya padamu mas, jika kamu melakukan hal seperti itu pasti ada sebab dan alasannya" sambung Artika lagi.
"Terima kasih sayang, kamu sudah percaya padaku, kamu janji tidak akan meninggalkan mas kan" ucap Afkar seraya mencium kening Artika.
"Iya mas, aku tidak akan meninggalkanmu" ucap Artika.
Artika sengaja berkata seperti itu, supaya Afkar mau menikahi Lara.
Artika tidak ingin menjadi orang yang egois yang hanya memikirkan perasaannya saja, biarlah dirinya yang mengalah.
Artika tidak ingin membuat keluarga Afkar menanggung malu karena batalnya pernikahan Afkar, Artika juga memikirkan nasib Lara kedepannya.
"Kak Lia, pergilah ke kamar Lara, bantu lah Lara untuk bersiap-siap dan bawalah gaun pengantin itu" ucap Artika pada Lia seraya menunjuk gaun pengantin yang ada di dalam paper bag.
"Bunda pergilah bersiap-siap, acaranya akan di mulai sebentar lagi, mas Afkar juga pergilah bersiap-siap, ini adalah hari bahagia untuk mu" ucap Artika dengan tenang.
"Aku akan pergi ke kamar kakek dan kak Xavier, untuk menjelaskan semua ini. Agar tidak terjadi salah paham di antara kita semua" sambung Artika.
Setelah mendengar perkataan Artika, Lia dan Nyonya Anita segera keluar dari kamar tersebut. Begitu juga dengan Afkar, dia segera meninggalkan kamar Artika.
Afkar tahu jika Artika begitu terpukul dengan semua kejadian ini, seharusnya ini menjadi hari bahagia mereka berdua, tapi kenyataan berkata lain.
Terima kasih telah membaca karya saya
Mohon maaf bila terdapat banyak kesalahan
Mohon krtirik dan sarannya
Jangan lupa Vote, like, komen dan share ya
__ADS_1