
Hari ini Afkar sengaja mengantar Aydan ke sekolah lebih awal dari pada biasanya, Afkar ingin bertemu dengan Artika.
Sesampainya Afkar di sekolah Aydan, Afkar langsung menyuruh Aydan masuk ke dalam kelasnya.
Sementara Afkar sendiri masih menunggu kedatangan Artika. Afkar sengaja menunggu di depan gerbang sekolah.
Tak lama Artika datang dengan menggunakan motor bebeknya, Afkar yang melihat itu semua menjadi kagum. Seorang wanita cantik, mau mengendarai sebuah sepeda motor, panas-panasan bahkan terkadang terkena hujan.
Artika melewati Afkar sambil mengangguk dan tersenyum dengan manis kearah Afkar. Afkar yang melihat senyum manis Artika semakin meleleh.
Afkar pun membalas senyum Artika, segera Afkar menyusul Artika di area parkiran tempat Artika memarkirkan motornya.
"Artika, apakah siang ini kamu ada waktu aku ingin mengajakmu makan siang?"tanya Afkar pada Artika.
"Maafkan aku Afkar siang ini aku akan ke kampus lagi untuk memperbaiki skripsi ku yang kemarin, mungkin lain kali saja" ucap Artika penuh penyesalan.
"Baiklah kalau begitu, lain kali aku akan mengajak kamu makan siang bersama" ucap Afkar menutupi rasa kecewanya.
"Baiklah, sekali lagi maafkan aku Afkar. Aku sedang terburu-buru untuk menyelesaikan skripsiku, karena setelah selesai magang aku melakukan sidang dan wisuda"jelas Artika pada Afkar.
Afkar yang mendengar penuturan Artika merasa heran kenapa sehabis magang langsung akan wisuda.
" Seharusnya aku wisuda tahun depan, tapi karena aku loncat di 2 semester, jadinya sehabis magang aku akan wisuda"sambung Artika lagi yang melihat ekspresi Afkar.
"Woow kamu hebat sekali, bisa loncat langsung di 2 semester. Aku do'a kan supaya skripsi kamu lancar dan semoga cepat wisuda" ucapa Afkar dengan penuh kekaguman.
"Terima kasih atas do'a nya. Kalau begitu aku pamit dulu yaa sebentar lagi jam belajar akan segera di mulai" pamit Artika seraya tersenyum ke arah Artika.
Afkar hanya mengangguk, dan Artika pun meninggalkan Afkar yang masih di parkiran.
__ADS_1
Afkar pun langsung menuju ke arah mobilnya, dan segera untuk pergi ke kantornya, sudah 1 Minggu dia meninggalkan kantornya.
Sesampainya di loby kantor banyak karyawan yang menyapa Afkar dan mengucapkan selamat pagi. Afkar selalu membalas sapaan setiap karyawannya.
Sesampainya Afkar di ruangannya dia di kejutkan dengan kehadiran Asisten kepercayaannya sekaligus sahabatnya yang sudah berada di dalam ruangannya.
"Tumben loe telat, biasanya loe yang paling awal datang ke kantor apalagi setelah seminggu loe ninggalin kantor" ucap Rudi yang tak biasa melihat Afkar telat ke kantor.
Mendengar pertanyaan sang sahabat sekaligus asistennya Afkar hanya tersenyum saja tanpa membalas ucapan Rudi.
"Kenapa loe senyum-senyum gitu, apa loe habis ketemu bidadari"tanya Rudi penasaran.
"Gue lagi jatuh cinta" ucap Afkar sambil tersenyum.
"Whaaaaaat.....? Apa loe bilang, jatuh cinta"teriak Rudi sambil melototkan matanya ke arah Afkar.
"Wanita mana yang mampu membuat loe jatuh cinta, gue penasaran seperti apa wanita yang mampu membuka hati loe tentang cinta" tanya Rudi penasaran akan sosok wanita yang mampu membuka hati Afkar.
"Loe mau tahukan, karena loe adalah sahabat terbaik gue jadi gue akan ajak loe untuk ketemu wanita pujaan hati gue. Tapi awas aja kalau loe sampai naksir sama dia" ancam Afkar pada Rudi.
"Gue gak bakalan naksir sama pujaan hati loe, gue masih nunggu cinta masa kecil gue yang lagi kuliah di London" jelas Rudi pada Afkar.
"Baguslah kalau gitu, nanti loe ikut gue jemput Aydan" ucap Afkar. Rudi hanya melongo kenapa harus ikut jemput Aydan, kan Rudi ingin melihat wanita pujaan hati Afkar.
"Kenapa loe jadi ngajak gue jemput Aydan sih, kan gue ingin ketemu pujaan hati loe, bukannya Aydan" ucap Rudi dengan kesal.
"Pujaan hati gue itu gurunya Aydan, nah kalau loe ingin ketemu loe harus ikut gue jemput Aydan. Lalu loe gak mau ya sudah" jelas Afkar dengan nada cueknya.
"Kok loe baru bilang sih pujaan hati loe gurunya Aydan, loe sudah gak anggap gue sahabat Loe lagi yaa"ucap Rudi.
__ADS_1
Rudi mengira jika Afkar sudah lama menjalin hubungan dengan guru Aydan, karena Aydan sudah lama bersekolah.
"Loe ngomong apaan sih Rud, pujaan hati gue itu guru magang di sekolah Aydan, dan gue juga masih proses mengejar pujaan hati gue, asal loe tahu gue itu jatuh cinta pada pandangan pertama" jelas Afkar pada Rudi.
"Hahaaahhahaa"Rudi yang mendengar penjelasan Afkar langsung tertawa, Rudi tidak percaya kalau masih ada yang bilang cinta pada pandangan pertama.
" Loe seriusan, jatuh cinta pada pandangan pertama? gue kira loe sudah jadian sama pujaan hati loe, ternyata loe masih mengejar pujaan hati loe. Kalau begitu loe mau gue bantuin gak?"tawar Rudi pada Afkar.
"Gak, gue gak perlu bantuan loe. Gue bisa sendiri"ucap Afkar yang kesal karena Rudi menertawakan dirinya.
"Oke. Gue percaya sama Loe, tapi kalau loe butuh bantuan gue, segera hubungi gue. Pasti gue akan dengan senang hati akan membantu" ucap Rudi dengan nada seriusnya.
"Iya, loe tenang aja, kalau gue butuh bantuan loe gue akan langsung telepon loe, thank's Rud sudah jadi sahabat gue yang paling baik" ucap Afkar dengan tulus.
"Sama-sama Kar, Oh ya gue ke sini mau kasi tahu loe, kalau malam Minggu nanti ada undangan pesta pertunangan Alex rekan bisnis kita sekaligus sahabat SMA kita dulu.. Dia berharap loe bisa datang dan sekalian reunian dengan teman-teman kita katanya" ucap Rudi.
"Oke gue pasti datang, Loe juga datangkan?" tanya Afkar pada Rudi.
"Jelas dong gue pasti datang, gue akan ajak sepupu gue sebagai pasangan gue. Karena dresscode undngannya harus berpasangan" jelas Rudi.
"Baguslah kalau dresscode undangannya begitu, gue jadi ada alasan buat ngajak pujaan hati gue" ucap Afkar dengan mata yang berbinar-binar.
"Itu ide yang sangat bagus Kar, ya sudah gue balik ruangan gue dulu jangan lupa ajak gue jemput Aydan nanti" ucap Rudi seraya berjalan meninggalkan ruangan Afkar.
Terima kasih sudah mampir untuk membaca karya saya.
Mohon kritik dan sarannya.
Jangan lupa Vote,like,komen dan Share yaa...
__ADS_1