
"Kenapa kalian berteriak lagi. Aiish... kita jadi pusat perhatian lagi sekarang" ucap Artika dengan kesal.
"Heiiii...... bagaimana kita tidak berteriak, setiap orang yang mendengar ucapanmu tadi pasti akan berteriak" ucap Xavier.
"Memangnya ada yang salah dengan ucapanku barusan" tanya Artika pada Xavier dan kakek Bayu.
"Tidak ada yang salah dengan ucapanmu Artika, hanya saja itu semua seperti tidak masuk akal. Kamu tahu CEO AG COMPANY tidak pernah menampakan diri, atau jangan-jangan kamu telah di bohongi oleh pria itu" jawab kakek Bayu dengan tenang.
"Mas Afkar tidak mungkin membohongiku kek, Artika yakin dia berkata dengan jujur akan statusnya" ucap Artika berusaha meyakinkan kakek Bayu.
Xavier merasa heran dengan jawaban Artika, yang begitu yakin jika Afkar tidak membohongi dirinya.
Xavier takut kalau pria itu hanya ingin menipu Artika saja, apalagi mereka baru saling mengenal, kemudian pria itu langsung melamar Artika.
Itu semua membuat Xavier curiga, jangan-jangan laki-laki itu hanya memanfaatkan keadaan saja.
"Kamu jangan terlalu percaya pada laki-laki Artika, kakak takut dia hanya memanfaatkan keadaan saja. Kakak adalah seorang pebisnis tapi selama ini kakak tidak pernah bertemu langsung dengan CEO dari AG COMPANY" ucap Xavier dengan tenang.
"Setiap ada pertemuan antar perusahaan, selalu saja CEO dari AG COMPANY tidak hadir, yang hadir hanya Asisten kepercayaannya saja yaitu Rudi" sambung Xavier lagi.
"Iya kak, Artika tahu Mas Afkar memang sangat jarang menunjukkan wajahnya di hadapan publik. Artika juga mengenal Kak Rudi" ujar Artika.
"Baiklah jika kamu sudah berkata begitu, kakak hanya akan menunggu kamu untuk memperkenalkannya pada kakak" ucap Xavier pada Artika.
"Aku harus menyelidiki Afkar, apa benar dia adalah CEO dari AG COMPANY, tapi kalau dia bukan CEO AG COMPANY lihat saja apa yang akan aku lakukan. Berani-beraninya dia membohongi adikku" gumam Xavier dalam hatinya.
"Artika, kakek hanya ingin berpesan padamu jangan terlalu mudah untuk percaya kepada laki-laki. Ingat laki-laki memiliki seribu satu cara untuk mendapatkan hati wanita, dan kamu jangan terlalu terbuai dan terlalu mengikuti perasaan dan kamu harus bisa mengendalikan perasaanmu" ucap Kakek Bayu menasehati Artika.
"Baiklah kek, Artika akan selalu mengingat nasehat dari kakek. Terima kasih telah memberikan Artika nasehat"ucap Artika seraya tersenyum dengan tulus.
"Jika dia menyakitimu atau mengkhianatimu suatu saat nanti, kamu harus bilang pada kakak. Kakak akan menjadi orang pertama yang akan memberikan dia pelajaran" ucap Xavier dengan sungguh-sungguh.
Artika yang mendengar ucapan kakek Bayu dan Xavier, menjadi terharu sampai-sampai air matanya keluar begitu saja.
__ADS_1
Artika sangat bahagia ternyata dia masih memiliki keluarga, yang begitu peduli kepada dirinya.
Walaupun mereka baru saja bertemu, dan sebentar lagi mereka akan berpisah untuk waktu yang lama. Entah kapan baru bisa bertemu dan berkumpul lagi seperti sekarang.
"Terima kasih kak, Artika akan selalu mengingat apa yang kakak katakan. Terima kasih telah peduli pada Artika" ucap Artika menahan tangisnya agar tidak pecah.
"Artika kamu jangan menangis, kakak akan selalu ada di saat kamu butuh bantuan" ucap Xavier seraya memeluk Artika untuk menenangkan Artika.
"Kamu jangan pernah sungkan untuk menghubungi kakek atau Xavier. Kamu adalah cucu perempuan kakek, jangan pernah berpikir bahwa kamu sendirian. Masih ada kami yang menyayangi dirimu" ucap Kakek Bayu pada Artika.
"Iya kek. Sekali lagi terima kasih banyak" ucap Artika.
"Berhentilah menangis, dasar cengeng" ledek Xavier pada Artika yang belum berhenti menangis.
"Iiih.. kak Xavier jahat" ucap Artika seraya tersenyum mendapat ledekan seperti itu dari Xavier.
Ternyata Xavier bisa mencairkan suasan, dan dia juga suka bercanda, sifatnya sangat humoris.
"Artika, kamu pulanglah dulu, sebentar lagi pesawat kami akan take off, kami juga akan melakukan boarding pass. Kamu tidak usah menunggu hingga kami berangkat" ucap Kakek Bayu.
"Baiklah, kakek dan kak Xavier hati-hati di jalan, semoga penerbangan kalian berjalan dengan lancar tanpa halangan. Jangan lupa jika sudah sampai di Amerika nanti segera hubgungi Artika" ucap Artika pada kakek Bayu dan juga Xavier.
"Iya, kamu segeralah pulang dan beristirahat. Kamu juga hati-hati di jalan, dan ingat apa yang kakek dan kakak ucapkan padamu tadi" ucap Xavier.
"Iya kak, Artika akan mengingatnya. Kalau begitu Artika pamit dulu" ucap Artika seraya memeluk kakek Bayu dan Xavier sebagai salam perpisahan antara mereka.
Setelah Artika pergi, kakek Bayu dan Xavier langsung melakukan Boarding pass karena pesawat yang akan mereka tumpangi akan segera berangkat.
*Di Singapura
Afkar baru selesai meeting dengan kliennya, kali ini Afkar pergi dengan di temani oleh Rudi.
Mereka berdua sedang berada di Restoran terkenal di Singapura, karena meeting tersebut di adakan di sebuah restoran.
__ADS_1
"Afkar, gue gak nyangka jika loe ngelamar Artika dengan cara seperti itu" ucap Rudi tak percaya atas apa yang di lakukan oleh Afkar sahabatnya.
"Memangnya kenapa kalau gue ngelamar Artika dengan cara seperti itu. Loe tahu gue dapat ide itu semua dari kak Azreel, dan kalau loe mau ngelamar Siska dengan cara seperti itu sana minta bantuan kak Azreel" sarkas Afkar pada Rudi.
"Iya gue tahu, karena gak mungkin jomblo aku kayak loe punya cara yang begitu untuk ngelamar Artika"ejek Rudi pada Afkar.
"Sekarang gue gak jomblo lagi. Loe ingat ya, hubungan gue itu selangkah lebih maju dari pada hubungan loe" sinis Afkar pada Rudi.
"Maksud loe apaan?" tanya Rudi bingung dengan apa yang di ucapkan Afkar pada dirinya.
Rudi merasa hubungannya dengan Siska baik-baik saja walaupun mereka dengan terpisahkan oleh jarak dan waktu.
"Hubungan loe gak ada kemajuan Rudi, hanya jalan di tempat aja. Loe kan sudah lama pacaran dengan Siska seharusnya loe itu lebih maju satu langkah dong" ujar Afkar.
"Iya gue paham maksud loe. Gue kan sudah bilang kalau gue akan ngelamar Siska saat Siska sudah lulus kuliah nanti dan gue juga lagi ngumpulin uang buat mewujudkan pernikahan impiannya Siska" ucap Rudi dengan bangga.
"Cih, loe terlalu percaya diri. Loe yakin kalau Siska di London masih setia sama Loe, bagaimana jika dia punya cowok lain saat di sana" ucap Afkar menakut-nakuti Rudi.
"Gue yakin, kalau Siska selalu setia sama gue Kar" ucap Rudi dengan penuh percaya diri.
" Gue mau tanya sama Loe, kenapa loe buru-buru ngelamar Artika" tanya Rudi penasaran kenapa Afkar begitu cepat melamar Artika.
"Gue itu sudah merasa cocok sama Artika. Lagian gue gak mau pacaran lama-lama, mungkin setelah selesai Artika wisuda nanti gue akan langsung nikahin dia. Asal loe tahu perempuan itu perlu kepastian bukan hanya janji doang" ucap Afkar dengan tenang.
"Gue juga takut kalau Artika akan berpaling dari gue. Ntar pacarannya sama gue. Ehh... nikahnya sama orang lain lagi. Maka dari itu gue perlu selangkah lebih maju" sambung Afkar lagi.
Rudi hanya melongo mendengar ucapan dari Afkar, Memang benar apa yang di katakan oleh Afkar pikir Rudi.
Rudi tak ingin jika dirinya kehilangan Siska apalagi kalau sampai Siska berpaling dari dirinya. Rudi pun akan segera mengikuti jejak Afkar yang sudah melamar Artika.
Terima kasih telah membaca karya saya
Mohon kritik dan sarannya
__ADS_1
Mohon maaf bila terdapat banyak kesalahan
Jangan lupa Vote, like, komen dan share yaaa