Guru Cantik Pujaan Hati

Guru Cantik Pujaan Hati
Bab 67


__ADS_3

Melihat Afkar yang sedang berdiri dengan gagahnya Artika langsung berlari kearah Afkar dan memeluk Afkar dengan sangat erat. Afkarpun membalas pelukan Artika tak kalah eratnya. Mereka tidak menghiraukan orang-orang yang sedang memperhatikan mereka berdua.


"Mas, kamu tidak apa-apakan hikss....hikss...hikss..?"tanya Artika seraya menangis.


"Aku baik-baik saja sayang. Kamu lihat sendiri kan jika aku berdiri dengan tegak di hadapanmu sekarang. Berhentilah menangis sayang" jawab Afkar dengan lembut.


"Tapi mengapa kak Xavier mengatakan jika kamu kecelakaan dan kritis mas"tanya Artika lagi.


"Ini kejutan untukmu sayang. Bagaiamana apakah kamu menyukai kejutan ini. Mas sudah merencanakan semuanya bersama Xavier dan juga Ryan. Sepertinya rencana kami berhasil" jawab Afkar dengan penuh semangat.


Mendengar ucapan Afkar, Artika segera melepaskan. pelukannya dari tubuh Afkar, dan menatap Afkar dengan tajam. Artika juga menatap Xavier dan Ryan secara bergantian. Artika menatap mereka bertiga seolah-olah


mereka adalah mangsa yang siap di terkam.


"Oh... ternyata kalian semua sepakat untuk membodohi diriku. Pantasan saja di sepanjang perjalanan kalian begitu tenang, jelaskan semuanya" ucap Artika seraya berjalan ke arah Xavier dan juga Ryan, serta menatap mereka berdua dengan tajam.


Mendapat tatapan yang begitu tajam dari Artika, Xavier dengan susah payah menelan salivanya. Ternyata seperti ini jika Artika sedang marah.


"Jangan menatapku seperti itu. Aku tidak bersalah, aku hanya mengikuti kemauan mereka berdua. Kamu tahu sendiri bagaimana sifatku" ucap Ryan dengan santai.


Artika sangat mengenal Ryan, karena selama 2 tahun tinggal di mansion Ryan, Artika menjadi tahu semua kebiasaan dari seorang Ryan Smith. Artika hanya bisa menahan amarahnya untuk saat ini, karena merasa tidak enak hati terhadap keluarga Afkar.


"Baiklah, untuk kali ini kalian semua selamat. Aku maafkan kalian, tapi tidak untuk lain kali" ujar Artik dengan nada yang terdengar penuh ancaman. Xavier merasa lega karena Artika berhasil mengendalikan emosinya.


Nyonya Anita segera menghampiri Artika. Dan menyuruh Artika untuk segera beristirahat karena besok adalah hari pernikahannya dengan Afkar. Nyonya Anita juga menjelaskan bahwa Afkar sengaja membuat kejutan untuk dirinya.


Artika sangat bahagia mendengar penuturan dari Nyonya Anitq. Artika tidak menyangka jika semua keluarga Afkar masih menerima dirinya dengan baik. Artika juga meminta maaf karena telah pergi tanpa berpamitan. Nyonya Anitapun memaklumi apa yang Artika lakukan. Dan tak lupa juga Artika memperkenalkan Ryan dan Raissa kepada keluarga Afkar.

__ADS_1


Setelah mereka saling berkenalan dan berbincang-bincang sebentar. Mereka semua memutuskan untuk beristirahat dan kembali ke dalam kamarnya masing-masing, karena besok adalah hari pernikahan Afkar dan Artika.


Ryan dan Xavier memperketat pengamanan di sekitar resort tersebut, walaupun Afkar telah memerintahkan anak buahnya untuk menjaga keamanan di sana. Namun Ryan dan Xavier merasa itu semua belum cukup.


Malam kini berganti pagi, matahari telah menampakkan sinarnya. Saat ini Artika sudah selesai di dandani oleh Lia, Artika tampak begitu cantik dengan riasan yang natural dan gaun pengantin berwarna putih hasil rancangan Lia.


Ryan dan Xavier datang ke kamar Artika, mereka berdua begitu terpukau melihat penampilan Artika yang menakjubkan.


"Kamu sangat cantik Artika, kakak berdo'a semoga kamu selalu bahagia bersama Afkar. Jika Afkar menyakitimu beritahu kakak atau Ryan dengan segera" ucap Xavier dengan tulus pada Artika.


"Benar, ingat kamu adalah adikku sama seperti Raissa" ujar Ryan membenarkan perkataan Xavier.


"Baiklah kak Xavier dan kak Ryan, terima kasih telah menyayangiku. Maafkan aku jika aku banyak berbuat salah kepada kalian. Kalian adalah kakak terbaikku" ujar Artika dengan tulus seraya menatap Ryan dan juga Artika.


"Xavier, Ryan jangan membuat cucuku bersedih. Hari ini adalah hari bahagia cucuku" teriak kakek Bayu yang tiba-tiba masuk ke dalam kamar Artika, beserta orang tua Xavier.


"Kakek, Mom, Dad. Kalian datang ke pernikahan ku"ujar Artika yang melihat kakek Bayu datang beserta orang tua Xavier.


"Gara-gara anak nakal ini, mommy tidak sempat mempersiapkan kado pernikahan untukmu. Kami ke sini dengan sangat buru-buru" ucap Mommy Xavier pada Artika seraya menjewer telinga Xavier.


"Mommy, maafkan aku semua ini terjadi begitu saja mom. Aawww....Ahhh" ucap Xavier meringis kesakitan menahan jeweran dari mommynya.


"Dan mommy dengar kamu, mengerjai adikmu hingga dia menangis. Kamu kira mommy tidak tahu kamu telah membuat adikmu menangis Haaah"ujar Mommy Xavier semakin memperkuat jewerannya.


Xavier hanya bisa pasrah dan menahan sakit akibat jeweran dari mommynya. Inilah akibat yang harus dia tanggung karena telah membuat Artika menangis. Semua orang yang berada di dalam kamar tersebut hanya bisa menahan tawanya melihat Xavier yang meringis kesakitan.


"Sudahlah mom, nanti kita akan menghukum Xavier lagi. Sekarang mari kita turun dan pergi ke tempat Acara, sebentara lagi acaranya akan di mulai" ujar Daddy Xavier seraya menarik tangan istrinya yang masih berada di kuping Xavier.

__ADS_1


Mommy Xavier menuruti ucapan suaminya, mereka semua segera pergi ke tempat acara pemberkatan yang akan di adakan di tepi pantai. Ryan dan Xavier berjalan di depan, mommy Xavier berjalan beriringan dengan kakek Bayu di belakang Ryan dan juga Xavier. Artika berjalan seraya menggandeng tangan Daddy Xavier, Raissa dan Lia berjalan di belakang Artika seraya memegangi gaun Artika.


Xavier sudah berdiri di altar dan di depan Pendeta untuk menunggu kedatangan Artika. Artika datang dengan menggandeng tangan Daddy Xavier berjalan dengan perlahan-lahan menuju ke arah Afkar. Artika merasa grogi dan deg-degan,namun Daddy Xavier selalu memenangkan Artika.


"Daddy serahkan Artika anak Daddy padamu, cintai dan sayangi dia. perlakukanlah dia dengan baik" ucap Daddy Xavier dengan tegas seraya memberikan tangan Artika oda Afkar. Saat mereka berdua sampai di hadapan Afkar.


"Aku menerima Artika anakmu Daddy, aku kan mencintai dan menyayangi dia sepenuh hatiku"Ucap Afkar tak kalah tegasnya pada Daddy Xavier seraya menerima tangan Artika.


Xavier dan Artikapun menghadap pendeta untuk mengucapkan janji suci pernikahan mereka. Semua berjalan dengan lancar dan penuh khidmat. Afkar dan Artika akan melakukan pelemparan bunga pengantin kepada para tamu undangan.


Semua tamu undangan bersiap-siap untuk menangkap bunga tersebut, karena menurut kepercayaan siapa yang mendapatkan bunga tersebut, dia akan segera menyusul untuk mejadi pengantin.


Xavier, Lia dan juga Raissa ikut berpartisipasi untuk menangkap bunga tersebut. Xavier berencana ingin melamar Lia menggunakan bunga tersebut jika dia berhasil mendapatkannya hari ini.


Xavier menyukai Lia sejak 2 tahun lalu saat mereka bertemu di pernikahan Afkar dan Artika yang gagal. Dari situ lah Xavier menyuruh orang kepercayaannya untuk mengawasi Lia. Xavier tahu jika saat ini Lia belum memiliki pasangan, karena Lia masih trauma dengan masalalunya.


Xavier ingat, jika Lia pernah membatalkan pernikahannya yang tinggal 3 hari lagi karena tunangannya berselingkuh dengan sahabatnya sendiri. Sehingga Lia melarikan diri ke kota A.


( Visual Afkar dan Artika, saat pemberkatan pernikahan yaa )



( ilustrasi di ambil dari google yaa😄😄😄)


Terima kasih telah membaca karya saya


Mohon maaf bila terdapat banyak kesalahan

__ADS_1


Mohon kritik dan sarannya


Jangan lupa Vote,like, komen dan share yaa


__ADS_2