Guru Cantik Pujaan Hati

Guru Cantik Pujaan Hati
Bab 62


__ADS_3

Pagi yang cerah dan indah telah tiba, banyak dedaunan yang berguguran ketanah. Aydan telah terbangun dari tidurnya dan melihat kearah sampingannya, Ryan masih lelap dalam tidurnya.


Aydan ingin membangunkan Ryan dari tidurnya, dengan sangat hati-hati Aydan menggoyangkan tubuh Ryan. Tak lama Ryan pun membuka matanya, dan melihat Aydan yang berada di hadapannya saat ini. Ryan tersenyum melihat Aydan dan mengelus kepala Aydan.


"Om, Aydan ingin keluar dari sini. Aydan ingin melihat mami"pinta Aydan pada Ryan.


"Mamimu masih tidur Aydan" jawab Ryan pada Aydan, karena ini masih pagi Ryan berpikir jika Artika masih tidur di dalam kamarnya.


Namun Aydan masih saja membujuk Ryan, agar Ryan mengantarkan dirinya ke kamar Artika. Ryan sendiri bingung akan tingkah Aydan yang langsung menanyakan Artika saat dia terbangun dari tidurnya.


Seharusnya Aydan menanyakan Afkar, tapi ini malah sebaliknya, Aydan sama sekali tidak menghiraukan Afkar. Aydan malah bersikap cuek pada Afkar saat dirinya berada di dekat Artika.


Aydan terus saja merengek pada Ryan untuk bertemu Artika, Aydan takut jika Artika akan pergi meninggalkan dirinya lagi. Ryan akhirnya menuruti permintaan Aydan dengan syarat Aydan harus memanggilnya Daddy.


Aydanpun menuruti kemauan Ryan untuk memanggil dirinya dengan sebutan Daddy. Ryan sangat bahagia saat mendengar Aydan yang memanggil dirinya Daddy. Sesuai dengan kesepakatan mereka berdua, Ryan pun mengantarkan Aydan ke kamar Artika.


Setiba di depan kamar Artika, Aydan langsung turun dari gendongan Ryan. Aydan langsung menggedor pintu kamar Artika dengan tidak sabaran seraya berteriak memanggil Artika.


Artika yang sedang bersiap-siap hendak pergi ke kampus untuk mengajar, mendengar ketukan pintu serta suara Aydan yang terus saja memanggil dirinya, Artika bergegas membukakan pintu untuk Aydan.


Melihat Artika yang sudah membuka pintu dan melihat penampilan Artika yang begitu rapi, Aydan segera memeluk kaki Aftika dan menangis. Aydan mengira jika Artika akan pergi untuk meninggalkan dirinya lagi. Melihat Aydan yang menangis, Artika dan Ryan menjadi bingung.


"Aydan, sayang kenapa kamu menangis. Ada apa?"tanya Artika dengan lembut pada Ryan.


"Mami pasti mau pergikan, mami mau tinggalin Aydan lagi kan hikss...hikss..hiksss"jawab Aydan dalam tangisnya.


"Mami tidak pergi tinggalin Aydan lagi, mami hanya ingin pergi mengajar Aydan" ucap Artika dengan lembut seraya mengelus kepala Aydan dengan penuh kasih sayang.


Artika dan Ryan membujuk Aydan, agar berhenti menangis. Akhirnya Aydan berhenti menangis setelah mendengar ucapan Ryan jika Aydan boleh mengikuti Artika kemanapun Artika pergi.

__ADS_1


Setelah Aydan berhenti menangis, Ryan pun pergi dari kamar Artika, dan kembali ke kamar miliknya untuk bersiap-siap akan pergi ke kantor. Begitupun dengan Artika yang membantu Aydan untuk bersiap-siap,karena Artika akan mengajak Aydan pergi ke kampus.


Mereka semua sudah selesai bersiap-siap. Artika langsung mengajak Aydan untuk sarapan di bawah bersama dengan Ryan, Afkar dan Raissa. Mereka memulai sarapan dengan suasana yang hening.


"Mas, hari ini aku akan membawa Aydan ke kampus tempat aku mengajar"ujar Artika pada Afkar.


"Sayang, bagaimana caranya kamu akan menjaga Aydan, kamu kan di sana akan mengajar, tidak mungkin kan jika kamu membawa Aydan masuk ke dalam kelas"tanya Afkar pada Artika.


"Kamu benar mas, tapi Aydan pasti akan menangis jika aku pergi nantinya"jawab Artika dengan wajah cemasnya.


"Aydan, kamu ikut papi saja ya, hari ini papi hanya akan melakukan kunjungan ke kantor papi saja. Setelah itu kita akan menjemput mamimu di kampus"bujuk Afkar pada Aydan.


"Aydan takut Pi, nanti mami pergi lagi. Nanti Aydan tidak bisa bersama mami lagi" ujar Aydan yang kekeh tetap ingin mengikuti Artika.


"Aydan tenang saja, Daddy akan mengirimkan para pengawal yang akan menjaga mamimu. Mereka akan mengawasi dan menjaga mamimu" ucap Ryan pada Aydan.


"Tadi Daddy sendiri yang bilang pada Aydan, jika Aydan boleh mengikuti mami" ucap Aydan dengan wajah cemberutnya.


Afkar, Artika serta Raissa hanya bisa melongo, saat mendengar Aydan memanggil Ryan dengan sebutan Daddy begitupun sebaliknya.


"Tunggu kak, kenapa bisa Aydan memanggil kakak dengan sebutan Daddy"tanya Raissa pada kakaknya Ryan.


"Aku menyukainya, dan mulai sekarang dia adalah anak angkatku dan juga tuan muda di sini" ucap Ryan tegas.


Raissa hanya mengangguk tanda menyetujui ucapan kakaknya, lagi pula dia juga menyukai Aydan, dan yang paling dia harus bisa mendapatkan Ayah dari Aydan yaitu Azreel.


Afkar tidak keberatan sama sekali atas ucapan Ryan, Afkar sangat senang karena begitu banyak orang yang menyukai dan menyayangi Aydan.


"Daddy harus berjanji padaku, jika Daddy akan selalu mengawasi mami, dan tidak akan membiarkan mami pergi lagi" pinta Aydan pada Ryan.

__ADS_1


Ryan pun menuruti permintaan Aydan, andai saja hari ini Ryan tidak ada meeting penting, pasti Ryan akan mengajak Aydan bersenang-senang dan bermain bersama dirinya.


Setelah semua permasalahan selesai, Ryan segera pergi ke kantornya, Raissa juga pergi ke kampusnya. Artika, Afkar dan Aydan di antar oleh anak buah Ryan ke tempat tujuan mereka masing-masing.


Artika mendapat pengawalan ketat dari anak buah Ryan, sesuai janji Ryan dan Aydan jika Ryan akan menyuruh anak buahnya untuk mengawasi dan menjaga Artika.


Melihat maminya yang di kawal oleh anak buah Ryan, Aydan begitu senang ternyata Ryan menepati janjinya. Aydanpun mengikuti Afkar yang akan melakukan kunjungan ke perusahaannya.


Sebenarnya tanpa di kawalpun Artika tidak akan pergi dan meninggalkan Aydan, tapi Artika menghargai apa yang di lakukan oleh Ryan.


Begitu Artika sampai di kampus, Artika segera memasuki kelas dan mulai melakukan kegiatan belajar mengajarnya. Artika di kenal sebagai dosen yang paling muda dan paling cantik di kampus tersebut.


Setiap Artika sedang mengajar, selalu saja ada mahasiswa yang memberinya bunga dan coklat, bahkan menyatakan perasaan mereka secara terang-terangan. Namun Artika tidak menganggap itu semua, Artika akan mengambil hadiah yang diberikan pada dirinya, dan akan menolak secara harus bagi yang menyatakan perasaannya.


Seperti saat ini ada seorang mahasiswa yang sedang menyatakan perasaannya pada Artika saat selesai Artika mengajar.


Afkar yang sedang mengajak Aydan untuk menjemput Artika di kampus. Ternyata kampus tempat Artika mengajar adalah kampus dimana Afkar kuliah dulu. Maka dari itu dengan mudah Afkar untuk mencari Artika.


Dari kejauhan Afkar melihat aksi mahasiswa yang sedang berlutut di hadapan Artika dengan membawa buket bunga mawar merah di tangannya. Afkar menjadi cemburu, ingin rasanya Afkar memukul mahasiswa itu. Namun Afake harus bisa mengendalikan dirinya agar tidak terpancing emosi.


"Mamiiiiii" teriak Aydan dengan keras seraya berlari ke arah Artika dan memeluk Artika di ikuti oleh Afkar yang berjalan dengan gagahnya ke arah Artika. Artika hanya tersenyum melihat kedatangan Afkar dan juga Aydan.


Terima kasih telah membaca karya saya


Mohon maaf bila terdapat banyak kesalahan


Mohon kritik dan sarannya


Jangan lupa untuk Vote,like,komen dan share yaa

__ADS_1


__ADS_2