
Setelah mengambil buket bunga yang di berikan oleh Xavier, Artika langsung memeluk Xavier dengan erat, Xavier pun membalas pelukan Artika.
Mereka berdua pun melepaskan pelukan tersebut, kemudian Xavier mengajak Artika untuk duduk di meja makan yang sudah terhidang berbagai menu makanan.
"Terima kasih kak, untuk kejutannya dan kakak juga sudah meluangkan waktu kakak untuk datang ke sini, walaupun kakak terlambat dan tidak menyaksikan saat aku wisuda " ucap Artika dengan tulus.
"Heeeeiii adikku, siapa bilang kakak mu yang paling tampan ini terlambat dan tidak hadir di acaramu tadi" ucap Xavier dengan penuh percaya diri.
"Heeiii kakakku yang sok tampan, kamu sendiri yang bilang padaku kalau kamu terlambat tiba di Indonesia dan tidak bisa menghadiri acaraku" sarkas Artika pada Xavier.
"Hehehehe... Adikku yang cantik, sebenarnya kakakmu ini sudah tiba di Indonesia sejak tadi pagi, dan kakak juga menghadiri acaramu tadi" ujar Xavier dengan cengengesan.
"Kenapa kakak tidak memberitahu aku, dan tidak menghampiri aku" ucap Artika dengan kesal dan menatap Xavier dengan tatapan membunuh.
"Kakak sengaja melakukan itu, kakak hanya mengamati kamu dari kejauhan saja. Kakak ingin melihat bagaimana keluarga Calon SUAMIMU memperlakukan kamu. Dan kakak bahagia karena mereka memperlakukan kamu dengan baik"jelas Xavier pada Artika seraya menekan kata suamimu.
"Kakak tidak perlu khawatir, mereka semua memperlakukan aku dengan sangat baik kak. Kakak bisa lihat sendiri kan buktinya tadi" ucap Artika dengan tenang.
"Heiii adikku yang cantik, mana calon suamimu, kakakmu yang tampan ini ingin berkenalan dengannya, Cepat telepon dia, suruh dia kemari sekarang juga" ucap Xavier dengan antusias untuk bertemu dengan Afkar.
"Kakak juga ingin melihat, siapa yang lebih tampan di antara kakak dan dia. Dan yang pastinya kakak lah yang lebih tampan" ucap Xavier penuh percaya diri.
"Ckk percaya diri sekali kamu kak. Afkar tidak ada di sini kak, dia sekarang ada di kota Z, ada urusan bisnis di sana" decak Artika pada Xavier yang terlalu percaya diri.
"Yah sayang sekali, kita tidak bisa bertemu secara langsung, ya sudah cepat kamu video call dia, kakak ingin melihat wajahnya dan berkenalan dengannya" pinta Xavier pada Artika
Artikapun menuruti permintaan Xavier kakaknya, dengan segera Artika melakukan panggilan Video pada Afkar.
Tak lama terpampang dengan jelas wajah Afkar di layar ponsel milik Artika.
"Mas lagi ngapain, sibuk gak sekarang" tanya Artika pada Afkar.
"Mas lagi di hotel sayang, mas gak sibuk kok. Kamu lagi di mana sayang, ini bukan seperti di rumah kamu" tanya Afkar yang memperhatikan keadaan di sekeliling Artika.
"Oh ini mas, aku lagi di hotel tempat kak Xavier menginap, ternyata kak Xavier nyiapin kejutan buat aku" jawab Artika pada Afkar.
__ADS_1
Xavier langsung duduk di samping Artika dan melambaikan tangannya ke layar ponsel milik Artika.
"Hai, calon adik ipar, kenalkan aku Xavier calon kakak iparmu yang paling tampan" ucap Xavier pada Afkar.
"Hai juga calon kakak ipar, maaf tidak bisa bertemu secara langsung denganmu" ucap Afkar membalas perkataan Xavier.
"Tidak apa-apa, aku mengerti jika dirimu sibuk. Terima kasih telah menjaga adikku, aku merestui kalian. Aku percayakan adikku padamu" ujar Xavier pada Afkar.
"Terima kasih kak, sudah mau mengerti keadaanku, dan terima kasih telah mempercayakan Artika kepadaku, aku berjanji akan membuat dia bahagia dan menjaganya seumur hidupku" ucap Afkar dengan sungguh-sungguh.
"Baiklah, aku akan pegang janjimu, tapi jika kau menyakiti adikku, akan kubuat kau menderita, dan aku akan membawa adikku pergi jauh dari jangkuanmu" ucap Xavier penuh ancaman pada Afkar.
"Terima kasih kak, aku akan selalu mengingat ucapan kakak" ucap Afkar seraya tersenyum, dan di balas anggukan kepala oleh Xavier.
"Mas, jika mas ingin beristirahat, maka istirahat lah dulu, jangan lupa makan malam dulu, dan selalu jaga kesehatan" ucap Artika.
"Iya, kamu juga sayang, jaga kesehatan dan jaga diri baik-baik. Selamat malam" ucap Afkar pada Artika.
"Selamat malam mas" balas Artika mereka berdua pun mengakhiri panggilan tersebut.
*Di Kota Z
Setelah mengakhiri panggilan Artika, Afkar begitu bahagia karena sudah mendapat restu dari Xavier selaku perwakilan pihak ibu dari almarhum ibu Artika.
Hanya restu dari Papa kandung Artika serta ibu tiri Artika yang belum di dapatkan oleh Afkar.
Karena merasa lapar Afkar memutuskan untuk makan malam di Restoran yang ada di hotel tersebut.
Afkar duduk sendirian dan menikmati makan malamnya sambil mengecek E-mail yang masuk di Ponselnya.
Ternyata Anggun juga berada di restoran yang sama dengan Afkar, Anggun masih ingat dengan sangat jelas wajah Afkar.
Anggun baru saja menyelesaikan pertemuannya dengan rekan seprofesinya di restoran hotel tersebut.
Sehingga Anggun tak sengaja melihat Afkar yang duduk sendirian di meja yang paling pojok.
__ADS_1
"Itukan tunangannya Artika, ternyata Dewi Fortuna sedang berpihak padaku. Artika aku akan merebut tunanganmu, kau lihat saja, dia pasti tidak akan menolak pesonaku" gumam Anggun dalam hatinya.
Dengan segera Anggun mendekati meja Afkar, dan duduk di hadapan Afkar.
Afkar langsung mendongakan kepalanya, yang semula fokus menatap layar ponselnya. Afkar melihat ternyata Anggun yang dengan berani-beraninya duduk di hadapannya tanpa permisi.
Afkar langsung mengernyitkan dahinya, melihat penampilan Anggun yang mengenakan pakaian seperti kekurangan bahan, dan jangan lupa make up tebal seperti ondel-ondel.
Ingin rasanya Afkar tertawa di hadapan Anggun, tapi dengan cepat Afkar menahan tawanya, dan menormalkan ekspresinya.
"Maaf nona anda siapa, kenapa duduk di meja saya, sedangkan di restoran ini masih banyak meja yang kosong" tanya Afkar pada Anggun dan pura-pura tak mengenal Anggun.
"Hai tampan, apakah kau tak mengingat aku dengan baik. Kita pernah bertemu di Kota A" ucap Artika dengan senyum menggodanya.
"Oh maafkan aku nona, aku lupa. Bolehkah aku tahu siapa anda?" tanya Afkar pada Anggun.
"Tampan, biar aku beritahu kamu, aku adalah Anggun seorang model papan atas yang terkenal dan saudara tiri dari tunanganmu" jelas Anggun pada Afkar seraya mengerlingkan matanya.
"Oh benarkah, nona seorang model papan atas yang terkenal, tapi mengapa aku tak mengenal anda nona" ucap Afkar dengan tenang
"Tapi melihat dari penampilan nona, mungkin benar nona adalah seorang model lebih tepatnya model untuk pakaian yang saat di jahit tapi kehabisan kain, dan nona sangat cocok untuk menjadi brand ambassador ondel-ondel untuk melestarikan budaya Indonesia" ledek Afkar pada Anggun.
Anggun yang menyadari Afkar menghina penampilannya, langsung berdiri dan pergi meninggalkan Afkar.
"Awas saja kau, akan kubuat kau menyesal telah menghinaku" desis Anggun, tapi Afkar masih bisa mendengar dengan jelas desisan Anggun tersebut.
Afkar tak ingin menanggapi Anggun, dan membiarkan Anggun pergi begitu saja.
Terima Kasih telah membaca karya saya
Mohon maaf bila terdapat banyak kesalahan
Mohon kritik dan sarannya
Jangan lupa Vote,like, komen dan Share yaaa
__ADS_1