Guru Cantik Pujaan Hati

Guru Cantik Pujaan Hati
Bab 43


__ADS_3

Tak terasa hari yang di nanti-nanti oleh Afkar, akhirnya segera tiba. Besok adalah hari pernikahan Afkar dan Artika.


Karena Afkar dan Artika akan mengadakan pemberkatan di tepi pantai, keluarga Afkar sepakat jika mereka akan mengadakan resepsi di hotel yang tak jauh dari tempat resepsi tersebut.


Jadilah sekarang seluruh keluarga besar Afkar menginap di hotel, tempat yang akan di adakannya resepsi tersebut. Begitupun dengan keluarga Artika.


Di pihak Artika hanya ada kakek Bayu, Xavier dan 4 orang pegawai Artika yang bekerja di warteg miliknya. Mereka juga menginap di hotel yang sama.


Hotel tersebut merupakan hotel yang mewah yang terletak di tepi pantai, Hotel itu adalah hotel milik Afkar.


Afkar di dalam kamarnya merasa gugup, karena besok merupakan hari yang penting bagi masa depannya. Dengan bersusah payah Afkar menghapalkan janji suci pernikahan yang akan di ucapkannya besok.


Sementara Artika di dalam kamarnya di temani oleh Lia, Artika juga merasa gugup dan gelisah karena besok merupakan hari penting bagi dirinya, selain itu dia juga merasakan akan terjadi sesuatu yang buruk.


"Artika, kamu santai saja jangan gugup begitu, yakinlah besok semuanya akan berjalan dengan lancar"ucap Lia pada Artika.


"Tapi kak, kenapa firasatku tidak enak seperti ini, sepertinya akan terjadi sesuatu besok kak" ucap Artika dengan gelisah.


"Besok memang akan terjadi sesuatu Artika, besok kamu akan menikah, dan malamnya adalah malam pertama bagi sepasang pengantin baru, itu lah yang akan terjadi besok" ucap Lia dengan santai.


"Kak bukan itu yang aku maksud kak, aku merasakan ada sesuatu yang buruk akan terjadi kak" ucap Artika lagi.


"Artika, kamu jangan terlalu berpikir hal-hal yang negatif, kakak rasa ini hal yang wajar, kakak sudah sering melihat berbagai macam sikap para calon pengantin" ucap Lia sambil terkekeh.


Selain sebagai seorang desainer, Lia ternyata juga seorang MUA yang professional. Maka dari itu Lia yang akan merias Artika besok.


"Semoga saja apa yang kakak katakan itu benar, dan aku akan selalu berpikir positif saja" ucap Artika meyakinkan dirinya.


"Itu bagus, sekarang ayo kita beristirahat, jangan sampai pengantin baru besok memiliki mata panda" Ujar Lia seraya terkekeh geli.


"Baiklah kak, ayo kita beristirahat. Semoga besok berjalan dengan lancar semuanya" ucap Artika seraya membaringkan dirinya di atas ranjang yang empuk.


"Amiiiiinn" ucap Lia seraya berbaring di samping Artika, mereka berdua memang tidur bersama dalam 1 kamar, agar memudahkan Lia untuk merias Artika.

__ADS_1


Berbeda dengan Afkar dan Artika, Lara sedang merencanakan sesuatu, dia akan membuat seolah-olah dia telah di perkosa oleh Afkar dan dia akan meminta pertanggung jawaban dari Afkar di depan semua orang.


Lara dengan sengaja membeli minuman dan cemilan favorit Afkar, kemudian mencampurkan minuman dan cemilan tersebut dengan obat perangsang.


Ting...Tong...Ting...Tong...


Lara menekan bel kamar Afkar, tak lama Afkar membuka pintu kamarnya dan melihat Lara berdiri di hadapannya.


"Lara, kamu ngapain malam-malam begini ke sini. kamar kamu kan bukan di lantai ini?"tanya Afkar yang heran melihat Lara berdiri di depan kamarnya.


"Aku ke sini cuma mau ngasih minuman sama cemilan kesukaan kamu Afkar, aku tahu pasti kamu gugupkan karena besok akan menikah. Nih aku beliin kamu minuman sama cemilan untuk teman kamu menghapal janji suci besok" ucap Lara menutupi rencana sebenarnya.


"Kok kamu tahu aku sedang gugup, dan lagi menghapal janji suci" tanya Afkar yang heran kenapa Lara bisa tahu jika dirinya sedang gugup dan menghapal janji suci.


"Ya tahu lah, apa kamu lupa jika aku mempunyai seorang kakak laki-laki yang sudah menikah" jelas Lara pada Afkar.


"Memangnya waktu kakak kamu menikah dulu, dia juga mengalami hal yang sama dengan apa yang aku alami"tanya Afkar dengan rasa penasaran.


"Dan jangan lupa minuman dan cemilannya juga di makan" sambung Lara lagi, seraya pergi dari kamar Afkar dan masuk ke dalam lift.


Melihat Lara yang sudah pergi, Afkar langsung masuk dan mengunci pintu kamarnya. Afkar tidak curiga sama sekali terhadap minuman dan cemilan yang di berikan oleh Lara.


Afkar memakan dan meminum semuanya hingga habis tak tersisa, karena itu merupakan makanan dan minuman favorit Afkar.


Sekitar 15 menit, Afkar mendapat telepon dari Lara yang meminta bantuan Afkar karena laptop miliknya sedang erorr.


Afkar dengan segera pergi ke kamar Lara untuk membantu Lara.


Setelah sampai di kamar Lara, Afkar membetulkan laptop milik Lara yang sistemnya sedang erorr. Sekitar 10 menit obat tersebut mulai bereaksi, Afkar merasa tubuhnya panas dan nafsunya juga meningkat.


Lara yang melihat obat tersebut bereaksi, langsung tersenyum penuh kemenangan. Dengan cepat Lara memanfaatkan keadaan, Lara pun mulai menjalankan aksinya.


Hingga Afkar dan Lara melakukan hubungan intim, Lara memang sudah tidak perawan lagi karena dia tinggal di Amerika, di sana melakukan hubungan intim antar pasangan walaupun belum menikah, memang hal yang wajar. Sangat berbeda dengan Indonesia.

__ADS_1


Setelah Afkar tertidur karena kelelahan, dengan cepat Lara merobek pakaian yang di kenakannya tadi dia juga menetaskan darah di atas tempat tidur, dan tak lupa dia juga membuat beberapa luka lebam di bagian tubuhnya.


"Afkar, tidurlah yang nyenyak sayang. Besok akan menjadi hari pernikahan kita yang sangat indah. Artika maafkan aku, kamu memang wanita yang baik. Tapi aku begitu mencintai Afkar" gumam Lara dalam hatinya.


Lara mengakui jika Artika adalah wanita yang cantik dan sangat baik. Tapi sayangnya Lara begitu mencintai Afkar dan tak mau kehilangan Afkar.


Pagi telah tiba, Lara pun menangis sejadi-jadinya, sehingga membangunkan Afkar yang sedang tertidur, Afkar mencari sumber suara tangis itu.


Betapa kagetnya Afkar, melihat dirinya tanpa sehelai benangpun, dan Lara juga dalam keadaan yang mengenaskan, rambut acak-acakan dan baju yang sudah robek.


Dengan cepat Afkar memakai pakaiannya, setelah itu Afkar mendekati Lara, dan bertanya apa yang sebenarnya terjadi, bukan jawaban yang di dapat oleh Afkar, melainkan sebuah tamparan yang di berikan oleh Lara.


Lara berteriak dengan histeris jika di dekati oleh Afkar, sehingga membangunkan keluarga Afkar yang lain. Mereka semua mendobrak pintu kamar milik Lara untuk memeriksa keadaan Lara.


Mereka semua sangat kaget melihat keadaan kamar Lara, apalagi keadaan Lara yang begitu kacau, melihat semua orang telah berkumpul Lara dengan cepat lari ke arah Tante Ema.


"Lara, sayang kenapa kamu bisa seperti ini, apa yang terjadi" ucap Tante Ema seraya memeluk Lara.


Lara hanya menangis tanpa menjawab pertanyaan Tante Ema, semua orang melihat ke arah Afkar, karena Afkar berada dalam kamar Lara lebih dulu.


"Afkar tidak tahu, begitu Afkar bangun Lara sudah dalam keadaan seperti itu" jawab Afkar dengan wajah bingungnya.


"Lara ,coba kamu ceritakan ada apa sebenarnya ini" tanya Nyonya Anita yang juga bingung dengan apa yang terjadi.


"Af...Af...Afkar memperkosa Lara Tante hikss...hikss..hiskss" ucap Lara terbata-bata seraya menangis. Semua orang langsung kaget mendengar ucapan Lara.


Terima kasih telah membaca karya saya


Mohon kritik dan sarannya


Mohon maaf bila terdapat banyak kesalahan


Jangan lupa Vote,like,komen dan share yaa

__ADS_1


__ADS_2