Guru Cantik Pujaan Hati

Guru Cantik Pujaan Hati
Bab 55


__ADS_3

Setelah Xavier selesai dengan urusan bisnisnya, dia kembali ke mansion Ryan untuk menemui Artika, dan meminta penjelasan Artika.


Saat ini Ryan dan Xavier sedang duduk di balkon kamar yang di tempati oleh Artika. Ryan dan Xavier sedang mendengarkan cerita dari Artika tentang masalah yang tengah di hadapinya.


Artika menceritakan tentang kecurigaan Afkar terhadap Lara, Afkar curiga jika Lara dengan sengaja menjebak dirinya, hanya saja Afkar belum menemukan bukti yang akurat.


Artika juga menceritakan tentang rencana Afkar yang akan menceraikan Lara, jika pernikahan mereka sudah 1 tahun lamanya. Setelah itu Afkar akan menikahi dirinya.


Afkar juga menyuruh Artika melanjutkan pendidikannya di luar negeri, dan akan membiaya semuanya. Karena Afkar tidak mau Artika berada dalam bahaya.


Setelah Artika menceritakan semuanya pada Ryan dan Xavier, Artika meminta pendapat dari mereka berdua.


"Kenapa kamu pergi, setelah mengetahui itu semua. Apakah kamu tidak mencintai Afkar, atau perasaanmu padanya telah berubah?" tanya Xavier pada Artika.


"Kak, aku masih sangat mencintainya, tapi aku tak ingin menghancurkan sebuah pernikahan, setelah mas Afkar menceritakan semuanya padaku, aku langsung berpikir apa alasan mbak Lara melakukan itu semua" jawab Artika.


"Lantas apakah kami tahu alasan Lara, menjebak Afkar?" tanya Xavier lagi.


"Lara mencintai Afkar" jawab Ryan dengan singkat.


"Benar apa yang di katakan oleh Ryan kak, Mas Afkar dan Mbak Lara kuliah di universitas yang sama di luar negeri, bahkan mereka juga selalu berada di kelas yang sama. Mas Afkar selalu menjaga dan melindungi mbak Lara semasa mereka kuliah" ucap Artika membenarkan perkataan Ryan.


"Mas Afkar hanya menganggap mbak Lara sebagai teman baik, dan juga menganggap mbak Lara sebagai saudaranya, karena mbak Lara merupakan keponakan dari suami Tante Ema. Tapi tidak dengan Mbak Lara" sambung Artika seraya menghela nafas.


"Maksud kamu Lara salah mengartikan kebaikan Afkar padanya?" tanya Xavier memastikan pendapatnya.


"Benar kak, walapun cara mbak Lara salah, aku tahu mbak Lara sebenarnya orang yang baik" jawab Artika.


"Kamu ini terlalu baik dan polos, sehingga tidak bisa membedakan orang yang baik dan orang jahat" ucap Xavier yang heran pada Artika yang mengatakan bahwa Lara adalah orang yang baik.


"Apa rencanamu selanjutnya?" tanya Ryan pada Artika.


"Aku akan melanjutkan pendidikanku, karena aku ingin menjadi seorang dosen, dan aku juga ingin menata hatiku kembali. Aku percaya jika aku dan mas Afkar memang berjodoh kami akan di persatukan kembali" jawab Artika ata pernyataan Ryan.

__ADS_1


"Baiklah, kakak akan mendukung keputusanmu, tapi kakak ingin kamu melanjutkan pendidikanmu di sini, dan Ryan akan menjagamu" ucap Xavier dengan tegas.


"Tapi kak, aku ingin melanjutkan pendidikanku di Amerika, aku ingin tinggal dengan kakak dan juga kakek kak" ucap Artika pada Xavier.


"Kakak ingin kamu benar-benar fokus pada pendidikanmu, jika kamu ke Amerika maka Afkar akan menemukanmu. Kakak ingin Afkar menyelesaikan masalahnya sendiri, tanpa harus melibatkamu" ucap Xavier dengan tenang.


"Di sini ada adik perempuanku yang mungkin seumuran denganmu, dan kamu akan kuliah di tempat yang sama dengannya. Kamu tidak akan sendirian di sini" ucap Ryan pada Artika.


"Benarkah kamu memiliki seorang adik perempuan Ryan, tapi apakah dia mau berteman denganku?" tanya Artika pada Ryan.


"Kamu tenang saja, dia pasti akan sangat senang berteman denganmu" jawab Ryan dengan nada datarnya.


"Sekarang kamu harus mendengarkan kakak dan juga Ryan, kamu harus mengikuti semua aturan dari kami berdua" ujar Xavier pada Artika.


"Baiklah, aku akan mematuhi semua peraturan dari kalian berdua" ucap Artika dengan pasrah.


"Kak, bisakah kamu membantuku, aku ingin mengirimkan sebuah surat untuk Afkar, dan juga ingin mengembalikan cincin dan kalung yang pernah di berikan olehnya padaku"ucap Artika pada Xavier.


"Aku juga ingin meminjam uang sebesar 20 Milyar pada kakak, aku ingin mengganti uang mas Afkar kak" sambung Artika sambil menunduk.


"Kamu siapkan saja semuanya, jika sudah siap aku akan mengirimkannya" ucap Ryan pada Artika.


"Terima kasih Ryan" ucap Artika dengan nada senangnya.


*Di Indonesia


Afkar sibuk mencari keberadaan Artika, Afkar telah menyuruh anak buahnya untuk melacak keberadaan Artika.


Afkar juga sudah pergi ke rumah Artika, namun rumahnya kosong, Afkar juga sudah pergi ke sekolah tempat Artika mengajar,namun Artika juga tidak mengajar.


Afkar pergi ke warteg milik Artika, namun di sana hanya ada pegawai Artika saja. Mereka mengatakan jika Artika sudah lama tidak pergi ke warteg miliknya, semenjak Artika sibuk mempersiapkan pernikahan mereka.


Afkar pulang ke rumahnya dengan wajah yang terlihat kacau, semua orang yang berada di rumahnya hanya memperhatikan Afkar. Mereka tidak berani bertanya apa yang terjadi pada Afkar. Afkar langsung naik ke lantai atas menuju kamarnya.

__ADS_1


"Kenapa kamu ada di kamarku?"tanya Afkar yang heran melihat keberadaan Lara di dalam kamar miliknya.


"Afkar, aku sudah menjadi istrimu jadi wajar saja jika aku berada di sini" ucap Lara seraya tersenyum pada Afkar.


"Apa kau sudah puas merusak kebahagiaanku?" tanya Afkar dengan nada dinginnya.


"Apa maksudmu Afkar, aku tidak pernah merusak kebahagiaanmu" jawab Lara seraya membalikkan pertanyaan Afkar.


"Keluar dari kamarku. Aku tidak ingin melihat wajahmu" ujar Afkar menyuruh Lara keluar dari kamarnya.


"Afkar, kita sudah menikah apa kata keluargamu jika kita tidur terpisah" ucap Lara mengingatkan Afkar tentang status mereka.


Karena Lara tidak mau keluar dari kamar tersebut, maka Afkar langsung keluar dari kamar dan pergi meninggalkan rumahnya.


Afkar menelpon Rudi sahabatnya, untuk menemaninya ke club malam. Selama ini Afkar tidak pernah meminum minuman keras. Tapi karena kepergian Artika, Afkar akan melampiaskannya pada minuman itu.


"Rud, apa yang harus gue lakuin Rud, Artika pergi ninggalin gue?" tanya Afkar pada Rudi seraya meminum minuman beralkohol.


"Loe tenang aja, pasti loe bisa nemuin Artika, gue juga sudah hubungi pacar gue, jika Artika menghubungi dia, dia akan bilang ke gue" jawab Rudi pada Afkar.


"Gue harus secepatnya nemuin Artika Rud, gue takut dia kenapa-kenapa" ucap Afkar mengkhawatirkan Artika.


"Mungkin saja Artika keluar negeri, karena Kakek dan Kakak sepupunya berada di Amerika" ujar Rudi pada Afkar.


"Gue sudah cek seluruh penerbangan ke Amerika, tidak ada nama Artika. Artika itu tidak pernah pergi ke luar negeri Rudi, jadi tidak mungkin jika dia keluar negeri" ucap Afkar.


"Fix, kalau begitu Artika masih berada di Indonesia. Loe tenang aja, gue bakal bantuin loe buat cari Artika" ucap Rudi menenangkan Afkar.


Terima kasih telah membaca karya saya


Mohon maaf bila terdapat banyak kesalahan


Mohon kritik dan sarannya

__ADS_1


Jangan lupa Vote, like, komen dan share yaa


__ADS_2