Guru Cantik Pujaan Hati

Guru Cantik Pujaan Hati
Bab 17


__ADS_3

Sekarang Afkar dan Artika sudah berada memasuki ballroom hotel tempat di mana diadakannya acara pertunangan rekan bisnis Afkar.


Kedatangan Afkar dan Artika menjadi pusat perhatian seluruh tamu yang hadir, mereka semua mengatakan jika Afkar dan Artika adalah pasangan yang serasi.


Afkar melingkarkan tangannya di pinggang ramping Artika, sebenarnya Artika merasa risih. Setiap kali Artika ingin melepaskan tangan Afkar.


Afkar malah makin mengeratkan tangannya di pinggang Artika. Alhasil Artika hanya bisa pasrah saja.


Afkar baru melepaskan tangannya setelah dia hendak bersalaman dengan Alex. Sementara Rudi sudah datang lebih dulu daripada Afkar.


Rudi di kelilingi oleh rekan-rekan bisnis Afkar, karena mereka sering bertemu dengan Rudi. Sementara Afkar, mereka tidak mengenal Afkar sama sekali.


Afkar sangat ahli dalam menutupi identitasnya, dia juga tidak di kenal oleh rekan-rekan bisnis ayahnya, begitupun dengan rekan bisnisnya.


Alex pun hanya tahu bahwa Afkar sedang menjalankan perusahaan Ayahnya saja, yang kebetulan Alex tengah menjalin kerja sama.


"Hai, Lex selamat ya atas pertunangan kamu dan Melinda. Gue gak nyangka kalian bakalan langgeng sampai sekarang" ucap Afkar pada Alex.


Alex memang berpacaran dengan Melinda sedari mereka SMA dulu.


"Terima kasih Kar, sudah mau datang ke acara gue. Langgeng dong kan Melinda cinta pertama dan terakhir gue" ucap Alex pada Afkar.


"Eh.. siapa nii di sebelah loe, pacar loe yaa. Gue kira loe suka makan pisang. Kamu hebat bisa meluluhkan hati Afkar" ucap Alex sambil tertawa.


Artika heran mendengar perkataan Alex, kalau memang Afkar tidak pernah terlihat dekat dengan seorang wanita. Bagaimana bisa Afkar mempunyai seorang anak.


"Loe kalau ngomong jangan sembarangan dong, bikin malu gue aja loe. Jangan di dengar Tika perkataan Alex" ujar Afkar yang kesal pada Alex.


Artika hanya tersenyum sambil menganggukkan kepalanya. Kemudian Artika menyalami Melinda.


"Selamat yaa mba, semoga lancar sampai H nya nanti"ucap Artika dengan tulus.


"Amin, terima kasih ya sudah mau datang ke acara kami. Kamu benaran pacarnya Afkar kan?" tanya Melinda penasaran.


Bagaimana tidak, selama ini Afkar tidak pernah dekat dengan wanita manapun. Tapi saat ini Afkar menggandeng seorang wanita yang masih begitu muda, dan sangat cantik menurut Melinda.

__ADS_1


Artika bingung saat mau menjawab pertanyaan dari Melinda, jika mengatakan bahwa dia pacarnya Afkar itu tidak mungkin, karena mereka tidak memiliki hubungan apa-apa.


Jika mengatakan bahwa dirinya bukan pacar Afkar, pasti Afkar di tertawakan oleh teman-temannya.


Mengetahui Artika yang sedang bingung Afkar langsung menjawab"Loe tanya apaan sih Melinda, jelas lah Artika pacar gue. Kan datangnya bareng gue".


"Heran deh gue sama Loe Kar, dari dulu sampai sekarang gak pernah berubah selalu aja ngegas kalau ngomong. Gue itu cuma mau mastiin aja. Gue heran aja cewek cantik dan masih muda kayak dia kok mau sama Loe yang sudah tua" ledek Melinda pada Afkar.


Artika hanya menahan tawanya saja saat mendengar Melinda meledek Afkar.


Afkar hanya mendengus kesal mendengar ledekan dari Melinda.


"Kapan loe akan nyusul kita Kar" tanya Alex pada Afkar.


"Secepatnya gue akan nyusul kalian berdua" jawab Afkar dengan sangat mantap.


Artika hanya diam mendengar jawaban Afkar yang menurutnya aneh.


"Kar, loe jaga ni cewek bener-bener ya, gue demen liat loe sama dia, klop banget dan jangan lupa cepat nyusul kita. Biar bisa di pelaminan bareng-bareng" ucap Alex seranya tertawa begitupun Melinda dan Afkar.


Artika hanya tersenyum saja menanggapi ucapan Alex. Rudi dan Tania pun datang mendekat ke arah mereka.


"Eh.. ada Artika juga. Kamu cantik sekali Artika malam ini, kalian berdua sangat serasi" goda Rudi pada Afkar dan Artika.


"Eh.. hampir lupa kenalin, ini Tania sepupu gue anak dari adik bokap gue" ucap Rudi pada teman-temannya. Dan mereka pun menjabat tangan Tania secara bergantian.


"Kamu Artika kan, Alumni SMA xxx yang langsung loncat ke kelas 3 itu" tanya Tania pada Artika.


"Iya benar, kamu kok bisa mengenal saya" tanya Artika heran kenapa Tania bisa mengenal dirinya.


"Kita itu dulu 1 kelas, tapi sayang kita tidak akrab, pas kenaikan kelas kamu langsung masuk ke kelas 3 dan bertemu dengan kak Siska pacarnya kak Rudi" ucap Tania.


"Maaf ya, aku gak ingat kamu" ucap Artika dengan tulus.


Afkar yang mendengar penuturan Tania mengenai Artika semakin kagum pada Artika.

__ADS_1


"Makanya Tania, kalau sekolah itu yang bener. Kamu lihat Artika sekarang, sebentar lagi akan wisuda kamu nya kapan coba?"ucap Rudi panda Tania.


"Aiissh kak Rudi ini, Artika itu pintar. Bedalah sama otak Tania yang pas-pasan" ucap Tania dengan cemberut.


Afkar ingat jika Afkar akan menyatakan perasaannya pada Artika malam ini. Afkar sudah mengatur semuanya sebaik mungkin.


Dengan cepat Afkar berpamitan pada teman-temannya karena dia akan pulang duluan. Dengan alasan akan mengantar Artika terlebih dahulu, dan tak baik mengantar wanita pulang terlalu malam.


Artika hanya mengikuti kemanapun Afkar pergi, dia sama sekali tidak bertanya. Artika pun merasa lega karena dia sudah keluar dari tempat acara tersebut.


Di dalam mobil dengan suasana hening, baik Artika maupun Afkar sama sekali tidak membuka suaranya.


Afkar hanya fokus menyetir saja, sementara Artika hanya memperhatikan jalan. Tapi Artika tersadar jika Afkar tidak menuju ke arah jalan rumahnya.


"Afkar, kamu mau membawa aku kemana, ini kan bukan jalan ke arah rumah aku. Kamu jangan macam-macan ya Afkar" ucap Artika dengan cemas.


"Aku gak akan macam-macam sama kamu Artika, aku hanya ingin membawa kamu ke tempat yang indah. Kamu percayakan sama aku" ucap Afkar meyakinkan Artika.


Tak lama mobil Afkar berhenti di depan sebuah hotel yang sangat mewah. Artika bingung dan takut kenapa Afkar membawanya ke sebuah hotel. pikiran Artika pun melayang kemana-mana.


"Kamu jangan mikir yang aneh-aneh Artika. percaya aja sama aku" ucap Afkar.


Artika hanya diam, dan mengikuti kemana langkah Afkar. Ternyata Afkar membawa Artika ke lantai paling atas di hotel tersebut, di lantai mereka bisa meyaksikan pemandagan kota di saat malam hari.


Artika tersenyum melihat pemandangan itu, sekarang dia mengerti kenapa Afkar membawanya ke situ.


" Kamu suka" ucap Afkar pada Artika yang melihat Artika tersenyum sambil memandangi pemandangan yang ada di depannya.


Artika hanya menganggukkan kepala, Afkar langsung mendekati Artika, dan menarik tengkuk Artika dengan sebelah tangannya dan tepat sasaran bibir Afkar menempel sempurna pada bibir mungil Artika.


Artika kaget dengan aksi Afkar, ini adalah ciuman pertamanya. Artika hanya diam saja tanpa merespon ciuman Afkar.


Terima kasih telah membaca karya saya


Mohon maaf bila terdapat banyak kesalahan

__ADS_1


Mohon kritik dan sarannya


Jangan lupa Vote,like,komen dan share yaa


__ADS_2