Guru Cantik Pujaan Hati

Guru Cantik Pujaan Hati
Bab 53


__ADS_3

Setelah kepergian Afkar dari apartemen Lia, Artika masih memikirkan semua ucapan Afkar, walaupun Artika turut mencurigai Lara.


Tapi Artika, tidak akan mengikuti ucapan dan rencana Afkar. Artika tidak ingin merusak sebuah pernikahan, walaupun pernikahan itu tidak di bangun dengan rasa cinta.


"Aku memang mencintaimu mas, tapi aku tidak ingin menjadi egois hanya karena rasa cinta" ucap Artika dalam hatinya.


Artika memutuskan untuk pulang ke rumahnya, dia ingin mempersiapkan keberangkatannya ke luar negeri. Kemudian Artika meminta Lia untuk mengantarnya pulang kerumah.


"Artika, ingatlah besok dan seterusnya kamu menginap di apartemenku sampai keberangkatanmu keluar negeri, sesuai dengan rencana kita" ucap Lia. Saat ini mereka berdua sedang berada di depan rumah Artika.


"Aku pulang dulu, besok aku akan menjemputmu" sambung Lia lagi.


"Baiklah kak, hati-hati di jalan kak" ucap Artika.


Setelah berpamitan, Lia langsung melajukan mobilnya, setelah mobil Lia menjauh, Artika segera masuk ke dalam rumahnya.


Artika mengepak beberapa pakiannya, dan dokumen-dokumen penting miliknya. Artika memutuskan untuk pergi keluar negeri malam ini juga. Artika merasa jika dia berada di sini maka akan menimbulkan masalah nantinya. Artika tidak ingin dirinya , menjadi sumber masalah untuk orang lain.


Dengan segera Artika menyiapkan segala keperluannya, dan memesan taxi online untuk mengantarkan dia ke bandara.


Saat ini Artika sedang berada di bandara sambil menunggu keberangkatannya, Artika akan pergi ke Amerika dan akan menetap di sana dalam waktu yang lama.


Pesawat Artika akan berangkat dalam 3 jam lagi, Artika duduk di ruang tunggu bandara sendirian tanpa apa yang menemaninya.


Xavier juga berada di dalam bandara yang sama dengan Artika, awalnya Xavier ingin kembali ke Amerika tadi pagi.


Tapi karena ada masalah dengan bisnis Ryan dan Ryan juga meminta bantuannya, maka dari itu hanya Kakek Bayu yang kembali ke Amerika tadi pagi dengan menggunakan pesawat komersil.


Saat berjalan melewati ruang tunggu, Xavier tidak sengaja melihat Artika. Artika sedang duduk seorang diri dengan membawa sebuah Koper di sampingnya. Xavier segera menghampiri Artika.


"Artika"ucap Xavier setelah berdiri di hadapan Artika.


"Kak Xavier" ucap Artika seraya berdiri dari duduknya dan memeluk Xavier.


"Kamu kenapa bisa di malam-malam begini?" tanya Xavier yang heran melihat Artika berada di bandara.


"Aku ingin menyusul kakak ke Amerika, dan tinggal di sana"jawab Artika.


"Kenapa kamu tidak memberitahu kakak bahwa kamu akan pergi hari ini. Bukannya tadi pagi kamu bilang akan pergi Minggu depan" tanya Xavier pada Artika.


"Aku berubah pikiran kak" ucap Artika dengan santainya.

__ADS_1


"Ayo ikut kakak, kita akan berangkat sekarang, sebentar lagi pesawat kakak akan berangkat" ajak Xavier pada Artika.


"Itukan pesawat kakak, pesawatku masih 2 jam lagi kak. Kakak duluan saja dan jangan lupa tunggu aku di bandara karena kakak akan tiba duluan" ucap Artika pada Xavier.


"Kakak tidak naik pesawat komersil Artika, tapi kakak akan naik jet pribadi milik sahabat kakak. Sudah ayo cepat" jelas Xavier pada Artika seraya tangan kanannya menarik koper milik Artika dan tangan kirinya menarik tangan Artika .


"Tapi kak, aku sudah membeli tiket pesawat kak, aku akan rugi jika membatalkannya" protes Artika pada Xavier.


"Kakak akan mengganti uangnya, sudahlah kamu ikut kakak saja" ujar Xavier seraya mempercepat langkahnya.


Xavier membawa Artika langsung ke landasan pacu pesawat, di sana sudah terparkit jet pribadi milik Ryan, Xavier langsung mengajak Artika untuk masuk ke dalam jet tersebut.


"Artika, kamu duduk dulu di sini, kakak akan masuk ke ruangan itu untuk menemui sahabat kakak" ucap Xavier pada Artika, seraya berjalan meninggalkan Artika yang sedang duduk seorang diri.


Artika hanya menatap ke arah jendela, menatap gelapnya malam, Artika juga memikirkan, tentang keputusannya untuk pergi. Xavier masuk ke dalam ruangan khusus milik Ryan.


Xavier mengajak Ryan keluar dari ruangannya, karena ingin memperkenalkan Ryan dan Artika. Xavier tidak tahu jika Ryan dan Artika sudah saling mengenal.


"Xavier, apa benar dia adikmu" ucap Ryan setelah melihat Artika sedang duduk di dalam jet milikny.


"Iya, dia adikku. Ayo" ajak Xavier pada Ryan.


Mendengar perkataan Xavier, Artika langsung mengalihkan padangannya. Artika begitu terkejut saat mengetahui sahabat kakak dan pemilik jet ini ada Ryan.


"Ryan"ucap Artika seraya tersenyum.


"Hai,, Arti. Kita bertemu lagi, sepertinya kita berjodoh" ucap Ryan membalas senyuman Artika.


Xavier hanya bisa melongo, melihat Ryan yang tersenyum pada Artika. Sejak kapan mereka berdua saling mengenal.


"Apa kalian berdua sudah saling mengenal?" tanya Xavier pada Artika dan Ryan.


"Kami berdua sudah kenal, Ryan pernah menyelamatkan aku saat aku terseret ombak di pantai kemarin" jawab Artika.


"Benar" jawab Ryan dengan singkat.


"Artika, kenapa bisa kamu terseret ombak, apakah kamu mencoba melakukan bunuh diri, karena di tinggal nikah oleh si brengsek itu?" tanya Xavier pada Artika.


"Aku tak sebodoh itu kak, aku hanya terpeleset dan terseret ombak, dan aku juga tidak bisa berenang. Hehehehe" jawab Artika seraya terkekeh.


" Oh.. syukurlah, terima kasih Ryan telah menolong adikku" ucap Xavier dengan tulus.

__ADS_1


"Hmmm" hanya itu yang keluar dari mulut Ryan.


"Artika sekarang jelaskan pada kakak apa yang terjadi sehingga kamu memutuskan untuk pergi ke Amerika hari ini" tanya Xavier menatap dengan tajam kearah Artika.


"Nanti aku akan jelaskan semuanya kak, bisakah kak membiarkan aku untuk beristirahat, aku lelah kak" pinta Artika seraya memelas ke arah Xavier.


"Arti, jika kamu ingin beritirahat, pergilah keruangan itu, di sana kamu bisa beristirahat dengan nyaman" ucap Ryan pada Artika seraya menunjuk ke arah kamar khusus miliknya.


"Terima kasih Ryan, selamat malam semuanya. Kak Xavier jangan lupa jika kita sudah tiba beritahu aku" ucap Artika pada Xavier.


"Iya, perjalanan kita masih panjang Artika, kamu masih bisa tidur dengan nyenyak, istirahatlah" ujar Xavier.


Artika segera melangkahkan kakinya ke kamarnya yang telah di tunjukkan oleh Ryan.


"Ryan, bisakah kau menyembunyikan adikku. Aku tak ingin si brengsek itu menemukan keberadaan adikku" ucap Xavier pada Ryan.


"Aku tahu jika adikku, memutuskan untuk pergi maka terjadi sesuatu yang tidak mampu untuk di hadapinya" sambung Xavier lagi.


"Baiklah, aku akan membantumu" ucap Ryan dengan singkat padat dan jelas.


"Terima kasih Ryan" ucap Xavier dengan tulus.


Tak lama Axel dan Steven masuk ke dalam jet tersebut.


"Bos, semua sudah siap kita bisa berangkat sekarang" ucap Axel dengan tegas. Ryan hanya mengangguk.


"Ryan,aku akan menemani Artika di kamarmu, karena ini adalah penerbangan Artika yang pertama, aku takut jika dia merasa tidak nyaman nantinya" ucap Xavier meminta izin untuk masuk ke dalam kamar Ryan yang sedang di tempati Artika.


"Biar aku yang menemaninya" ucap Ryan.


"Baiklah, tolong jaga adikku Ryan"ucap Xavier dengan tulus.


Ryan segera masuk ke dalam kamar yang di tempati oleh Artika, dia ingin memastikan keadaan Artika.


Terima kasih telah membaca Karya saya.


Mohon maaf bila terdapat banyak kesalahan


Mohon kritik dan sarannya


Jangan lupa untuk Vote, like, komen dan Share yaa

__ADS_1


__ADS_2