Guru Cantik Pujaan Hati

Guru Cantik Pujaan Hati
Bab 21


__ADS_3

" Mama, coba mama lihat video ini" ucap Anggun seraya menunjukkan video di Hp miliknya.


Nyonya Diana kaget melihat video yang di perlihatkan oleh Anggun. Di video itu terlihat Artika sedang di lamar oleh seorang pria tampan.


"Ternyata sekarang hidup dia seperti ini, mama yakin dia pasti menjual tubuhnya, untuk mendapatkan uang, sehingga dia bisa seperti itu" ucap Nyonya Diana penuh kebencian.


"Mama benar, tidak mungkin dia bisa membeli gaun yang mahal seperti itu, karena waktu dia di usir dari rumah ini dia tidak membawa apa-apa, dasar wanita ******" ucap Anggun.


"Awas saja jika dia berani menginjakkan kakinya ke rumah ini, mama tidak akan tinggal diam" desis Nyonya Diana.


"Aku harus mendapatkan pria yang lebih dari pria itu ma. Aku tak ingin di kalahkan oleh Artika" ucap Anggun pada mamanya.


"Kamu benar sayang. Kamu tenang saja kamu harus bisa menjadi Nyonya besar dari CEO AG COMPANY. Mama akan lakukan apapun agar kamu bisa menjadi istri dari CEO tersebut" ucap Nyonya Diana penuh keyakinan.


"Mama memang yang paling terbaik, Mama selalu mengerti aku. Oh iya Ma, besok aku ada pemotretan di Kota A" Ujar Anggun.


"Oke sayang, mama akan mempersiapkan semua barang-barang kamu. Sekarang kamu istirahat saja, masalah yang lainnya biar mama yang urus" ucap Nyonya Diana.


Anggun begitu senang mendengar perkataan mamanya, Sebentar lagi dia akan menjadi Nyonya besar, dia juga seorang model terkenal, semua orang akan menghormati dirinya.


*Di Kota A


Saat ini Artika sedang duduk di teras rumahnya, sambil membaca novel. Setelah tadi pagi Artika melakukan beraih-bersih di rumahnya.


Setiap hari Minggu Warteg milik Artika tutup. Dan rutinitas Artika setiap hari Minggu adalah bersih-bersih rumah, setelah itu dia akan membaca novel atau menonton film Korea.


Tak lama terdengar klakaon mobil tepat di depan pagar rumah Artika.


Tiiin....tiin...tiin...


Afkar menekan klakson mobilnya, Afkar dan Aydan sedang berkunjung ke rumah Artika saat ini. Afkar ingin mengajak Artika untuk makan siang di luar.


Afkar sudah menelepon Artika berkali-kali, tapi Artika sama sekali tidak menjawab teleponnya.


Afkar khawatir terjadi apa-apa pada Artika sehingga dia langsung menuju ke rumah Artika. Afkar ingin memastikan keadaan Artika.


Artika langsung membuka pagarnya dan melihat mobil Afkar dengan segara Artika membuka pagarnya lebar-lebar supaya Afkar langsung memarkirkan mobilnya di halaman rumah.

__ADS_1


Afkar langsung memarkirkan mobilnya di halam rumah Artika dan segera turun dari mobilnya dan di ikuti oleh Aydan.


"Mamiiii...." ucap Aydan pada Artika. Karena Afkar sudah menjelaskan kalau Artika akan jadi Mami Aydan, jadi Aydan tidak boleh memanggil Artika dengan sebutan kakak cantik lagi.


Artika bingung kenapa Aydan memanggilnya dengan sebutan Mami. Artika segera menghampiri Aydan.


"Kenapa Aydan panggil kakak Mami" tanya Artika penasaran.


"Kata papi, kakak akan menjadi mami Aydan, jadi Aydan tidak boleh panggil Kakak lagi, tapi Mami" jawab Aydan dengan polosnya.


Artika langsung menoleh ke arah Afkar dan menatap Afkar dengan tajam. Afkar hanya tersenyum saja.


"Ayo masuk" ajak Artika pada Aydan dan Afkar. Artika langsung menggandeng tangan Aydan dan membimbingnya untuk duduk di depan ruang Tv.


Artika mengajak Aydan untuk menonton film animasi Tom anda Jerry. Karena Artika tahu Aydan sangat menyukai film itu.


"Afkar, kamu ikut aku. Aku mau ngomong sama kamu" ucap Artika mengajak Afkar ke ruang makan yang memang tidak jauh dari ruang Tv, sehingga mereka bisa mengawasi Aydan.


Afkar hanya mengikuti langkah Artika saja. Afkar sangat senang melihat wajah kesal Artika yang sangat menggemaskan menurutnya.


" Kamu kenapa ngomong seperti itu pada Aydan" tanya Artika .


Artika hanya mengerucutkan bibirnya, Afkar menjadi gemas melihat tingkah Artika. Ingin sekali Afkar mencium bibir Artika, tapi Afkar masih menahannya.


"Kamu ngapain ke sini" tanya Artika pada Afkar.


"Aku ingin ajak kamu makan siang di luar sekalian aku mau kenalin sama Ayah kandungnya Aydan sekaligus kakak aku" jawab Afkar.


"Tapi inikan belum masuk waktunya makan siang Afkar, ini itu baru jam 10 pagi tahu"sewot Artika.


"Iya aku tahu, tadinya aku mau jemput kamu jam 11 an. Tapi aku telepon kamu berkali-kali gak kamu jawab. Aku takut kamu kenapa-napa, makanya aku langsung ke sini. Aku khawatir sama kamu" jelas Afkar


" Maaf tadi aku bersih-bersih rumah, jadi Hp aku ketinggalan di kamar jadi aku gak denger kalau kamu telepon aku, maafin aku yaa" ucap Artika dengan tulus.


"Iya gak apa-apa. Lain kali HP kamu harus stand by, jangan jauh-jauh dari Hp" ucap Afkar seraya memeluk Artika.


Artika pun membalas pelukan Afkar, Artika senang Afkar sangat mengkhawatirkan dirinya. Selain almarhum neneknya tidak ada yang mengkhawatirkan dirinya.

__ADS_1


"Terima kasih Afkar sudah mengkhawatirkan aku" ucap Artika dengan tulus.


Afkar langsung melepaskan pelukannya, tangananya langsung menangkup wajah Artika.


Cuup.... Afkar mencium kening Artika dengan sangat mesra.


"Aku sangat mencintai dan menyayangimu, tentu saja aku khawatir pada dirimu" ucap Afkar.


Bluusshh pipi Artika langsung memerah, setelah mendapatkan ciuman dari Afkar, Artika langsung menjadi salah tingkah.


"Kamu mau minum apa, biar aku buatkan?" tanya Artika mengalihkan perhatian Afkar.


"Apa saja, yang penting kamu yang membuatnya" jawab Afkar sambil tersenyum melihat pipi Artika yang sudah memerah.


Artika segera membuatkan Afkar dan Aydan jus jeruk, setelah selesai Artika segera meletakkan jus tersebut di hadapan Afkar dan Aydan yang sedang asyik menonton film animasi Tom and Jerry bahkan Aydan sampai tertawa.


Artika sudah duduk di hadapan Afkar. " Afkar, kita tidak perlu makan di luar ya. Kita makan di rumah saja, aku akan memasak makanan. Aku sudah bosan kalau harus makan di luar." ucap Artika.


"Oke, sesuai permintaan kamu. Nanti aku akan bilang sama kakakku kalau kita akan makan siang di sini" ucap Afkar.


"Terima kasih Afkar. Kamu begitu aku masak dulu, kamu duduk aja dulu atau mau ngapain terserah kamu aja" ucap Artika seraya meninggalkan Afkar ke arah dapur.


Afkar segera menyusul Artika. Afkar ingin membantu Artika memasak.


"Biar aku bantu kamu memasak, biar kamu tidak capek. Kita akan memasak apa hari ini" ujar Afkar.


"Memangnya kamu bisa memasak?" tanya Artika pada Afkar.


"Heeiii jangan meremehkan kemampuan memasakku sayang, calon suamimu ini sudah terbiasa memasak, kamu lihat saja ke ahlianku" ucap Afkar seraya mencuri ciuman di pipi Artika.


Blluussh. pipi Artika langsung memerah mendapat perlakuan dari Afkar.


Afkar sangat senag melihat rona wajah Artika yang merah seperti itu, saat dirinya sedang malu dan salah tingkah.


Terima kasih telah membaca karya saya


Mohon maaf bila terdapat banyak kesalahan

__ADS_1


Mohon kritik dan sarannya


Jangan lupa vote,like,komen dan share yaaa


__ADS_2