
Sudah sebulan Artika meninggalkan Indonesia, selama itu pula Afkar tidak pernah pulang ke rumahnya, dan setiap malam Afkar selalu pergi ke club malam.
Rudi dengan setia menemani Afkar, bahkan Afkar juga tinggal di apartemen Rudi. Afkar telah mengerahkan semua anak buahnya untuk mencari keberadaan Artika, namun tidak berhasil menemukan Artika.
Afkar sudah merasa putus asa untuk mencari keberadaan Artika. Semenjak Artika pergi, Afkar berubah menjadi orang yang dingin dan cepat marah.
Afkar tidak pernah mempedulikan Lara. Setiap hari Afkar menjemput Aydan saat pulang sekolah, dan mengantar Aydan untuk pulang kerumahnya.
Semua keluarga Afkar, sangat prihatin melihat perubahan Afkar, tidak ada lagi Afkar yang hangat pada keluarganya, tidak ada lagi Afkar yang selalu bercanda dan bermanja-manja pada Bundanya.
"Azreel, apa yang harus kita lakukan agar Afkar kembali seperti dulu. Kamu lihat sekarang dia tidak pernah pulang ke rumah ini lagi, bahkan saat dia mengantar Aydan, dia hanya di depan rumah kita saja" ujar Nyonya Anita dengan nada frustasi melihat perubahan Afkar.
"Azreel juga tidak tahu Bun, untung saja sikap Afkar pada Aydan tidak berubah" ucap Azreel yang bingung melihat perubahan Afkar.
"Aydan juga sering sekali menanyakan Artika, dia sangat merindukan Artika Bun, dulu saat masih ada Artika, Aydan menjadi anak yang sangat penurut. Tapi sekarang sikap Aydan sudah berubah, Aydan lebih banyak diam dan terus saja belajar" sambung Azreel dengan nada frustasi.
" Kamu benar Azreel, semenjak Artika pergi, Afkar dan Aydan berubah 180 derajat Azreel, begitu besarkah pengaruh Artika di hidup Afkar dan Aydan" ucap Nyonya Anita.
"Azreel juga tidak tahu Bun" ucap Azreel seraya mengangkat bahunya.
Semenjak Artika pergi, Aydan berubah menjadi anak yang pendiam dan selalu saja belajar. Afkar memberitahu Aydan jika Artika pergi karena Aydan tidak suka belajar, makanya Artika pergi.
Jadi Aydan berpikir jika dia terus belajar maka Artika akan kembali. Aydan setiap hari hanya menghabiskan waktunya dengan belajar. Sehingga membuat Azreel dan Nyonya Anita menjadi khawatir.
Semenjak kepergian Artika, Azreel mengundurkan diri dari maskapai tempat dia bekerja sebagai pilot. Azreel ingin fokus mengurus Aydan, karena Afkar tidak seperti dulu lagi yang fokus mengurus Aydan di sela-sela kesibukannya.
Lara setiap hari datang ke kantor Afkar dan membawakan Afkar makan siang, tapi Afkar sama sekali tidak mau menemui Lara. Bahkan setiap kali Lara datang ke kantor Afkar, Lara akan di usir oleh satpam yang berjaga di lobi kantor.
Kini Lara sudah tidak menjadi seorang model lagi, Xavier menghancurkan karir Lara di Amerika, dan Lara juga tidak bisa berkarier di Indonesia, Afkar sudah memblack list nama Lara, sehingga tidak ada satupun agensi yang akan mengajak Lara bekerja sama.
Usaha yang di miliki oleh orang tua Lara juga di hancurkan oleh Afkar dan Xavier.
__ADS_1
Afkar sudah pergi ke Amerika untuk menemui Xavier dan menanyakan keberadaan Artika, tapi Xavier sama sekali tidak memberitahu Afkar tentang keberadaan Artika.
*Di London
Artika sudah mulai melanjutkan kuliahnya, Artika kuliah di salah satu Universitas terkenal di London.
Artika sudah menganggap Ryan sebagai kakaknya sendiri, begitupun sebaliknya. Setiap hari Artika selalu di antar ke kampus oleh anak buah Ryan, dan selalu mendapat pengawalan ketat kemanapun Artika pergi.
Untung saja Ryan memiliki seorang adik perempuan yang seumuran dengan Artika, sehingga Artika tidak merasa bosan saat berada di mansion Ryan.
Saat ini Artika dan Raissa adiknya Ryan sedang berada di sebuah mall terbesar di London. Raissa mengajak Artika berbelanja.
"Arti, pilihlah apapun yang kamu suka. Hari ini kita akan berbelanja dengan puas, kamu tenang saja uang kak Ryan sangat banyak bahkan hingga tujuh turunanpun tidak akan habis"ujar Raissa dengan penuh semangat.
"Kamu saja yang berbelanja Raissa, aku hanya akan menemanimu saja. Lagian pakaianku masih banyak dan masih bagus, dan kak Xavier setiap Minggu selalu saja mengirimkan pakaian,tas,sepatu dan masih banyak yang lainnya" ujar Artika pada Raissa.
"Sayangnya, aku tidak menerima penolakan. Ayo" ucap Raisa dengan tegas seraya menarik tangan Artika masuk ke dalam sebuah toko.
Saat mereka masuk ke dalam mansion terlihat Xavier dan kakek Bayu sedang mengobrol bersama Ryan. Artika langsung berlari kearah kakek Bayu dan memeluknya.
"Aku sangat merindukan kakek" ucap Artika yang berada di dalam pelukan kakek Bayu.
"Kakek juga merindukanmu, bagaimana apakah kamu betah di sini?" tanya kakek Bayu seraya mengelus kepala Artika yang sedang berada di dalam pelukannya.
"Aku betah di sini kek, di sini ada Raissa yang selalu menemaniku" jawab Artika seraya melepaskan diri dari pelukan kakek Bayu.
"Heeiii... kamu tidak merindukan kakakmu yang paling tampan ini?" tanya Xavier yang jengkel karena Artika tidak menyapanya.
"Oh maafkan aku kak, aku sama sekali tidak merindukanmu" jawab Artika dengan entengnya.
"Dasaaar adik tidak tahu diri, di sana aku sangat merindukanmu dan memikirkanmu, tapi kamu sama sekali tidak merindukanku" ucap Xavier dengan wajah yang cemberut.
__ADS_1
"Aku hanya bercanda kak, tentu saja aku juga sangat merindukan dirimu" ucap Artika seraya menghampiri Xavier dan memeluknya.
Ryan dan Raissa sangat senang melihat Artika yang merasa bahagia seperti itu. Selama ini Artika selalu menangis di dalam kamarnya, tapi di saat dia berada di hadapan orang lain dia akan terlihat seperti sedang bahagia, seolah-olah tidak terjadi apapun padanya. Artika sangat pandai menyembunyikan kesedihannya.
"Berapa lama kakek dan kakak akan berada di sini?" tanya Artika pada Kakek Bayu dan juga Xavier.
"Kakek akan berada di sini selama 1 Minggu, karena kakak dan Ryan akan pergi ke Indonesia. Jadi selama kami pergi ada kakek yang akan mengawasi kalian berdua" jawab Xavier atas pertanyaan Artika.
"Baiklah kak, Raissa kita akan bersenang-senang bersama kakek?" ujar Artika dengan nada yang terdengar sangat bahagia.
"Kamu benar kak, aku sangat bahagia jika mereka berdua tidak ada di sini. Ahhh... aku bahagia sekali" ucap Raissa dengan mata yang berbinar-binar.
"Berhati-hatilah saat kalian sedang berada di luar rumah, kakak akan menambahkan bodyguard untuk menjaga kalian" ucap Xavier pada Artika dan Raissa.
Xavier dan Ryan sangat overprotektif pada Artika dan Raisaa, mengingat Ryan ada seorang mafia dan Xavier seorang pengusaha yang sukses pasti mereka memiliki banyak musuh.
Ryan dan Xavier tidak ingin orang-orang terdekat mereka berada dalam bahaya.
"Haiiss kalian berdua sangat menyebalkan" gerutu Raissa pada Ryan dan Xavier.
"Sudahlah Raissa, biarkan saja mereka berdua, selama ada kakek di sini kita akan bersenang-senang bersama, kita akan pergi ke Kew Garden menikmati gugurnya bunga sakura, dan kita akan membeli berbagai kostum Helloween yang menarik" ujar kakek Bayu pada Raissa.
"Kakek benar, Artika kamu harus menikmati musim gugur di sini,dan kita juga akan merayakan Halloween bersama. Kamu belum pernahkan merayakan Halloween?" tanya Raissa pada Artika.
Artika hanya menggelengkan kepalanya, selama ini Artika memang tidak pernah tahu akan perayaan Halloween, karena di Indonesia hanya orang-orang dari kalangan atas saja yang merayakannya.
Terima kasih telah membaca karya saya
Mohon maaf bila terdapat banyak kesalahan
Mohon kritik dan sarannya
__ADS_1
Jangan lupa untuk Vote,like,komen dan share yaa