
Setelah sampai di Resort, Afkar melihat jika Artika masih tertidur dengan damainya, Afkar tidak tega untuk membangunkan Artika.
Afkar segera menggendong tubuh Artika, dan membawa Artika masuk kedalam kamar yang sudah di sediakan oleh para pegawai resort tersebut.
Afkar adalah pemilik dari resort tersebut, sehingga kamar milik Afkar di desain khusus hanya untuk dirinya dengan fasilitas yang mewah .
Resort milik Afkar terletak di pinggir pantai, sehingga orang-orang yang menginap di resort tersebut bisa langsung, melihat saat matahari terbit maupun tenggelam, tanpa harus pergi ke pantai terlebih dahulu.
Dengan hati-hati Afkar meletakkan tubuh Artika di atas ranjang berukuran king size tersebut, karena Afkar tidak ingin Artika sampai terbangun dari tidurnya.
Setalah meletakkan tubuh Artika, Afkar juga ikut berbaring di samping Artika dan memeluk tubuh Artika. Karena sudah merasa lelah Afkar dengan cepat menyusul Artika ke alam mimpinya.
Hingga jam 6 sore mereka berdua tertidur, Artika terbangun lebih dulu, karena merasa ada sesuatu yang berat menimpa tubuhnya.
Artika mengerjapkan matanya agar penglihatannya kembali jelas. Artika merilik ke bagian perutnya ada tangan kekar yang memeluknya secara erat.
Kemudian Artika langsung menoleh ke arah sampingnya, betapa kagetnya Artika yang melihat Afkar tidur di sampingnya.
"AAAAAAAAAA......"teriak Artika, kemudian dia langsung menendang tubuh Afkar hingga terjatuh terjungkal ke lantai. Artika langsung menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut.
Afkar meringis kesakitan, karena terjatuh ke lantai akibat tendangan yang di berikan oleh Artika.
"Sayang, kamu jangan teriak-teriak. Aku gak ngapa-ngapain kamu kok" ujar Afkar yang mendengar teriakan dari Artika seraya mengelus pinggangnya yang sakit akibat terjatuh.
"Terus ngapain mas tidur di samping aku mas, terus ini kita ada di mana?" tanya Artika penasaran pada Afkar yang tidur di sampingnya.
"Sayang, kita sekarang ada Resort milik mas sayang, waktu di mobil tadi kamu ketiduran, pas kita sudah sampai di sini kamunya gak bangun-bangun. Mas gak tega untuk bangunin kamu, akhirnya mas gendong deh kamu ke sini. Karena mas capek akhirnya mas tidur deh di sebelah kamu"jelas Afkar pada Artika agar Artika tidak salah paham terhadap dirinya.
"Mas gak bohongin aku kan mas, mas gak ngambil kesempatan dalam kesimpitan kan mas" cerca Artika pada Afkar.
"Apaan sih yang, mas gak mungkinlah ngelakuin hal-hal yang di luar batas. Kamu cek sendiri ajalah, lihat tuh pakaian kamu pasti masih utuh" ucap Afkar pada Artika.
Dengan cepat Artika membuka selimut yang di lilitkan ke tubuhnya, dan ternyata benar apa yang di katakan oleh Afkar, bahwa pakaian yang ia kenakan masih utuh seperti semula.
Artika merasa tak enak hati pada Afkar karena telah menuduh Afkar melakukan hal yang bukan-bukan, dan bahkan Artika juga menendang tubuh Afkar hingga terjatuh.
"Mas, maafin aku mas. Aku gak sengaja nendang kamu hingga kamu terjatuh kayak gini. Sini mas aku bantu mas berdiri" ucap Artika seraya memapah Afkar untuk berdiri.
Setelah membantu Afkar berdiri, Artika mendudukan Afkar di tepi ranjang. Afkar masih setia mengelus pinggangnya yang sakit.
"Mas, sakit banget ya pinggangnya, maafin aku ya mas" ucap Artika dengan penuh penyesalan.
"Sakitlah yang, kamu juga nendang akunya pake tenaga super mungkin, masa aku segede gini bisa langsung terjatuh. Ini juga pinggang aku sakit banget" ucap Afkar seraya mendramatisir keadaan yang sebenarnya.
"Maafin aku mas, aku benar-benar tidak sengaja mas, tadi reflek gitu aja terus nendang mas deh" ujar Artika pada Afkar.
__ADS_1
"Oke sayang mas sudah maafin kamu kok, besok-besok calon suami ini harusnya kamu elus-elus, kamu cium-cium, kamu sayang-sayangin bukannya di tendang kayak gini" ucap Afkar. Artika hanya mengangguk mendengar perkataan Afkar, dan menundukkan kepalanya untuk menyembunyikan wajahnya yang memerah.
"Sayang, mas ingin mengajak kamu ke suatu tempat. Kamu siap-siap sana" ujar Afkar pada Artika.
"Mau kemana mas?" tanya Artika dengan wajah bingungnya.
"Sayang resort ini letaknya di tepi pantai, tadinya mas ingin ngajakin kamu untuk lihat sunset, karena kita ketiduran dan melewatkan sunset, makanya mas mau ngajakin kamu ke tempat favorit mas saat mas berada di sini" jelas Afkar pada Artika.
Artika pun menuruti perkataan Afkar. Dengan segera Artika masuk kedalam kamar mandi dan tidak lupa membawa baju ganti miliknya.
Setelah 30 menit melakukan ritual mandinya, Artika keluar dari kamar mandi, Artika juga sudah mengganti pakaiannya.
"Mas, kok kamu masih di sini sih?" tanya Artika yang heran melihat Afkar masih berada di dalam kamar tersebut.
"Inikan kamar aku sayang" jawab Afkar dengan santainya.
"Terus kamar aku di mana mas, biar aku pindah sekarang" ucap Artika.
"Sayang, kamu tidak perlu pindah kamar, malam ini kita akan tidur berdua dalam 1 kamar dan saling berbagi ranjang juga" ucap Afkar dengan entengnya.
"Tapi mas" ucap Artika, dengan cepat Afakr memotong ucapan Artika.
"Gak pakai tapi-tapian sayang. Anggap saja kita latihan kan tidak lama lagi kita akan menikah. Mas janji tidak akan macam-macam sama kamu, karena kita belum sah, tapi jika kita sudah sah nanti, kamu harus bersiap-siap" ucap Afkar.
Afkar hanya tekekeh melihat Artika, kemudian Afkar dengan santainya masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
Setelah selesai bersiap-siap, Afkar dan Artika keluar dari kamar tersebut, mereka berjalan menuju ke sebuah cafe di tepi pantai, mereka berdua akan makan malam di cafe tersebut.
Di cafe tersebut, tersedia live musik acoustic sehingga banyak pengunjung yang ikut menyumbangkan suaranya untuk bernyanyi, ada juga pengunjung yang menyanyi untuk mengungkapkan isi hatinya pada pasangan mereka.
Setelah selesai makan malam, Afkar meminta Artika untuk tetap duduk di meja itu.
"Sayang kamu duduk di sini, jangan kemana-mana ya" ujar Afkar pada Artika.
"Kamu mau ke mana mas, kok aku di tinggal"tanya Artika pada Afkar yang penasaran kenapa Afkar meninggalkan dirinya.
"Nanti juga kamu akan tahu" ujar Afkar pada Artika seraya berjalan ke arah panggung kemudian dia keatas panggung tersebut.
"Selamat malam semuanya, di sini saya ingin menyanyikan sebuah lagu yang khusus saya persembahkan untuk calon istri saya" ucap Afkar melalui mikrofon yang sedang di pegang olehnya.
Semua pengunjung memberikan tepuk tangan yang begitu meriah kepada Afkar. Dan Afakrpun mulai menyanyikan lagu dari grup band UNGU yang berjudul Kuingin Selamanya.
Cinta adalah misteri dalam hidupku
Yang tak pernah 'ku tahu akhirnya
__ADS_1
Namun tak seperti cintaku pada dirimu
Yang harus tergenapi dalam kisah hidupku
'Ku ingin selamanya mencintai dirimu
Sampai saat 'ku akan menutup mata dan hidupku
'Ku ingin selamanya ada di sampingmu
Menyayangi dirimu sampai waktu 'kan memanggilku
'Ku berharap abadi dalam hidupku
Mencintamu bahagia untukku
Karena kasihku hanya untuk dirimu
Selamanya 'kan tetap milikmu
'Ku ingin selamanya mencintai dirimu
Sampai saat 'ku akan menutup mata dan hidupku
'Ku ingin selamanya ada di sampingmu
Menyayangi dirimu sampai waktu 'kan memanggilku
Di relung sukmamu, 'ku melabuhkan seluruh cintaku
Di hembus nafasmu, 'ku abadikan seluruh kasih dan sayangku
'Ku ingin selamanya mencintai…
Artika begitu terharu hingga dia menitikkan air matanya, mendengar Afkar menyanyikan lagu tersebut.
"Semoga saja cinta kita abadi mas, terima kasih telah mencintaiku" ucap Artika dalam hatinya.
Terima kasih telah membaca karya saya
Mohon maaf bila terdapat banyak kesalahan
Mohon kritik dan sarannya
Jangan lupa Vote,like,komen dan share yaa
__ADS_1