
Setelah mengunjungi makam almarhum neneknya Artika. Kakek Bayu, Xavier serta Artika langsung menuju ke Bandara, karena penerbangan Kakek Bayu dan Xavier tinggal 3 jam lagi.
Mereka bertiga memutuskan untuk makan siang di bandara saja. Setelah selesai makan mereka berbincang-bincang seraya menunggu penerbangan Kakek Bayu dan Xavier.
"Artika, nanti di saat kamu libur kuliah kamu harus pergi ke Amerika untuk mengunjungi kakek" ucap Kakek Bayu.
"Kamu tidak perlu memikirkan masalah biayanya, kamu langsung hubungi kakak saja. Akan akan mengurus semuanya" timpal Xavier.
"Baiklah kek, jika Artika libur dan Artika memiliki waktu, Artika akan mengunjungi kakek ke sana. Dan Artika sangat ingin pergi ke luar negeri, karena selama ini Artika tidak pernah pergi keluar negeri" ucap Artika pada kakek Bayu.
"Jangankan untuk keluar negeri, liburan di dalam negeri saja Artika tidak pernah"sambung Artika sambil tersenyum.
Kakek Bayu dan Xavier merasa sedih dengan kehidupan Artika, sungguh malang sekali nasib Artika pikir mereka.
"Memangnya selama ini kalau kamu lagi liburan, waktu liburanmu kamu gunakan untuk apa?"tanya Xavier penasaran.
"Tidak kemana-mana kak. Artika kalau setiap liburan akan bekerja di rumah makan milik Artika, mencoba resep masakan yang baru. Menonton drama Korea atau membaca novel saja"jawab Artika dengan jujur.
"Hanya itu saja yang kamu lakukan?" tanya Xavier lagi.
"Iya kak, Artika tidak punya cukup uang untuk pergi berlibur. Artika harus menghemat segala pengeluaran Artika" jawab Artika.
"Kasihan sekali kamu Artika, kakak janji akan membawa kamu liburan kemana pun kamu mau"gumam Xavier dalam hatinya.
"Jika kamu liburan keluar negeri, negeri mana yang akan kamu kunjungi Artika" tanya kakek Bayu.
"Artika ingin mengunjungi Korea Selatan, dan Paris kek" Ucap Artika dengan penuh semangat.
"Kakak tahu kenapa kamu ingin mengunjungi Korea Selatan, pasti kamu mau ketemu oppa-oppa Korea kan"ucap Xavier jengkel karena setiap wanita selalu mengidolakan oppa-oppa Korea.
"Hahahaa.... kakak tahu saja jika Artika ingin bertemu oppa-oppa idola Artika" ucap Artika sambil tertawa, karena Xavier mengetahui maksud Artika untuk pergi ke Korea Selatan.
"Iya tahu lah. Dari pada kamu pandangi mereka mendingan kamu pandangi kakakmu yang tampan ini" ucap Xavier dengan penuh percaya diri.
"Heeiii kenapa kamu jadi kesal jika Artika ingin bertemu oppa-oppa Korea" tanya Kakek Bayu pada Xavier.
__ADS_1
"Bagaimana tidak kesal kek, jelas-jelas kakaknya yang super tampan ini berada di Amerika, dia malah ingin pergi ke Korea. Coba kakek perhatikan wajahku ini, aku tidak kalah tampan dengan para oppa-oppa Korea itu" cerocos Xavier.
"Kak Xavier memang tampan, dan tak kalah sama oppa-oppa Korea, tapi....." ucap Artika menggantungkan ucapannya.
"Tapi apa?" tanya Afkar dengan cepat karena Artika menggantungkan ucapannya.
"Tapi kakak tampan hanya sedikit, lebih banyak mereka" ucap Artika tanpa merasa bersalah.
Kakek Bayu yang mendengar ucapan Artika langsung tertawa terpingkal-pingkal. Xavier yang merupakan idola para wanita di Amerika, tapi tidak untuk di mata Artika.
Xavier yang mendengar ucapan Artika langsung cemberut, dirinya tak terima jika ada yang mengatakan ada yang lebih tampan dari dirinya.Apalagi dia melihat kakek Bayu yang menertawakan dirinya.
Suara dering ponsel milik Artika menghentikan keseruan mereka. Artika melihat layar ponselnya, ternyata Afkar yang menelponnya. Dengan cepat Artika menggeser tombol hijau di layar Ponselnya.
"Halo mas" ucap Artika setelah panggilan telepon tersebut tersambung.
"Halo sayang, kamu lagian ngapain, sudah makan siang apa belum" tanya Afkar dari seberang sana.
"Ini aku baru selesai makan siang mas. Mas sudah sampai di Singapura apa belum?" tanya Artika pada Afkar.
"Mas sudah sampai sayang, ini lagi istirahat di hotel. 1 jam lagi ada meeting dengan klien" jawab Afkar.
Sementara Kakek Bayu dan Xavier penasaran siapa yang menelepon Artika, dan Artika juga begitu terlihat perhatian kepada orang yang sedang menelpon dirinya.
"Baiklah, mas istirahat dulu. Kamu juga di sana hati-hati jaga diri baik-baik. Jangan macam-macam, dan jangan dekat-dekat dengan laki-laki lain"ucap Afkar.
Mereka berdua pun segera mengakhiri panggilan tersebut. Artika tersenyum setelah mendapat telepon dari Afkar. Kakek Bayu dan Xavier semakin penasaran siapa yang menelpon Artika.
"Artika, siapa yang menelepon kamu sehingga membuat kamu tersenyum seperti ini?"tanya kakek Bayu.
"Emm... Mas Afkar kek" Jawab Artika dengan ragu.
"Siapa Afkar itu Artika?" kali ini Xavier yang bertanya.
"Mas Afkar adalah tunangan Artika kak"ucap Artika seraya menundukkan kepalanya.
__ADS_1
"APAAAAA" teriak kakek Bayu dan Xavier, mereka berdua terkejut mendengar Artika sudah bertunangan.
"Jangan teriak-teriak, malu di lihat oleh orang lain" ucap Artika yang mendengar teriakan dari kakek Bayu dan Xavier.
Karena teriakan itu semua pengunjung Restoran menoleh ke arah mereka, dan menjadikan mereka pusat perhatian.
"Jelaskan, bagaimana bisa kamu bertunangan dengan Afkar?"tanya kakek Bayu.
"Sebenarnya Artika dan mas Afkar belum bertunangan secara resmi kek, karena keluarga mas Afkar juga belum tahu, hanya kakaknya saja yang tahu kalau mas Afkar sudah melamar Artika" jawab Artika dengan tenang.
"Bagaimana dengan keluargamu, apakah kamu sudah memberitahu papamu" tanya kakek Bayu lagi.
"Artika belum memberitahu papa kek, nanti jika ada waktu yang tepat, Artika akan berkunjung ke kota Z dan meminta restu dari papa, walaupun Artika tahu papa sudah tidak peduli lagi pada Artika" ucap Artika dengan nada lemasnya.
"Walaupun papa sudah tidak menganggap Artika sebagai anaknya lagi, tapi bagi Artika papa tetaplah papa Artika jadi Artika akan tetap meminta restu dari papa" sambung Artika lagi.
"Kamu memang anak yang baik Artika, papa kamu pasti akan menyesal suatu hari nanti karena telah menyia-nyiakan kamu" ucap Kakek Bayu bangga akan kebaikan hati Artika.
"Kakek akan merestui kamu jika kamu bahagia, kejarlah kebahagian kamu, dan jangan lupa kenalkan kakek pada tunanganmu itu" sambung Kakek Bayu sambil tersenyum
"Sudah berapa lama kamu berhubungan dengannya, apa pekerjaannya" tanya Xavier dengan nada serius.
Xavier tak rela jika adiknya dekat dengan laki-laki yang pengangguran, dia juga ingin mengetahui sudah berapa lama laki-laki itu berhubungan dengan adiknya.
Xavier juga akan menyelidiki laki-laki tersebut, Xavier takut kalau laki-laki tersebut hanya ingin mempermainkan adiknya saja. Xavier sangat menyayangi Artika walaupun mereka baru bertemu.
"Artika dan mas Afkar saling mengenal sejak seminggu terakhir ini, dan malam Minggu kemarin mas Afkar menyatakan perasaannya pada Artika, dan dia juga langsung melamar Artika kak" ujar Artika menjawab pertanyaan Xavier kakak sepupunya.
"Kalau masalah pekerjaan Mas Afkar adalah CEO dari AG COMPANY yang identitasnya sangat di rahasiakan" sambung Artika lagi.
"APAAAAAA......" teriak kakek Bayu dan Xavier secara bersamaan hingga semua pengunjung Restoran menoleh ke arah mereka lagi.
Terima kasih telah membaca karya saya
Mohon maaf bila terdapat banyak kesalahan
__ADS_1
Mohon kritik dan sarannya
Jang lupa Vote,like,komen dan share yaaa