
"Gimana perkembangan hubungan loe dan pujaan hati loe Kar, ada kemajuan gak atau perlu bantuan gue gak?" tanya Rudi pada Afkar.
"Yah, lumayan baiklah. Gue sering chat-chatan juga sama dia. Gue akan segera menyatakan perasaan gue ke Artika secepatnya Rud" jawab Afkar.
"Bagus kalau begitu Kar, gue setuju tuh kalau loe nyatain perasaan loe ke dia, kalau bisa secepatnya, takutnya loe di tikung orang duluan lagi" ujar Rudi.
"Setahu gue saat SMA Artika itu banyak yang suka, tapi Artika tidak pernah merespon, kalau sekarang sih gue gak tahu" sambung Rudi lagi.
"Kok loe bisa tahu tentang Artika?" tanya Afkar penasaran.
"Kan gue sudah bilang kalau Artika itu sahabatan sama Siska pacar gue. Dulu gue sering dengar mereka bercerita, yah gue nguping aja. Takutnya Siska lebih milih anak yang seumuran sama dia lagi" jelas Rudi pada Afkar.
"Secarakan umur gue lebih tua 6 tahun dari Siska, yaa gue takutlah dia berpaling sama cowok yang seumuran sama dia" sambung Rudi lagi.
"Gue sudah rencanain akan menyatakan perasaan gue besok malam. Loe harus do'ain gue Rud, supaya Artika nemerima perasaan gue. Loe kan tahu gue sama dia baru aja kenal" ucap Afkar.
"Gue takut Artika bakalan nolak gue. Apalagi Artika tahunya Aydan itu anak gue, Artika pikir gue ini duda" sambung Afkar lagi.
"Jadi loe belum bilang kalau sebenarnya Aydan itu bukan anak loe?" tanya Rudi penasaran.
"Iya Rudi, gue belum bilang ke Artika bahwa Aydan bukan anak gue. Sebenarnya gue ingin lihat Artika bisa gak terima gue dengan apa adanya" tutur Afkar.
"Tapi kok gue yang ngerasa gak percaya diri ya. Gue takut Artika bakalan nolak gue. Gue udah jatuh hati, sejatuh-jatuhnya sama Artika Rud" sambung Afkar dengan nada lemasnya.
"Loe harus usaha dong, loe harus berjuang untuk dapetin Artika Kar, Artika itu perempuan baik-baik. Kalau memang dia juga ada perasaan buat Loe, pasti dia akan terima loe apa adanya. Loe harus optimis" ucap Rudi menyemangati Afkar.
"Loe benar Rud, gue akan berusaha untuk dapetin Artika. Gue harus bisa yakinin Artika. Gue gak mau kalau Artika sama orang lain. Artika hanya milik gue" tegas Afkar.
__ADS_1
"Itu baru Afkar sahabat gue. Loe jangan mudah menyerah, masak iya cinta loe udah layu sebelum berkembang sih" kekeh Rudi.
"Jangan lupa mumpung besok libur, dan malamnya kita akan menghadiri pesata. Loe harus ajak Artika cari gaun yang sama dengan pakaian loe" tutur Rudi mengingatkan Afkar.
"Loe tenang aja, gue sudah siapan semuanya. Gue juga udah persiapin kejutan gue buat Artika, gue akan nyatain perasaan gue di tempat yang romantis" jelas Afkar pada Rudi.
"Gue kok heran ya, loe kan gak pernah pacaran, kok loe kayak orang yang sudah berpengalaman sih?" tanya Rudi penasaran, setahu Rudi, Afkar tidah pernah berpacaran. Jangankan pacaran dekat sama cewek aja gak pernah.
Afkar tersenyum mendengar pertanyaan Rudi. Afkar akui dia memang tidak tahu akan hal seperti itu. Tapi demi Artika, Afkar rela menjadi bahan olok-olokan Azreel sang kakak.
"Gue tanya sama kak Azreel, gimana cara kak Azreel nyatain perasaannya ke kak Santi dulu" ucap Afakr sambil tersenyum malu.
Mendengar penuturan Afkar, tawa Rudi langsung pecah. Rudi tahu bagaimana sifat jahil kak Azreel.Pasti Afkar akan di ledekin terus-terusan oleh kak Azreel.
Mendengar Rudi menertawakan dirinya, Afkar menjadi kesal bukan malah bantuin dia, tapi Rudi malah ikut-ikutan kakaknya yang menertawakan dirinya.
Dengan seketika Rudi langsung berhenti tertawa, Kalau sudah berhubungan dengan gaji dan bonus bisa menjadi masalah yang runyam.
"Oke-oke gue gak akan tertawain loe lagi, tapi jangan potong gaji gue dong" ucap Rudi memelas pada Afkar.
"Keputusan gue sudah bulat, bulan ini gaji dan bonus loe gue potong" sarkas Afkar.
"Kok loe tega sih Kar, gue kan lagi kumpulin uang buat biaya pernikahan gue sama Siska. 1 tahun lagi Siska akan balik ke sini" ujar Rudi pada Afkar.
"Apa peduli gue sama urusan peenikahan loe, loe juga tega nertawain gue" sarkas Afkar sambil menyeringai ke arah Rudi.
Afkar hanya menggertak Rudi saja, Afkar tak akan mungkin memotong gaji dan bonus Rudi. Karena Rudi pernah bercerita ingin mengumpulkan uang untuk biaya pernikahannya.
__ADS_1
Rudi ingin mewujudkan impian masa kecil pacarnya yang ingin menikah ala negeri dongeng.
Rudi bukanlah anak orang susah, Ayahnya adalah seorang pengusaha kaya, tapi Rudi tak ingin meneruskan perusahaan ayahnya.
Rudi memiliki seorang kakak laki-laki yang akan meneruskan perusahaan ayahnya, maka dari itu Rudi bekerja kepada Afakr sahabatnya.
Selain bekerja pada Afkar, Rudi juga memiliki usaha cafe dan sudah memiliki beberapa cabang di berbagai daerah dikota ini.
Rudi tak ingin ada perselisihan antara dia dan kakaknya hanya karena perusahaan Ayahnya. Rudi lebih memilih mengalah, dan membiarkan kakaknya yang mengelola perusahaan tersebut.
Selama 4 tahun Rudi bekerja sebagai Asisten Afkar, Rudi banyak mendapat pengalaman di bidang bisnis. Afkar selalu saja mengajarkan Rudi masalah tentang bisnis.
"Gue bercanda doang Rud gak mungkinlah gue potong gaji loe. Ntar kalau gue potong loe akan bisa ngadain pesta pernikahan ala negeri dongeng loe lagi" ucap Afkar sambil tertawa melihat kepanikan Rudi.
"Dasar emang loe ya Kar. Sudah sore nii pulang yuk, jangan lupa besok malam harus hadir di pesta. Dan good luck buat besok malam. Semoga sukses" ucap Rudi dengan tulus pada Afkar, sambil melihat jam tangannya.
"Thank's Rud atas do'a dan dukungan loe. Ya sudah ayo kita pulang sekarang, karena nanti jam 9 malam gue mau jemput kak Azreel" ujar Afkar seraya berdiri dari kursi kebesarannya dan berjalan kearah pintu.
Rudi pun segera mengikuti langkah Afkar. Mereka berdua berjalan beriringan, banyak karyawan wanita yang histeris melihat mereka berda, karena ketampanan mereka.
Tapi mereka sama sekali tak menghiraukan itu semua, mereka hanya membalas sapaan para karyawan yang menyapa mereka.
Terima kasi telah mampir membaca karya saya
Mohon kritik dan sarannya
Mohon maaf juga bila terdapat banyak kesalahan
__ADS_1
Jang lupa Vote,like,komen dan share yaa