
Setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih 17 jam, jet milik Ryan mendarat dengan sempurna di Bandara London.
Awalnya tujuan mereka adalah Amerika, tetapi sebelum lepas landas di bandara Indonesia, Xavier meminta bantuan pada Ryan, untuk menyembunyikan Artika, maka dari itu mereka sepakat untuk mengubah tujuan mereka ke London.
Selama di dalam perjalanan Artika hanya menghabiskan waktunya untuk tidur,dan dengan setia Ryan menjaga Artika selama di dalam perjalanan.
Ryan bahkan tidak memejamkan matanya sama sekali, dia takut jika Artika akan terbangun dari tidurnya.
"Artika, bangunlah kita sudah sampai" ucap Ryan seraya menepuk pipi Artika dengan lembut.
Artika yang merasa tidurnya terganggu, segera membuka matanya dan dia melihat Ryan yang tersenyum ke arahnya.
"Apakah kita sudah sampai Ryan?" tanya Artika dengan suara khas orang bangun tidur.
"Iya, kita sudah sampai. Ayo kita turun, kamu bisa melanjutkan tidurmu di mobil nanti" ajak Ryan pada Artika. Ryan tahu pasti Artika akan mengalami jet lag.
"Ryan, aku ingin ke toilet, di mana letak toiletnya" tanya Artika pada Ryan.
"Itu di sana. Pergilah aku akan menunggumu di sini" jawab Ryan sambil menunjuk sebuah pintu.
Artika segera bangkit dari posisinya, dan berjalan ke arah toliet yang telah di tunjukkan oleh Ryan. Sekitar 15 menit Artika keluar dari toilet, dengan wajah yang kelihatan lebih segar.
"Sudah selesai, jika sudah ayo kita turun, kita sudah sampai dari 20 menit yang lalu" ajak Ryan pada Artika.
"Benarkah, kenapa kamu tidak membangunkan aku"tanya Artika dengan wajah cemberut.
"Kamu tidur dengan nyenyak, aku tidak tega membangunkanmu. Tapi karena tidak ada pilihan lain, akhirnya aku terpaksa membangunkanmu juga" jawab Ryan seraya melangkah menuju pintu keluar dari jet tersebut.
Artika hanya mengikuti langkah Ryan, saat akan menuruni tangga, Ryan memegang tangan Artika, dan menuntun Artika untuk menuruni tangga tersebut.
Axel dan Steven yang menyaksikan pemandangan tersebut hanya bisa melototkan mata mereka, kenapa boss mereka bisa bersama dengan seorang wanita cantik, bahkan sangat perhatian terhadap wanita tersebut.
"Stev, benarkah itu bos kita.Apakah aku sedang bermimpi" tanya Axel pada Steven
Plaaaakk.... Steven memukul kepala Axel.
"Aaawwwhh.... kenapa kau malah memukulku brengsek?" teriak Axel dengan kesal karena Steven memukul kepalanya.
__ADS_1
"Jika kamu merasakan sakit, berarti kamu sedang tidak bermimpi bodoh" ucap Steven dengan nada datarnya.
"Iya kau benar Stev, pukulanmu terasa sakit berarti itu boss kita" ucap Axel dengan penuh semangat.
"Oh... akhirnya boss kita telah menemukan tambatan hatinya"sambung Axel dengan dramatis. Steven hanya memutar bola matanya melihat tingkah Axel.
Ryan dan Artika sudah berdiri di hadapan Axel dan Steven.
"Boss, siapa wanita cantik di sampingmu?" tanya Axel dengan mata berbinar melihat Artika.
"Haii, kenalkan aku Artika, adik sepupunya Kak Xavier"ucap Artika seraya mengulurkan tangannya ke arah Axel dan Steven.
"Tidak perlu bersalaman dengan mereka, kalian berdua sebutkan saja nama kalian" ucap Ryan menatap tajam ke arah Axel dan Steven.
Artika langsung menarik tangannya kembali. Axel dan Steven sangat mengerti akan tatapan yang di berikan oleh Ryan pada mereka.
"Aku Steven anak buah dari boss Ryan, sekaligus teman Xavier" ucap Steven dengan nada datarnya.
"Haiii juga, aku Axel anak buah boss Ryan. Apakah kau benar-benar adik sepupu Xavier"tanya Axel yang baru mengetahui jika Xavier memiliki seorang adik sepupu. Artika hanya menganggukkan kepalanya.
"Arti, apa kau ingin berjalan-jalan untuk melihat kota London" tanya Ryan dengan lembut pada Artika.
"Sekarang kita sedang berada di London Artika bukan di Amerika. Ini adalah negara tempat tinggalku" jawab Ryan atas pertanyaan Artika.
"Apakah Kak Xavier meninggalkanku di sini denganmu" tanya Artika dengan wajah sendunya. Artika mengira jika Xavier meninggalkan dirinya.
"Jangan berpikiran seperti itu, Xavier tidak meninggalkanmu, dia sedang ada urusan bisnis di sini. Jadi dia mengajakmu ke sini dulu, setelah itu baru ke Amerika" jelas Ryan dengan lembut pada Artika.
"Xavier sekarang sedang pergi mengurus bisnisnya, jadi dia menitipkanmu padaku. Nanti dia akan menjemputmu setelah urusannya selesai" sambung Ryan lagi.
"What the hell, benarkah ini boss, apakah selama di Indonesia bos mengalami geger otak. Sehingga sikapnya berubah" ucap Axel dalam hatinya.
"Ryan apakah kamu akan mengajakku berjalan-jalan mengelilingi kota London" ucap Artika dengan penuh semangat.
"Iya, apakah kau ingin pergi sekarang, atau kau ingin beristirahat dulu" tanya Ryan pada Artika seraya tersenyum.
"Aku ingin beritirahat dulu, aku seperti ingin muntah, apa mungkin aku mengalami mabuk perjalanan" ucap Artika.
__ADS_1
"Kamu mengalami jet lag Artika, ya sudah kamu beristirahat dulu. Setelah kamu merasa baikan, baru aku akan mengajakmu berjalan mengelilingi kota London" ucap Ryan dengan khawatir akan kondisi Artika.
Artika hanya menuruti perkataan Ryan. Ryan mengajak Artika masuk kedalam mobil yang di kemudikan oleh Steven.
Axel duduk di samping Steven yang sedang mengemudikan mobil, Ryan dan Artika duduk di kursi belakang, Ryan sangat perhatian pada Artika.
Ryan menyandarkan kepala Artika di bahunya, serta mengelus kepala Artika dengan penuh kasih sayang.
Axel dan Steven hanya memperhatikan apa yang di lakukan oleh Ryan, mereka tak menyangka jika Ryan bisa bersikap seperti itu.
Akhirnya mereka sampai di mansion mewah milik Ryan, setelah melakukan perjalanan selama 40 menit dari bandara.
Artika memperhatikan mansion mewah milik Ryan, Artika penasaran siapa sebenarnya Ryan, Ryan memilik jet pribadi, dan mansionnya begitu mewah, bahkan mansionnya di jaga dengan ketat oleh orang-orang berseragam hitam.
"Artika, ayo masuk, kamu harus segera beristirahat, aku akan meminta dokter kepercyaanku datang untuk memeriksamu" ajak Ryan pada Artika.
Ryan menuntun Artika masuk ke dalam mansion miliknya, serta menunjukkan kamar yang akan di tempati oleh Artika.
Dengan telaten Ryan membantu Artika untuk berbaring di tempat tidur.
"Istirahatlah, aku akan menjagamu" ucap Ryan seraya memakaikan selimut ke tubuh Artika.
"Terima kasih Ryan, kamu tidak perlu menjagaku, lakukan saja pekerjaanmu, aku tahu pasti kamu sibuk" ucap Artika menolak dengan halus.
"Aku akan menjagamu, dan aku tidak sibuk" ucap Ryan dengan tegas, karena tidak suka atas penolakan Artika.
Artika hanya bisa mengikuti apa yang di katakan oleh Ryan, karena tak ingin membuat Ryan kecewa, apalagi Xavierlah yang menitipkan dirinya pada Ryan.
Artika langsung memejamkan matanya, melihat itu Ryan langsung duduk di sofa yang ada di dalam kamar itu.
Ryan segera memerintahkan Steven untuk menghilangkan jejak Artika, dengan segera Steven melaksanakan perintah dari sang boss. Sesuai janjinya pada Xavier, Ryan akan membantu Xavier menyembunyikan Artika dari Afkar.
Terima kasih telah membaca karya saya
Mohon maaf bila terdapat banyak kesalahan
Mohon kritik dan sarannya
__ADS_1
Jangan lupa untuk Vote,like,komen dan share yaa