
"Sekarang kamu harus ceritakan kepada kakek, kenapa sampai kamu bisa di usir oleh papamu" ucap Kakek Bayu pada Artika.
"Apa yang di katakan kakek itu benar Artika,sekarang kamu harus menceritakan semuanya" timpal Xavier membenarkan perkataan kakek Bayu.
"Setelah 6 bulan kematian mama, papa menikah lagi dengan seorang janda yang memiliki 2 orang anak kek, anak yang pertama seorang wanita bernama Anggun, seumuran dengan Artika, dan yang ke dua seorang laki-laki bernama Zidan" ucap Artika memulai ceritanya.
"Awalnya Artika sangat senang karena akan memiliki mama lagi, sekaligus akan mempunyai saudara, tapi itu semua hanya angan-angan Artika saja kek" sambung Artika lagi.
Lalu Artika menceritakan semua yang di alaminya, semua perlakuan ibu tiri dan saudara tirinya.
Hingga mereka tega memfitnah Artika, mereka mengatakan kalau Artika selalu menyiksa mereka di saat ayahnya tidak ada di rumah.
Padahal mereka hanya memutar balikkan fakta saja, tapi Papa Artika lebih percaya akan perkataan ibu tiri dan saudara tirinya.
Sehingga Artika dari rumah dan tidak di anggap sebagai anak lagi oleh papanya. Artika juga menceritakan kalau Artika di usir tanpa membawa apa-apa, baik uang maupun pakaian.
Hanya ada sebuah Ponsel di saku Artika. Dengan menjual ponsel itulah Artika bisa pergi ke kota A untuk menemui sang nenek.
Kakek Bayu dan Xavier yang mendengar cerita Artika mereka menjadi geram atas kelakuan Papa Artika.
Xavier berjanji akan membalas perbuatan mereka. Lihat saja, apa yang akan Xavier lakukan nanti.
"Dasar Hari ******** keparat itu, lihat saja nanti apa yang akan aku lakukan padamu" ucap Kakek Bayu dengan wajah yang merah padam menahan amarah.
Artika hanya menangis setelah menceritakan itu semua. Melihat Artika yang menangis dengan cepat Xavier memeluk Artika sambil mengusap rambut panjang milik Artika.
"Tenanglah Artika, jangan kamu ingat lagi itu semua. Sekarang ada kakak dan kakek yang akan menjaga kamu dan menyayangimu" ucap Xavier menenangkan Artika.
Xavier melepaskan pelukannya dari Artika, kemudian tangan Xavier menangkup wajah Artika dan menghapus air mata Artika dengan ibu jarinya.
"Air matamu terlalu berharga untuk menangisi mereka" ucap Xavier.
"Berhentilah menangis, nanti matamu akan kelihatan bengkak, dan akan berubah menjadi mata panda" sambung Xavier lagi.
__ADS_1
Artika langsung tersenyum mendengar ucapan Xavier yang mengatakan matanya akan berubah menjadi mata panda.
"Terima kasih kak, sudah menghiburku" ucap Artika dengan tulus. Xavier hanya mengangguk dan tersenyum.
"Artika, kamu harus ikut kakek, dan tinggal bersama kakek di Amerika" ucap Kakek Bayu pada Artika.
"Benar Artika, kamu ikutlah bersama kami ke Amerika, di sana kamu bisa meneruskan pendidikanmu. Dan kakak akan membiayai semuanya. Bahkan semua kebutuhan kamu akan kakak tanggung" timpal Xavier membenarkan perkataan kakek Bayu.
"Maafkan Artika kakek dan kak Xavier. Tapi Artika ingin tinggal di sini, Artika ingin menyelesaikan kuliah Artika. Lagian Artika juga memiliki usaha kecil-kecilan untuk memenuhi kebutuhan Artika" jelas Artika pada kakek Bayu dan Xavier.
"Tapi Artika kamu disini sendirian sayang, kakek khawatir" ucap Kakek Bayu dengan nada cemasnya.
"Kakek tenang saja, Artika bisa menjaga diri Artika dengan baik kek, jadi kakek jangan khawatir" ucap Artika.
"Baiklah jika memang begitu keinginan kamu, tapi jangan lupa jika kamu libur kuliah. Kamu harus mengunjungi kakek di Amerika" ucap Kakek Bayu pada Artika dia tidak ingin memaksa Artika untuk ikut dengannya.
Xavier yang mendengar Artika tidak ingin ikut dengannya ke Amerika, juga menjadi khawatir. Tapi dia akan diam-diam menyuruh anak buahnya untuk mengawasi Artika.
"Artika besok kakek akan kembali ke Amerika, bisakah kamu mengajak kakek ke makam nenekmu, sebelum kakek kembali ke Amerika kakek ingin menemuinya terlebih dahulu" ucap Kakek Bayu.
"Kamu mengajar di mana Artika, dan kamu kuliah mengambil jurusan apa?"tanya Xavier pada Artika.
"Artika kuliah di jurusan PGTK kak, sekarang Artika sedang magang di sekolah TK xx. Dan setelah selesai magang Artika akan segera Wisuda kak" jawab Artika atas pertanyaan Xavier.
"Benarkah tak lama lagi kamu akan wisuda, kakak akan usahakan untuk datang saat kamu wisuda nanti. Dan kamu juga harus memberitahu kakak kapan acaranya" ucap Xavier dengan antusias mendengar kalau sebentar lagi Artika akan wisuda.
"Baiklah kak, Artika akan memberitahu kan kepada kakak dan kakek saat acara wisuda Artika nantinya. Do'a kan saja supaya semuanya berjalan lancar ya kak" ucap Artika dengan tulus.
"Kakek selalu mendo'akan yang terbaik untukmu" ucap Kakek Bayu.
"Artika, kakak harap kamu melanjutkan study mu di Amerika nantinya" ujar Xavier penuh harap.
"Iya kak, kita lihat saja nanti yaa. Artika masih bingung dan Artika akan memikirkan saran dari kakak" ucap Artika.
__ADS_1
"Oh yaa, kakek dan kakak menginap di mana?" tanya Artika lagi.
"Kakek dan kakak menginap di hotel, tak jauh dari sini. Besok kakek dan kakak akan kembali ke Amerika, karena kami telah menemukanmu" ujar Xavier.
" Kalau begitu kakak dan kakek pamit dulu ya. Kakak ada pertemuan dengan rekan bisnis kakak nanti malam" ucap Xavier.
"Ayo kek, kita pulang dan bersiap-siap karena nanti malam kita akan bertemu dengan Tuan Arka" ajak Xavier pada kakeknya.
"Baiklah, Artika kakek pamit pulang dulu yaa" ucap Kakek Bayu pada Artika seraya memeluk Aetikan.
" Iya kek, kakek hati-hati ya di jalan" ucap Artika, mereka berdua pun melepaskan pelukannya.
"Artika, ini kartu nama kakak, di sini sudah tertera nomor ponsel dan alamat kakak di Amerika. Sekarang kamu simpan nomor Ponsel kamu di ponsel kakak" ucap Xavier seraya menyodorkan kartu nama dan ponselnya ke arah Artika.
Artika langsung mengambil kartu nama dan ponsel yang di sodorkan oleh Xavier, dengan segera Artika menyimpan kartu nama tersebut, dan menekan layar ponsel Xavier untuk menyimpan nomor Ponselnya ke dalam ponsel milik Xavier.
Setelah saling bertukar nomor ponsel, Xavier dan kakek Bayu segera meninggalkan rumah Artika.
Sepeninggal kakek Bayu dan Xavier, Artika tersenyum, ternyata dia masih memiliki keluarga yang peduli kepada dirinya.
Dering Ponsel Artika terdengar dari dalam kamarnya, menandakan adanya panggilan masuk, dengan cepat Artika masuk ke dalam kamarnya untuk menjawab panggilan tersebut.
Ternyata yang menelepon Artika adalah Siska sahabatnya, dengan cepat Artika menjawan telepon tersebut.
"Halo Siska, ada apa kamu meneleponku di sore hari begini, apakah kamu begadang lagi. Sekarangkan di sana sudah tengah malam" ucap Artika. Siska sekarang sedang berada London sekarang, perbedaan waktu antara London dan Indonesia sekitar 7 jam.
" Iya Halo Artika, APAKAH KAMU TIDAK MENGGAP AKU SAHABATMU LAGI ARTIKAAA...." teriak Siska dengan sangat kencang.
Terima kasih telah membaca karya saya.
Mohon maaf bila terdapat banyak kesalahan
Mohon kritik dan sarannya
__ADS_1
Jangan lupa Vote,like,komen dan share yaa