Guru Cantik Pujaan Hati

Guru Cantik Pujaan Hati
Bab 13


__ADS_3

Afkar, Aydan dan Artika sekarang sedang berada di warteg milik Artika. Setelah menjemput Aydan dan Artika di sekolah. Afkar langsung mengantar Artika ke bengkel untuk mengambil motor Artika yang sudah di perbaiki.


Afkar megajak Artika untuk makan siang bersama. Awalnya Afkar akan mengajak Artika makan siang di Restoran berbintang.


Tapi Aydan malah mengajak makan siang di Warteg milik Artika, Aydan sudah rindu dengan masakan yang ada di Warteg milik Artika.


Afkar pun mengikuti kemauan Aydan dan Afkar juga ingin mengetahui Warteg milik Artika, serta ingin mencicipi masakan di situ.


Setelah sampai di Warteg milik Artika, dengan cepat Aydan meminta berbagai jenis makanan kepada Artika.


Afkar hanya geleng-geleng kepala melihat sikap Aydan, para pegawai Artika sangat senang akan kedatangan Aydan. Karena Aydan anak yang pintar, dan sangat tampan menurut mereka.


"Afkar, kamu ingin makan apa. Silahkan di pilih menu yang kamu suka, kalau kamu tidak suka, saya akan memasak makanan lain untuk kamu"tanya Artika pada Afkar.


"Kamu tidak perlu memasak lagi Artika, di sanakan sudah terdapat banyak jenis makanan. Saya ini tidak memilih dalam makanan, cuma saya tidak bisa makan makanan yang pedas" Jelas Afkar pada Artika.


Afkar pun langsung berdiri dan melihat berbagai menu khas Nusantara di atas meja, dengan semangat Afkar memilih makanan yang dia suka.


Setelah selesai mengambil makanannya Afkar langsung duduk di samping Aydan yang tengah lahap menyantap makanannya.


Artika pun memberikan lemon tea kepada Afkar, dan jus jeruk untuk Aydan. Afkar sangat senang mendapat perhatian dari Artika.


Artika memohon maaf kepada Afkar karena tidak dapat menemani Afkar makan, karena Warteg milik Artika tengah ramai pembeli.


.


Afkarpun memaklumi akan sesibukkan Artika, jadi dia tidak mempermasalahkan itu semua.


Afkar sangat senang melihat Artika yang terlihat ramah dan selalu tersenyum saat melayani para pembeli. Walau terkadang Afkar menahan rasa kesal terhadap para pemuda yang dengan sengaja menggoda Artika.


Tapi Afkar sadar, kalau Afkar tidak berhak untuk marah kepada Artika karena status mereka belum jelas. Afkar berjanji pada dirinya sendiri, jika dia dan Artika sudah resmi dia tidak akan membiarkan Artika melayani para pembeli.

__ADS_1


Afkar akan menambah karyawan di warteg milik Artika, dan dia juga akan membayar gaji karyawan tersebut.


Setelah selesai melayani para pembeli Artika duduk di hadapan Afkar dengan keringat yang bercucuran di wajahnya.


Afakr yang melihat Artika berkeringat dan kelelahan langsung mengambil sapu tangannya yang ada di dalam saku jas yang dia pakai dan mengelap keringat Artika yang ada di wajahnya.


"Kamu berkeringat banyak sekali" ucap Afkar pada Artika sambil mengelap keringat Artika.


Artika yang mendapat perlakuan seperti itu langsung menjadi salah tingkah, dan deg-degan.


"Afkar, kenapa kamu perhatian sekali padaku, aku takut kalau aku memiliki perasaan yang lebih terhadap kamu. Wahai jantung berhentilah berdetak berlebihan seperti ini"ucap Artika dalam hatinya.


"Emmm.... Afkar terima kasih atas perhatiannya, saya bisa kok mengelap keringat saya sendiri" ucap Artika dengan gugup, setelah Afkar selesai mengelap keringatnya.


"Sepertinya kamu lelah sekali, dan saya lihat pembeli di warteg kamu cukup ramai. Kenapa kamu tidak menambah karyawan lagi"tanya Afkar pada Artika.


"Sebenarnya saya memiliki 1 orang lagi karyawan lagi, tapi dia anak yang masih sekolah. Sebentar lagi dia juga datang" ujar Artika.


"Sebenar nya dia anak Bu Ani, karyawan saya, dia sering membantu ibunya agar pekerjaan ibu lebih cepat selesai dan dia pun tidak ingin melihat ibunya kelelahan, jadi dia rela kerja tanpa di gaji asalkan dia di izinkan untuk membantu ibunya" ujar Artika.


"Tapi tidak mungkin kan kalau saya tidak memberikan dia gaji sementara dia di sini berkeja dengan baik" timpal Artika.


"Aku merasa kagum kepada anak Bu Ani yang begitu perhatian kepada ibunya. Bu Ani adalah seorang janda, suami Bu Ani sudah meninggal. Makanya saya memperkerjakan Bu Ani dan anaknya di sini. Saya mau bantuin mereka kan kasihan" sambung Artika lagi.


Afkar yang mendengar ucapan Artika, dia semakin kagum atas kepribadian Artika. Afkar harus segera menjadikan Artika miliknya secepat mungkin.


"Oh ya, masakan di sini enak-enak. Saya suka sama masakan di sini" puji Afkar setelah merasakan masakan di warteg milik Artika yang sangat enak. Pantasan saja pembelinya ramai pikir Afkar.


"Baguslah kalau kamu meyukai masakan di sini. Kamu langsung antar Aydan pulangkan habis ini?"tanya Artika.


"Iya, habis ini saya akan mengantar Aydan pulang. Setelah itu saya akan kembali ke kantor lagi" jawab Afkar.

__ADS_1


"Saya ingin menitipkan rendang untuk Tante Anita. Biasanya Tante Anita kalau ke sini selalu makan rendang" ucap Artika pada Afkar.


Artika langsung pergi membungkuskan rendang dan ikan bakar untuk Tante Anita, dan menyerahkan bungkusan itu kepada Afkar.


Afkar pun menerima bungkusan yang di berikan oleh Artika pada dirinya. Saat Afkar akan membayar makanannya, Artika menolak.


Artika bilang anggap saja sebagi ucapan terima kasih Artika pada Afkar yang sudah mau menolong dirinya kemarin.


Kemudian Afkar dan Aydan berpamitan untuk pulang, mereka berpamitan pada ketiga karyawan Artika.


Setelah Afkar pulang para ibu-ibu yang bekerja pada Artika langsung mendekati Artika dan bertanya tentang Afkar.


"Artika, itu tadi ayahnya Aydan yaa?"tanya Bu Tari penasaran. Artika hanya menganggukkan kepalanya.


"Pantasan Aydan tampan begitu, Ayahnya ternyata juga tampan, pasti ibunya juga cantik ya Artika"tanya Bu Ani.


"Ibunya Aydan sudah meninggal dunia saat melahirkan Aydan Bu, jadi Artika tidak tahu bagaimana wajah ibunya"jelas Artika.


"Oh. jadi ternyata dia itu duda, kasihan ya Aydan tidak pernah merasakan kasih sayang seorang ibu. Malang sekali nasib mu nak" ujar Bu Farida.


"Artika, kalau ibu perhatikan sepertinya Ayah Aydan suka sama kamu, ibu melihat saat dia menatap kamu, tatapannya berbeda" ucap Bu Ani.


Bu Tari dan Bu Farida pun membernarkan perkataan dari Bu Ani. Tapi Artika berkata tidak mungkin jika Afkar menyukai dirinya.


Apalagi melihat kehidupan Artika yang seperti ini, Artika juga sadar diri, dia dan Afkar jelas jauh berbeda.


Terima Kasih sudah membaca karya saya


Mohon kritik dan sarannya


Jangan lupa Vote,like, komen dan share ya.

__ADS_1


__ADS_2