Guru Cantik Pujaan Hati

Guru Cantik Pujaan Hati
Bab 23


__ADS_3

Azreel dan Afkar sedang berada di dalam perjalanan pulang menuju ke rumah mereka.


Aydan tertidur dipangkuan Afkar, jadi Azreel yang mengemudikan mobil mereka.


"Afkar, apa kamu tahu bahwa video yang berisi acara lamaranmu tadi malam telah viral di sosial media" tanya Azreel.


"Aku tahu kak, Video itu sudah di hapus setelah beberapa jam di posting. Aku telah menyuruh Josh untuk mengurus semuanya"ucap Afkar dengan tenang.


"Itu bagus, kamu bertindak cepat. Kakak suka sama wanita pilihan kamu. Selera kamu bagus, kakak kira kamu tidak suka pada wanita. Eh ternyata kamu doyan daun muda" ucap Azreel sambil terkekeh.


"Kakak apaan sih, Afkar itu suka sama wanita, tapi selama ini tidak ada wanita yang cocok sama Afkar kak. Untuk masalah daun muda, itu bonus buat aku kak" jelas Afkar pada kakaknya sambil terkekeh.


"Afkar, Artika masih begitu muda dan sangat cantik. Kamu harus berhati-hati jangan sampai Artika berpaling darimu" goda Azreel pada Afkar.


"Kakak tenang saja, aku kan sudah melamar Artika kak, sudah ada cincin di jari manisnya dengan begitu tidak akan ada pria yang berani mendekati Artika. Dan aku akan berusaha untuk membuat Artika nyaman saat bersamaku" jelas Afkar dengan bangganya.


"Cih.. Kamu memang licik menggunakan cara seperti itu. Kakak akui kamu memang beruntung mendapatkan Artika, dia masih polos dan belum terjamah oleh para pria di luar sana" ujar Azreel memuji keberuntungan yang dimiliki oleh adiknya.Keduanya pun tertawa bersama.


Artika sedang berbaring di atas kasur miliknya, dia sedang melihat cincin pemberian dari Afkar tadi malam.


Artika menjadi tersenyum sendiri, sekarang dirinya sudah menjadi tunangan dari seorang CEO yang terkenal misterius. Artika tidak pernah melihat akan kekayaan yang Afkar miliki.


Artika ingin mengatakan dengan jujur masalah antara Artika dan Ayahnya, Artika ingin mengatakan semuanya kepada Afkar.


Afkar saja sudah berkata dengan jujur tentang dirinya, begitu juga dengan Artika. Dia juga akan mengatakan dengan jujur tentang dirinya.


Artika menyadari betapa pentingnya sebuah kejujuran dalam suatu hubungan. Artika juga tak ingin menyembunyikan tentang keluarganya dari Afkar.


Artika sudah siap jika Afkar nantinya tidak menerima dirinya, karena dia sudah di usir oleh Ayahnya dari rumah.


Sebelum hubungan dia dan Afkar terlalu jauh, dan perasaannya semakin dalam.


Artika merasa sedih jika mengingat tentang Ayahnya, kenapa Ayahnya begitu tega mengusir dirinya tanpa tahu akan kebenaran atas apa yang terjadi.


Ting tong... Ting Tong..


Terdengar suara bel, Artika bingung siapa yang bertamu kerumahnya di sore hari begini, kalau Afkar tidak mungkin, karena Afkar baru saja pulang ke rumahnya.

__ADS_1


Artika buru-buru keluar dari rumahnya dan segera membuka pagarnya.


Setelah itu Artika bingung melihat 2 orang laki-laki yang berdiri di depan pagarnya. Yang satu laki-laki muda yang seumuran dengan Afkar, dan yang satu lagi laki-laki tua mungkin pantas untuk menjadi kakeknya.


"Mohon maaf, anda berdua mencari siapa ya?" ucap Artika dengan sopan.


"Bolehkah kakek bertanya, apa benar ini rumahnya Ibu Nurma" tanya laki-laki itu.


"Oh iya kek, kakek benar ini rumahnya Ibu Nurma" jawab Artika dengan ramah, Artika mengira jika kakek itu adalah teman almarhum neneknya.


"Silahkan masuk kek, masnya juga" ajak Artika mempersilahkan tamunya masuk ke dalam rumah dan menyuruh mereka duduk di ruang tamu.


"Sebentar kek, saya buatkan minum dulu" ucap Artika seraya meninggalkan tamunya untuk membuatkan air minum di dapur.


"Kakek, kira-kira siapa perempuan cantik itu?" tanya Laki-laki muda itu pada kakeknya.


"Kakek rasa dia itu sepupumu. Anak dari Tante Risma mu" jawab sang kakek.


"Ahh... benarkah kek. Jika memang benar aku akan mempunyai adik secantik itu. Aku berjanji akan selalu menjaganya terutama dari para pria" ucap Xavier dengan senang.


Artika datang dari arah dapur membawa 2 cangkir kopi, dan beberapa cemilan dan dengan segera Artika meletakan di atas meja.


"Kamu siapanya Ibu Nurma"tanya sang kakek.


"Saya cucunya kek. Mohon maaf kakek ini siapa ya kenapa kakek mencari almarhum nenek saya" tanya Artika pada sang kakek.


Kakek itu terkejut mendengar kata almarhum yang di ucapkan Artika, apa benar kakaknya sudah meninggal dunia.


" Maksud kamu Ibu Nurma sudah meninggal begitu" tanya sang kakek penasaran.


"Iya kek, almarhum nenek meninggal 3 tahun yang lalu. Nenek meninggal karena penyakit ginjal kek" ucap Artika dengan tenang.


"Kamu anaknya Risma kan, sekarang Rismanya di mana?"tanya kakek itu lagi.


"Iya kakek benar, saya anaknya Risma. Mama saya sudah meninggal 8 tahun yang lalu kek. Kakek ini sebenarnya siapa?" ucap Artika dengan tenang.


"Kakek adalah kakak dari almarhum nenek kamu, nama kakek adalah Bayu. Selama ini kakek tinggal di Amerika. Sudah lama kakek mencari almarhum nenekmu. Kakek sudah lama kehilangan kontak dengan Almarhum nenekmu" ucap Kakek Bayu.

__ADS_1


" Oh jadi begitu, kakek adalah kakak dari almarhum nenek" ucap Artika mengangguk tanda dia mengerti.


"Iya kamu benar, kenalkan ini Xavier dia adalah cucu kakek satu-satunya. Dia adalah kakak sepupu kamu dan nama kamu siapa?" ucap Kakek itu.


"Nama saya Artika Putri Pertiwi kek, bisa di panggil Artika saja" ucap Artika seraya menyalami Xavier dan kakek Bayu.


"Nama yang Cantik, secantik orangnya" ucap Xavier kepada Artika.


"Terima kasih kak atas pujian" ucap Artika sambil tersenyum.


"Kamu tinggal di sini bersama Papa kamu kan" tanya Kakek Bayu.


"Emm... Artika tinggal sendirian di sini kek. Papa tinggal di kota Z sekarang" ucap Artika.


"Kenapa Papa kamu membiarkan kamu tinggal sendirian di kota ini. Dari dulu kakek memang sudah tidak setuju mamamu menikah dengan Papamu itu" ucap Kakek Bayu menahan amarahnya.


"Sekarang kamu ceritakan semuanya pada kakek, kenapa sampai kamu tinggal sendirian di kota ini. Jangan ada hal apapun yang kamu tutupi dari kakek, atau kakek akan mencari tahu sendiri" sambung Kakek Bayu lagi.


Artika takut untuk menceritakan semuanya pada kakek Bayu, bukannya Artika tidak mempercayai Kakek Bayu tapi Artika takut akan menimbulkan masalah antara dia dan Papanya.


Artika tak ingin berurusan dengan Papanya lagi, setelah dia di usir dari rumah. Dan tidak di anggap sebagai anak lagi.


Ibu tiri Artika juga mengancam Artika, jika Artika kembali ke rumah itu dia akan membuat hidup Artika menderita.


"Artika, kamu ceritakan saja semuanya. Jangan sampai kakak dan kakek memcari tahu sendiri. Kami tidak akan menyakiti kamu. Kami adalah keluargamu" ucap Xavier.


Xavier sudah bisa menebak jika Artika memiliki masalah dengan papanya.


"Se.. se..sebanrnya Papa mengusir Artika dari rumah kek" ucap Artika dengan gugup.


"APAAAAAAA...." teriak Xavier dan kakek Bayu secara bersamaan.


Terima kasih telah membaca karya saya


Mohon maaf bila terdapat banyak kesalahan


Mohon kritik dan sarannya

__ADS_1


Jang lupa Vote,like,komen dan share yaa


__ADS_2