Guru Cantik Pujaan Hati

Guru Cantik Pujaan Hati
Bab 6


__ADS_3

Hari demi Artika dan Nyonya Anita semakin dekat, begitu juga dengan Aydan dan Artika. Setiap hari Nyonya Artika selalu makan siang di Warteg milik Artika.


Hari ini adalah hari kepulangan Afkar dari Singapura, Afkar begitu merindukan Aydan. Sehingga dia dari Bandara langsung menuju ke sekolah Aydan, karena sebentar lagi Aydan akan pulang sekolah.


Afkar juga sudah mendengar tentang Artika dari Bundanya, dan Afkar sangat penasaran akan sosok Artika.


Sekitar 50 menit Afkar sudah sampai di sekolah Aydan. Tapi sayang Aydan masih belum keluar dari kelasnya.


Sekitar 10 menit tampak seorang wanita berdiri di depan kelas Aydan. Afkar yang melihat wanita cantik dan anggun langsung terpesona.


Afkar masih mengamati interaksi antar wanita itu dan juga para muridnya, mereka terlihat sangat senang. Afkar yang melihat itu semua menjadi tersenyum.


"Pantasan saja Bunda selalu memujinya"gumam Afkar yang melihat Artika dari kejauhan.


Aydan dan Artika berjalan sambil bergandengan tangan menuju ke arah parkiran. Afkar sengaja belum keluar dari dalam mobilnya.


Afkar masih asyik memperhatikan wajah cantik milik Artika. Sedang Artika heran kenapa Tante Anita menjemput Aydan, padahal biasanya Tante Anita pasti sudah menunggu Aydan.


Afkar pun langsung turun dari dalam mobilnya dan menghampiri Aydan. Aydan yang melihat papinya pun langsung berteriak" Papiiiii.....".


Artika yang mendengar teriakan Aydan langsung melihat, seorang pria tampan bak titisan dewa Yunani, berjalan ke arahnya.


"Hai jagoan papi. Apakah kamu tidak merindukan papimu" ucap Afkar yang tidak mendapat pelukan dari Aydan. Karena Aydan masih bergandengan tangan dengan Artika.


"Aydan sangat merindukan Papi, kenapa lama sekali papi perginya. Papi juga tidak mengajak Aydan" ucap Aydan sambil memeluk kaki Afkar.


Melihat Aydan yang memeluk kakinya, Afkar segera menggendong Aydan. " Maafkan papi yaa. Lain kali pasti Papi akan mengajak Aydan" ucap Afkar.

__ADS_1


Artika yang melihat interaksi antara Aydan dan Afkar, tanpa terasa air matanya jatuh meleleh di pipinya. Artika teringat akan Papanya yang tak peduli lagi dengannya.


Afkar yang melihat Artika menangis, Afakr tahu apa yang di rasakan oleh Artika. Tetapi Afkar tetap saja pura-pura tidak tahu akan kehidupan Artika.


"Maaf nona, kenapa anda menangis" tanya Afakr. Artika menjadi gelagapan untuk menjawab pertanyaan Afkar dengan cepat Artika menghapus air matanya.


"Maaf Tuan, saya hanya terharu saja melihat Anda dan Aydan. Karena setiap hari Aydan selalu saja bertanya pada Oma nya Kapan anda akan pulang" jelas Artika menutupi hal yang sebenarnya.


"Jangan panggil saya Tuan panggil saja saya Afkar" ucap Afkar seraya menjulurkan tangannya ke arah Artika untuk berjabat tangan.


Artika langsung menjabat tangan Afkar dan menyebutkan namanya seraya tersenyum ke arah Afkar.


Afkar yang melihat senyum manis Artika, menjadi deg-degan jantung Afkar seakan sedang lari maraton.


Setelah perkenalan singkat itu, Artika berpamitan kepada Afkar karena Artika akan pergi ke kampusnya untuk mengikuti bimbingan skripsinya.


Afkar pun langsung mengajak Aydan pulang ke rumahnya, Afkar merasa lelah dan ingin beristirahat.


Setelah selesai Artika langsung menuju ke kantin kampusnya, Artika langsung memesan makanan, karena sekarang memang sudah waktunya makan siang.


Artika memiliki 2 orang sahabat, tapi sahabat Artika kuliah di luar negeri. Hanya Artika saja yang kuliah di Indonesia.


Untuk di kampusnya Artika tidak memiliki teman yang dekat dengannya, mereka tidak mau berteman dengan Artika karena Artika hanya seorang Mahasiswi dengan beasiswa, sementara mahasiswa/mahasiswi yang kuliah di sana adalah kalangan atas saja.


Tapi Artika tidak pernah ambil pusing dengan itu semua, selama mereka tidak mengganggu Artika. Bagi Artika tidak apa jika mereka tidak ingin berteman dengannya. Dan Artika pun juga sadar akan status dirinya.


Sementara Di kediaman Afkar

__ADS_1


"Afkar, apa kamu sudah bertemu dengan Artika?" tanya Bunda Afkar.


"Sudah Bunda, dan aku tadi juga sudah berkenalan dengannya. Bunda, sepertinya aku sudah jatuh cinta pada pandangan pertama padanya" tutur Afkar.


Bunda Afkar yang mendengar penuturan Afkar langsung terkejut dan tak percaya kenapa bisa cepat sekali Afkar jatuh hati pada Artika.


" Kamu serius Afkar, Bunda senang mendengarnya. Artika adalah anak yang baik, Bunda suka lagian dia juga sudah dekat dengan Aydan" tutur Bunda Afkar.


"Terus bagaimana cara kamu akan mendekatinya. Kamu harus cepat-cepat Afkar, takut nantinya kamu akan di tikung oleh orang lain" ucap sang Bunda.


"Afkar akan mendekatinya melalui Aydan Bunda, kan Artika sangat dekat dengan Aydan. Bunda tidak keberatan kan kalau Afkar mendekati Artika" tanya Afkar pada sang Bunda.


"sedikitpun Bunda tidak keberatan Afkar, Bunda malahan senang kalau kamu mendekatinya, apalagi kalau sampai kamu dan dia berjodoh" ujar Bunda Afkar.


"Terima kasih Bunda sudah mendukung Afkar. Semoga saja Afkar dan Artika berjodoh ya Bun. Afkar tak pernah seperti ini terhadap wanita manapun" ucap Afkar, karena memang Afkar tak pernah berpacaran.


Banyak wanita yang mengejarnya, tapi setelah melihat Afkar dan Aydan banyak Wanita menjauhi Afkar karena Afkar seorang duda.


Afkar sengaja menutupi identitasnya, karena dia ingin melihat adakah seorang wanita yang menerima dirinya dengan apa adanya, tanpa memandang harta, dan statusnya.


Afkar sangat yakin jika Artika tak pernah melihat itu semua, walaupun Afkar baru sekali bertemu dengan Artika.


Tapi feeling Afkar tak pernah salah dalam menilai seseorang, itu lah yang membuat Afkar sukses di usianya yang terbilang masih muda.


Afkar bertekad akan menjadikan Artika miliknya. Apapun akan di lakukan oleh Afkar untuk mendapatkan Artika.


Terima kasih sudah membaca karya saya

__ADS_1


Mohon kritik dan sarannya


Jangan lupa Vote,Like,Komen dan Share yaa


__ADS_2