
Artika benar-benar merasa malu dan kehilangan muka untuk bertemu dengan Afkar.
Artika merutuki kebodohannya sendiri, bisa-bisanya dia lupa bahwa tadi dia masih memakai daster dan tanpa dalaman.
Artika berharap Afkar tidak akan membahas kejadian yang membuat dirinya malu. Dengan cepat Artika masuk kedalam kamar mandinya untuk membersihkan tubuhnya.
Setelah selesai mandi Artika langsung bersiap-siap dengan seragam mengajarnya serta berdandan sedikit. Artika bukanlah tipe wanita yang ribet akan menampilkan.
Artika lebih suka tampil dengan wajah yang natural, hanya cukup pakai bedak tabur dan lipstik saja sudah cukup baginya.
Artika sebenarnya masih malu untuk bertemu dengan Afkar, tapi dia juga menghargai Afkar yang sudah mau menjemput dan mengantarkan dia ke sekolah.
Artika keluar dari kamarnya, langsung menghampiri Afakr dan Aydan yang sedang menunggunya di ruang tamu.
"Maaf, telah membuatmu menunggu terlalu lama Afkar"ucap Artika dengan tulus, sambil menundukkan wajahnya.
Afkar tahu kenapa Artika menundukkan wajahnya, Afkar tidak mau membahas kejadian tadi lagi, Afkar takut akan membuat Artika menilai buruk tentang dirinya.
"Tidak lama kok Artika, ya sudah kalau begitu ayo kita berangkat sekarang" ajak Afkar pada Artika, dan Afkarpun segera menggendong Aydan.
Artika pun menganggukkan kepalanya, mereka berjalan kearah luar rumah, Artika langsung mengunci pintu rumah dan pagar nya. Dengan segera Artika menyusul Afkar yang sudah masuk ke dalam mobilnya.
Di dalam perjalanan mereka hanya berdiam diri, hanya Aydan yang selalu mengobrol bersama Artika, mereka berdua tidak peduli dengan keberadaan Afkar.
Artika lebih memilih duduk di kursi belakang bersama Aydan, dengan alasan menemani Aydan. Padahal Artika memang sengaja menghindari Afkar, karena dia masih merasa malu.
Tak lama mereka sampai di depan gerbang sekolah. Artika dan Aydan segera turun dari mobil. Tapi Afkar menahan Artika, karena ada hal yang ingin di bicarakan oleh Afkar pada Artika.
Afkar menyuruh Aydan masuk ke dalam kelasnya duluan.
__ADS_1
"Artika saya minta maaf atas kejadian tadi, saya tidak bermaksud berbuat atau bertindak mesum sama kamu"ucap Afkar penuh penyesalan.
Artika pun merasa Afkar tidak lah bersalah, yang bersalah adalah dirinya, kenapa dia berpakaian seperti itu.
"Tidak apa-apa Afkar, aku tahu kamu orang yang baik. Aku percaya padamu" ucap Artika sambil tersenyum ke arah Afkar.
"Artika bolehkah saya meminta no Hp kamu. Kamu kan gurunya Aydan jadi kalau terjadi apa-apa pada Aydan kamu bisa segera menghubungi saya, begitupun sebaliknya. Dan saya pun ingin berteman dengan kamu" ucap Afkar seraya menyerahkan Hpnya pada Artika.
Artika pun langsung mengambil HP Afakr dan memasukkan no Hp nya kedalam Hp Afkar. Setelah selesai Artika langsung mengembalikan Hp Afkar.
"Terima kasih Artika, nanti saya akan menghubungi kamu. Oh ya nanti siang saya akan menjemputmu lagi" ujar Afkar.
"Tidak usah Afkar, saya nanti akan ke bengkel untuk mengambil motor saya kemarin" jelas Artika.
"Saya tidak menerima penolakan Artika, saya akan antar kamu kebengkel atau kemana pun kamu mau pergi" sarkas Afakr yang tak menerima penolakan dari Artika.
"Baiklah, terima kasih. Dan maaf membuatmu repot" ucap Artika pada Afkar.
Setelah melihat Afkar melajukan mobilnya, Artika pun segera masuk ke dalam sekolah menuju ke ruangan guru.
*Di Kota Z Kediaman Tuan Hari
"Ma, apa mama pernah mendapat kabar tentang Artika ma?"tanya Anggun pada mamanya.
"Tidak, mama tidak pernah mendapat kabar apapun tentangnya, bahkan Papamu juga tidak pernah menyebut nama Artika lagi"jawab Nyonya Diana ibu tiri Artika.
"Baguslah ma, Aku yakin sekarang pasti Artika hidup menderita di luaran sana. Aku ingin melihat bagaimana keadaannya sekarang, apakah dia sudah menjadi gelandangan di luar sana" ucap Anggun dengan penuh senyum kemenangan.
"Buat apa kita sibuk memikirkannya, itu tidak penting Anggun. Sekarang kamu adalah seorang model yang terkenal, dan kamu harus mencari pasangan yang sederajat dengan keluarga kita" ucap Nyonya Diana pada Anggun.
__ADS_1
"Mama tenang saja, dengan kecantikan dan keindahan tubuhku semua laki-laki akan bertekuk lutut kepadaku ma" ucap Anggun meyakinkan sang mama.
"Kamu benar Anggun, laki-laki mana yang tidak akan terpikat dengan kamu, karena kamu anak mama yang paling cantik" puji Nyonya Diana pada Anggun.
"Tapi Ma, Anggun ingin sekali melihat pemilik AG COMPANY Ma, karena menurut kabar yang beredar dia adalah pengusaha muda yang kaya raya dan sangat tampan. Tapi sampai sekarang tak ada satu orang pun yang pernah melihat wajah aslinya Ma"ucap Anggun penasaran.
"Ya Mama tahu perusahaan itu, banyak rekan-rekan bisnis Papamu yang mau berkerja sama pada perusahaan itu, karena itu perusahaan terbesar di negeri ini, bahkan perusahaan itu memiliki cabang di luar negeri, hanya dalam waktu 4 tahun perusahaan itu sudah berkembang pesat" ujar Nonya Diana.
"Ma , coba Mama bilang pada Papa untuk mencari tahu pemilik perusahaan itu, dan Mama bujuk Papa agar Papa menjodohkan Anggun dengannya" ucap Anggun memberikan ide kepada Mamanya.
"Ide kamu memang cemerlang Anggun, kamu tenang saja sekarang kan Papa kamu juga sudah memiliki perusahaan walaupun masih perusahaan itu masih kecil, setidak nya itu menjadi harapan kita" ujar Nyonya Diana.
"Kamu tenang saja, Mama akan menyuruh papa kamu untuk berkerja sama dengan perusahaan itu. Dengan begitu kita bisa melakukan perjodohan bisnis dengannya" ucap Nyonya dengan penuh antusias.
"Mama benar, dengan begitu Anggun akan menjadi Nyonya yang kaya raya, dan semua orang akan menghormati Anggun Ma. Pokoknya mama harus segera menyuruh Papa mencari tahu Pemilik perusahaan itu Ma" ucap Anggun.
"Kamu jangan khawatir sayang, kita pasti bisa menemukan pemilik perusahaan yang misterius itu" ucap Nyonya Diana penuh keyakinan.
Mereka tidak tahu bahwa pemilik perusahaan itu adalah Afkar Zaidan Ghazali yang menyembunyikan identitas aslinya dengan sangat baik.
Bahkan karyawan di perusahaannya saja tidak tahu bahwa dia adalah sang pemilik perusahaan. Mereka hanya tahu bahwa Afkar adalah orang kepercayaan dari pemilik asli perusahaan tersebut.
Hanya Rudi, dan Para pemilik perusahaan besar di luar negeri saja yang tahu bahwa Afkar adalah pemilik AG COMPANY. Namun mereka berjanji tidak akan membocorkan kepada publik siapa Afkar sebenarnya.
Selain mempunyai perusahaan sendiri, Afkar juga membantu Ayahnya mengurus perusahaan milik Ayahnya. Karena kakaknya Azreel masih menjadi pilot, tapi jika Azreel sudah berhenti,maka Azreel yang akan mengurus perusahaan ayah mereka.
Terima kasih sudah membaca karya saya.
Mohon kritik dan sarannya
__ADS_1
Jangan lupa Vote,like, komen dan share