Guru Cantik Pujaan Hati

Guru Cantik Pujaan Hati
Bab 57


__ADS_3

Afkar mendapat telepon dari Bundanya, jika seluruh keluarga Afkar dan Lara sudah berkumpul di rumahnya.


Mereka akan membahas masalah pernikahan Afkar dan Lara, Karena sudah sebulan sejak Afkar dan Lara menikah, Afkar tidak pernah pulang ke rumahnya dan tidak peduli pada Lara.


"Apa yang kalian ingin bicara,aku tidak punya waktu untuk mengurus hal seperti ini" ucap Afkar dengan nada dinginnya.


"Afkar, mengapa kamu tidak pernah pulang kerumah dan kamu juga tidak perduli pada Lara?" tanya Nyonya Anita pada Afkar.


"Benar Afkar, biar bagaimanapun Lara adalah istrimu yang sah, dan kamu juga harus belajar mencintai Lara. Apa hebatnya Artika di banding Lara?" sambung Tante Ema.


"Cihh.... seujung kuku Artikapun tidak akan bisa di bandingkan dengan perempuan murahan ini" sarkas Afkar.


Semua orang begitu terkejut mendengar Afkar menghina Lara, kecuali Tuan Ardi dan Azreel yang memang sudah tahu kebusukan Lara.


"Apa maksudmu menghina Lara, Lara ini wanita yang baik-baik dan dari keluarga yang terhormat" ucap Ayah Lara tak terima anaknya di hina.


"Aku sudah mengurus perceraian antara aku dan Lara" ujar Afkar tanpa menggubris perkataan Ayah Lara.


"Afkar, aku mohon jangan ceraikan aku Afkar. Aku mencintaimu" ucap Lara memelas kepada Afkar.


"Simpan saja cintamu untuk pria lain. Sudah berapa banyak pria yang menikmati tubuhmu" ujar Afkar seraya menyeringai pada Lara.


"Apa maksudmu Afkar, aku tidak pernah tidur dengan siapapun. Kamu adalah orang pertama yang menyentuh tubuhku" teriak Lara pada Afkar.


"Bukankah semua orang di sini sudah menjadi saksi Afkar, kamulah yang pertama menyentuh tubuhku" sambung Lara lagi.


"Kamu tidak bisa menceraikanku dengan mudah Afkar, semua orang akan berpihak padaku. Kamu kira aku bodoh, aku sudah merencanakan semuanya secara sempurna" gumam Lara dalam hatinya.


"Itu benar Afkar, Tante melihat sendiri, ada noda darah di tempat tidur itu, dan jangan lupakan jika kamu sudah memperkosa Lara Afkar" ucap Tante Ema membenarkan perkataan Lara.


"Lara, selama ini aku sudah bersabar, dan tidak menjebloskanmu ke dalam penjara. Tapi sepertinya kesabaranku telah habis" ucap Afkar memandang Lara dengan sinis.


"Apa salahku Afkar, sehingga kamu ingin menjebloskan aku ke dalam penjara" ucap Lara seraya menangis.


"Aku sudah bosan melihat Air mata buayamu, mungkin air mata itu bisa menipu orang lain, tapi tidak dengan diriku" sarkas Afkar pada Lara.

__ADS_1


"Baiklah semuanya, karena kita sudah berkumpul di sini, maka aku memberitahukan kepada kalian semua siapa sebenarnya Chintya Lara Gunawan" ujar Afkar dengan lantang.


Afkar memanggil Robert, orang kepercayaannya yang melakukan penyelidikan tentang Lara. Robert datang dengan membawa sebuah amplop coklat dan juga Laptop molik Afkar, dan di berikan kepada Afkar. Afkarpun mengambil amplop dan laptop yang di berikan oleh Robert.


"Baiklah Lara, aku memberimu satu kesempatan, aku ingin kamu mengakui bahwa kamu telah menjebak diriku. Jika kamu tidak mau mengakuinya, maka jangan salahkan aku jika aku menghancurkan mu tanpa tersisa" ucap Afkar menatap tajam ke arah Lara.


"Aku tidak akan mengakuinya, karena aku tidak pernah melakukan apapun, termasuk menjebak dirimu. Dan aku juga tidak takut pada ancamanmu" teriak Lara.


"Sudahlah Afkar, tidak ada gunanya kamu memaksa Lara untuk mengakui kejahatannya, sekarang lebih baik kamu jelaskan pada semua orang yang ada di sini" ujar Azreel yang dari tadi menjadi penonton.


"Maksud kamu berbicara seperti apa Azreel?" tanya Tante Ema yang penasaran akan ucapan Azreel yang mengatakan bahwa Lara telah melakukan kejahatan.


"Lara telah menjebak Afkar, dengan memberikan Afkar obat perangsang dan mengatakan bahwa Afkar telah memperkosa dirinya" jawab Azreel dengan tenang.


"Untuk luka lebam yang ada di tubuh Lara, itu adalah make up, dan untuk baju Lara yang sobek, Lara sendirilah yang telah menyobekknya. Dan satu hal lagi, noda darah yang ada di tempat tidur itu adalah darah yang sengaja di teteskan oleh Lara" sambung Azreel dengan tenang.


"Itu fitnah, kenapa kak Azreel tega memfitnah aku kak..hikss..hikss" teriak Lara seraya menangis.


"Aku sama sekali tidak memfitnahmu Lara, untuk apa aku melakukan itu semua" ucap Azreel menanggapi teriakan Lara.


"Afkar, bisakah kamu memberikan kami bukti, jika Lara melakukan semua itu" pinta Tante Ema pada Afkar.


Saat Lara beda di depan restoran, Lara memasukkan obat perangsang dalam minuman dan cemilan tersebut.


"Lara, bunda tak menyangka jika kamu tega melakukan itu semua pada Afkar, selama ini Bunda belajar untuk menerima kamu sebagai menantu Bunda" ucap Nyonya Anita menahan kekesalannya.


"Bunda maafkan Lara. Lara melakukan itu semua karena Lara sangat mencintai Afkar Bunda" ucap Lara pada Nyonya Diana.


"Jika kamu mencintai Afkar, kenapa kamu melakukan itu semua, kamu tega menghancurkan kebahagiaan Afkar, kamu sadar jika kamu telah menyakiti hati Artika" tanya Nyonya Anita dengan suara yang parau.


"Lara tahu bunda, tapi Lara tidak punya pilihan lain Bunda" jawab Lara seraya bersimpuh di kaki Nyonya Anita.


"Sudahlah Afkar, sekarang Lara sudah mengakui perbuatannya, lagi pula sekarang kalian sudah menikah, Afkar belajarlah untuk mencintai Lara"ucap Tante Ema membela Lara.


"Maaf Tante Ema, tapi aku tidak sudi memiliki istri seorang ****** seperti Lara, yang rela menjajakan tubuhnya, demi menjadi seorang model" sarkas Afkar.

__ADS_1


"Apa maksud kamu Afkar, jika kamu tidak ingin melanjutkan pernikahan kalian, maka ceraikan saja Lara, tidak perlu kamu hina dia" teriak Ayah Lara pada Afkar.


"Benar Afkar, Lara tidak mungkin melakukan itu semua, dia menjadi model karena kemampuan yang di milikinya" timpal Tante Ema.


"Lihatlah foto-foto ini, mungkin kalian semua akan mengerti" ucap Afkar seraya menyerahkan foto-foto Lara yang sedang berada d club malam dengan pakaian yang begitu ketat.


Ada juga foto Lara sedang bersama seorang pria di sebuah hotel, dan foto Lara yang tanpa mengenakan pakaian di atas tempat tidur bersama seorang pria yang tengah memeluk dirinya.


"LARAAAA ..... APA YANG KAMU LAKUKAN?" teriak sang ayah yang murka melihat anak gadisnya


"Papa, itu semua fitnah pa, itu semua pasti foto editan pa. Lara tidak pernah melakukan hal seperti itu pa.. hikkss..hikss...hikss..." ucap Lara seraya bersimpuh di kaki ayahnya.


"Afkar, apakah kamu yakian ini semua foto Lara yang asli, kamu tidak mengedit foto ini kan" ujar Ayah Lara pada Afkar.


"Baiklah jika om masih tidak percaya, lihat lah video ini" ujar Afkar seraya memperlihatkan Video yang ada di dalam laptop miliknya.


Semua orang begitu kaget melihat video yang menjijikan seperti itu, bukan hanya 1 video saja melainkan ada beberapa video.


Di dalam video tersebut terlihat Lara yang sedang melayani nafsu dari teman sesama modelnya yang pernah menjalin hubungan dengannya.


Lara juga melayani nafsu para fotografer yang melakukan pemotretan pada dirinya.


"Lara, Papa sangat kecewa padamu, selama ini Papa mengira kamu anak yang baik, tapi ternyata Papa salah" ujar Ayah Lara penuh kekecewaan.


"Pa, maafin Lara paa. Lara janji tidak akan melakukan itu semua lagi pa, Lara khilaf pa" ucap Lara seraya menangis dan bersujud di kaki ayahnya.


"Kamu tahu, sekarang usaha papa di ambang kehancuran, dan kamu malah membuat papa malu dengan perbuatanmu" ucap Ayah Lara.


"Afkar, secepatnya kamu harus mengurus perceraian mu dengan Lara" ucap Ayah Lara pada Afkar.


"Mas Ardi, Mbak Anita, Kak Ema, tolong maafkan kesalahan Lara, aku sangat malu pada kalian" sambung Ayah Lara lagi.


Terima kasih telah membaca karya saya


Mohon maaf bila terdapat banyak kesalahan

__ADS_1


Mohon kritik dan sarannya


Jang lupa untuk Vote,like,komen dan share yaa


__ADS_2