Guru Cantik Pujaan Hati

Guru Cantik Pujaan Hati
Bab 18


__ADS_3

Cukup lama Afkar ******* bibir mungil Artika, hingga Artika juga membalas lumatan Afkar dengan kaku.


Bagaimana tidak, ini adalah ciuman pertama bagi Artika. Begitupun dengan Afkar, tetapi Afkar mengikuti nalurinya sebagai laki-laki. Dan membimbingnya untuk mengungkapkan perasaannya.


Cukup lama mereka saling mencium dan *******, hingga nafas mereka tesengal-sengal.


Setelah melepaskan ciumannya Afkar menyatukan kening mereka. "Artika, Aku menyukaimu dan aku sudah jatuh cinta padamu sejak pertama kali kita bertemu" tutur Afkar.


Artika hanya tertegun mendengar penuturan Afkar, Artika tidak menyangka jika Afkar menyukai dirinya.


Artika sendiri bingung dengan perasaannya, apakah dia juga menyukai Afkar atau tidak. Tapi bila dia berdekatan dengan Afkar dia merasakan perasaan nyaman.


Jantung nya akan berdetak dengan cepat bila bertatapan dengan Afkar.


"Maafkan aku Afkar, aku tidak tahu apakah aku juga menyukaimu atau tidak. Kita baru saja bertemu dan belum saling mengenal satu sama lain" ucap Artika menatap Afkar dengan kening yang masih menempel.


"Artika, kita bisa mengenal satu sama lain setelah ini. Artika kamu ikuti saja perasaanmu. Apakah tubuhmu juga merespon diriku, semuanya sudah terlihat jelas jika kamu juga memiliki perasaan yang sama padaku" ucap Afkar sambil merengkuh tubuh Artika ke dalam pelukannya.


"Tapi Afkar" ucap Artika tercekat dia bingung , dia butuh waktu untuk memahami perasaannya pada Afkar.


Afkar langsung melepaskan pelukannya, dan langsung menatap mata Artika dengan sangat dalam. Afkar langsung meraih tangan Artika dan meletakkan tangan Artika di atas dada bidangnya.


"Apakah kamu juga merasakannya?"tanya Afkar. Artika merasakan detak jantung Afkar yang begitu cepat. Sejujurnya Artika pun mengalami hal yang sama.


"Iya Afkar, aku juga merasakan hal yang sama, jantungku berdetak dengan sangat cepat jika bedekatan denganmu" jawab Artika tertunduk malu.


"Tapi Afkar, aku tidak pantas untukmu. Kita berdua berbeda Afkar" ucap Artika, dia merasa tidak pantas untuk Afkar.


"Iya aku tahu, kamu dan aku berbeda. Aku seorang duda dan memiliki seorang anak, mana mungkin kamu mau" ucap Afkar pada Artika.


Afkar sengaja mengatakan itu, dia ingin melihat reaksi Artika. Apa sebenarnya alasan Artika tidak mau menerima dirinya.


"Afkar, maaf. Bukan karena kamu seorang duda yang menjadi alasanku, tapi aku bukan lah orang dari kalangan atas seperti kamu, aku hanya dari kalangan bawah saja. Apa kamu tidak malu?"tanya Artika.

__ADS_1


Afkar tersenyum mendengar alasan Artika, ternyata Artika tidak mempermasalahkan statusnya. Afkar akan jujur pada Artika jika Artika sudah menerima dirinya.


"Artika, aku maupun keluargaku tidak pernah memandang status seseorang, aku mencintaimu dengan tulus"ucap Afkar meyakinkan Artika dan menatap mata Artika.


Artika hanya terdiam mendengar ucapan Artika, dan dia juga membalas tatapan mata Afkar. Artika yang melihat tatapan mata Afkar sedikitpun tidak menunjukkan kebohongan.


"Artika, aku mohon. Aku mau kita resmi malam ini. Kita bisa saling mengenal terlebih dahulu. Kita bisa memulai dari hal-hal kecil dahulu untuk saling mengenal" pinta Afkar.


Artika memejamkan matanya, kemudian dia menganggukkan kepalanya pertanda mengiyakan permintaan Afkar.


Melihat Artika menganggukkan kepalanya, Afkar tahu bahwa Artika menerima dirinya. Afkar langsung mencium bibir Artika dengan sangat rakus dan menuntut.


Artika pun membalas ciuman Afkar walau dirinya masih kaku. Mereka melepas ciuman itu setelah serasa akan kehabisan nafas.Afkar dan Artika terengah-engah setelah ciuman itu.


Afkar tersenyum kearah Artika, begitupun Artika membalas senyuman Afkar.


Lalu Afkar mengajak Artika untuk menikmati pemandangan kota dari atas gedung hotel tersebut. Sekitar 15 menit menikmati pemandangan itu, Afkar mengajak Artika untuk turun kebawah.


Ketika sampai di loby hotel, banyak terdapat kelopak bunga mawar merah dan membentuk tulisan " I Love You Artika " serta terdengar lirik lagu Badai Romantic Project yang berjudul "MELAMARMU" terlantun dengan sangat indah.


Afkar pun segera mengikuti lirik lagu tersebut sambil berlutut ke arah Artika dengan sebuah kotak berwarna merah yang berisi sebuah cincin.


Artika tertegun melihat apa yang di lakukan oleh Afkar, baru saja pria ini menyatakan perasaannya, sekarang pria ini sudah akan melamar dirinya.


Banyak orang yang menonton aksi Afkar saat melamar Artika, semua orang berteriak "Terima...terimaa...terima" itulah yang di dengar oleh Artika.


Sementara para wanita sebagian ada yang memuji lamaran romantis ala Afkar. Mereka iri dengan apa yang di lakukan oleh Afkar.Ada juga yang bilang mereka berdua pasangan yang serasi.


Artika bingung akan menjawab apa, apakah dirinya akan menerima Afkar. Artika sama sekali belum yakin akan hal itu


Tapi jika tidak menerima Afkar, itu akan membuat Afkar malu karena banyak orang yang menyaksikannya. Bahkan ada juga orang yang merekam dengan Hp mereka.


Dengan cepat Artika menganggukkan kepalanya, karena tak ingin membuat Afkar merasa malu kalau Artika menolaknya.

__ADS_1


Setelah ini Artika akan bertanya pada Afkar. Apa maksud dan tujuan Afkar sebenarnya.


Semua orang yang menyaksikan Artika mengangguk pertanda menerima lamaran Afkar dengan cepat bersorak gembira. Begitu juga dengan Afkar yang langsung memasangkan cincin ke jari manis Artika, serta mencim tangan Artika dengan sangat mesra.


Semua orang langsung berteriak histeris melihat perilaku Afkar pada Artika. Sebenarnya Artika merasa malu menjadi pusat perhatian banyak orang.


Wajah Artika menjadi bersemu merah bagaikan buah tomat. Afkar yang menyadari perubahan Artika langsung berterima kasih kepada semua orang yang sedang menonton dirinya dan Artika.


Afkar berterima kasih karena sudah mendukung dirinya. Dengan cepat Afkar membawa Artika keluar dari loby hotel tersebut.


Perlu di ketahui teman-teman, Hotel tersebut adalah hotel milik keluarga Afkar makanya Afkar dengan sangat mudah melakukan itu semua dengan di bantu oleh para pegawai yang bekerja di hotel tersebut.


Sekarang Afkar dan Artika sedang berada di dalam mobil, Afkar akan mengantar untuk Artika pulang ke rumahnya.


Artika hanya berdiam diri saja, dia masih mencerna semuanya kejadian malam yang terjadi malam ini.


Artika tidak menyangka jika dirinya sekarang sudah menjadi tunangan Afkar, seorang duda tampan yang memiliki seorang anak yang baru di kenalnya dalam beberapa hari ini. Apakah ini semua hanya mimpi.


"Artika, aku ingin jujur kepada kamu. Karena aku ingin memulai sebuah hubungan tanpa kebohongan apapun" ucap Afkar. Afkar akan memberitahu semua tentang dirinya kepada Artika.


Artika hanya mengangguk, dia ingin tahu kejujuran apa yang akan di katakan oleh Afkar.


"Artika, aku akan jujur kepada kamu, sebenarnya aku bukan lah seorang duda dan Aydan bukanlah anak aku. Aku juga belum pernah menikah bahkan berpacaran sekalipun" ucap Afkar dengan serius.


Artika langsung menoleh ke arah Afkar, dia heran kenapa Afkar mengatakan itu semua. Selama ini Afkar tidak pernah mengatakan hal itu. Benarkah apa yang di katakan oleh Afkar barusan.


Terima kasih sudah mampir di karya saya


Mohon maaf bila terdapat banyak kesalahan


Mohon kritik dan sarannya juga


Jangan lupa Vote,like, komen dan share yaaa

__ADS_1


__ADS_2