Guru Cantik Pujaan Hati

Guru Cantik Pujaan Hati
Bab 39


__ADS_3

Kini Afkar sudah kembali ke kota A dengan selamat, setelah 5 hari dia berada di Kota Z untuk melihat secara langsung pembangunan gedung perusahaannya.


Afkar juga sudah menyuruh orang kepercayaannya untuk mengawasi Nyonya Diana dan Anggun, Afkar takut jika Nyonya Diana dan Anggun akan mencelakai Artika.


Afkar tahu jika Nyonya Diana dan Anggun tidak akan tinggal diam melihat kebahagian Artika. Apalagi rencana mereka yang ingin menjebak Afkar gagal.


"Sayang, pernikahan kita tidak lama lagi. Kita harus segera mempersiapkan semuanya. Oh ya sayang, apakah kamu pernah memiliki impian tentang pernikahanmu" tanya Afkar pada Artika.


Saat ini Afkar dan Artika sedang makan malam di sebuah restoran, dan tidak lupa Afkar juga mengajak Aydan.


"Dulu aku pernah bermimpi jika suatu saat aku menikah, aku ingin pernikahanku di adakan di sebuah pantai yang indah. Aku tidak menginginkan pernikahan yang mewah mas, aku hanya ingin pernikahan yang sederhana" jelas Artika pada Afkar.


"Sayang, kamu yakin tidak menginginkan pernikahan yang mewah atau pernikahan ala negeri dongeng?" tanya Afkar yang heran dengan pernikahan impian Artika.


"Tidak mas, aku tidak ingin pernikahan yang seperti itu. Aku hanya menginginkan sebuah pernikahan yang sederhana dan hanya orang-orang terdekat saja yang hadir, agar suasananya menjadi lebih khidmat" jawab Artika dengan tenang.


"Baiklah sayang, aku akan mewujudkan impianmu" ucap Afkar tersenyum ke arah Artika.


"Tapi mas, apakah keluarga mas akan setuju jika kita mengadakan pernikahan yang seperti itu" tanya Artika yang takut jika keluarga Afkar tidak setuju dengan rencana pernikahan mereka.


"Mungkin keluarga mas akan menentang sayang, mereka pasti ingin mengadakan pesta pernikahan yang mewah untuk kita" ucap Afkar.


Artika hanya mengangguk pasrah, tidak tahu harus berbuat dan berkata apa kepada Afkar.


"Sayang bagaimana jika kita mengadakan pemberkatannya di pantai sesuai keinginan kamu, dan resepsinya sesuai ke ingin keluarga, apakah kamu setuju" tanya Afkar pada Artika.


"Baiklah mas, aku setuju" ucap Artika pada Afkar seraya tersenyum dengan amat manis.


"Baiklah jika kamu sudah setuju, mas akan memberitahukan pada Bunda, karena Bunda setiap hari menanyakan persiapan pernikahan kita" ucap Afkar seraya terkekeh.


"Baiklah, aku akan ikut saja. Mas, jika kita sudah selesai melakukan persiapan pernikahan kita. Aku ingin mengajakmu ke Kota Z untuk meminta restu dari papa" ucap Artika seraya menunduk.


"Baiklah sayang, sesuai keinginan kamu. Ayo kita pulang, sepertinya Aydan sudah mengantuk" ucap Afkar seraya memperhatikan mata Aydan yang sudah memerah.


"Ayo mas, kasihan Aydan besok dia harus sekolah lagi" ucap Artika membenarkan perkataan Afkar, dan segera menggendong Aydan.

__ADS_1


Mereka berduapun segera pulang, Afkar mengantar Artika pulang terlebih dahulu. Setelah itu baru Afkar pulang ke rumahnya bersama Aydan.


Keesokkan harinya Afkar mengajak Artika untuk memilih cincin pernikahan mereka di sebuah toko perhiasan yang terkenal.


Ketika mereka sedang asyik memilih cincin, ada seorang wanita yang menyapa Afkar.


"Kamu Afkar kan, anaknya Om Ardi dan Tante Anita" ucap sang wanita seraya menghampiri Afkar.


Afkar mengernyitkan dahinya, Afkar kelihatan bingung melihat wanita itu mengenal dirinya, dan juga mengenal kedua orang tuanya.


"Maaf anda siapa ya nona" ucap Afkar dengan nada datarnya.


"Kamu tidak mengingatku lagi Afkar"tanya sang wanita lagi.


Afkar hanya menggelengkan kepalanya, karena Afkar memang tidak mengingat siapa wanita itu sebenarnya.


"Aku Sisilia Afkar, teman masa kecil kamu, dulu rumahku tepat di depan rumahmu. Kita selalu bermain dan pergi ke sekolah bersama-sama" jelas wanita itu dengan senyum sumringahnya.


"Tunggu....tunggu.. Apakah kamu Sisilia si gadis cengeng anaknya Om Awan dan Tante Risa" ucap Afkar memastikan bahwa wanita itu benar-benar teman masa kecilnya.


"Apa yang sedang kamu lakukan di sini Afkar, dan wanita cantik di sampingmu siapa?" tanya Sisilia dengan hati-hati.


"Oh ya aku hampir lupa, kenalkan ini tunanganku, dan kami di sini sedang memilih cincin pernikahan kami. Sayang kenalkan ini Sisilia teman masa kecilku" ucap Afkar pada Artika.


Artika pun langsung mengulurkan tangannya ke arah Sisilia, begitupun sebaliknya. Mereka berdua saling bersalaman dan menyebutkan nama masing-masing.


"Afkar, apa benar kamu akan menikah. Ternyata kamu mendahuluiku" tanya Sisilia pada Afkar seraya terkekeh.


"Ya tak lama lagi kami akan menikah. Bagaimana kalau kita ke cafe dulu untuk makan siang sekaligus berbincang-bincang" tawar Afkar pada Sisilia.


Sisilia pun menerima tawaran dari Afkar, kini mereka bertiga sedang duduk di sebuah cafe. Artika hanya menjadi pendengar setia mereka.


Meraka berdua memceritakan tentang masa kecilnya mereka, dan mereka juga menceritakan tentang keadaan keluarga mereka masing-masing.


Sisilia adalah orang yang sangat ramah dan hangat, Lia juga pandai menempatkan dirinya, sehingga tidak membuat Artika merasa cemburu antara kedekatannya dengan Afkar.

__ADS_1


"Sekarang kamu tinggal di mana Lia?" tanya Afkar pada Sisilia, karena nama panggilan saat Sisilia kecil adalah Lia.


"Aku sekarang tinggal di apartemen di jln. M. Papa dan Mama sekarang ada di kota D. Dan aku memiliki usaha butik di sini" jawab Lia pada Afkar.


" Bagaimana kalau baju pengantin kalian, biar aku yang mengurusnya, anggap saja itu sebagai hadiah pernikahan kalian dariku" sambung Lia dengan penuh harap.


"Tidak perlu Lia, kamu tidak perlu repot-repot. Bagi kami, dengan kehadiran kamu nanti di pernikahan kami itu sudah menjadi kado terindah bagi kami"tolak Afkar dengan halus.


"Yang di katakan mas Afkar itu benar kak, kami berdua tidak mengharapkan kado dari kak Lia. Dengan kehadiran kak Lia saja, itu sudah menjadi kado bagi kami" ucap Artika membenarkan perkataan Afkar.


"Sayangnya aku tidak menerima penolakan, aku tetap ingin kalian berdua memakai pakaian yang kurancang khusus untuk kalian" ucap Lia dengan tegas.


"Jika kalian tidak mau, aku akan mengadukan kalian berdua pada Tante Anita" ancam Lia pada Afkar dan Artika.


"Baiklah Lia, aku sangat malas jika mendengar Bunda mengomel" ucap Afkar pasrah.


"Baguslah kalau begitu, dan kamu Artika, kakak akan membuatkan gaun yang sangat indah untukmu. Kamu tenang saja" ucap Lia dengan senyum di wajahnya.


"Terima kasih kak, sudah mau repot-repot membuatkan gaun untukku" ucap Artika dengan tulus pada Lia.


"Sama-sama Artika, besok kamu pergi ke butik kakak ya, kita akan mengukur tubuhmu" ucap Lia serasa menyerahkan kartu namanya kepada Artika dan Afkar.


"Baiklah Lia, besok kami akan datang ke butik milikmu" ucap Afkar.


"Baiklah aku akan menunggu kedatangan kalian. Awas saja jika kamu tidak datang Afkar. Karena semuanya sudah selesai aku pamit dulu yaa"ancam Lia pada Afkar dan Artika.


Lia langsung bersalaman dengan Afkar dan Artika, Lia juga mencium pipi Kakan dan kiri Artika sebelum mereka berpisah.


Terima kasih telah membaca karya saya


Mohon maaf bila terdapat banyak kesalahan


Mohon kritik dan sarannya


Jangan lupa Vote,like,komen dan share yaa

__ADS_1


__ADS_2