
Setelah mengucapkan terima kasih kepada pria yang telah menolongnya, Artika langsung pamit kepada pria itu tanpa berkenalan dulu. Artika kembali ke hotel dengan keadaan basah kuyup.
Tokk...Tokk...Tokk....
Artika mengetuk pintu kamarnya, dan Lia pun langsung membuka pintu. Artika lansung masuk kedalam kamar tersebut.
Lia sangat terkejut melihat keadaan Artika yang basah kuyup, mata sembab, dan muka yang pucat.
"Artika kamu kenapa? apa yang terjadi?" tanya Lia yang khawatir melihat keadaan Artika.
"Aku tidak apa-apa kak, nanti aku jelaskan pada kakak. Sekarang aku mau mandi dulu" jawab Artika pada Lia.
"Mandilah dengan air hangat, jangan dengan air dingin nanti kamu akan sakit" ucap Lia.
"Baiklah kak" ucap Artika seraya berjalan kearah kamar mandi dan masuk kedalamnya.
Sekitar 30 menit Artika telah menyelesaikan ritual mandinya. Artika duduk di meja rias, dia akan merias wajahnya, karena akan menghadiri acara resepsi pernikahan Afkar dan Lara.
"Artika sekarang kamu jelaskan pada kakak, apa yang terjadi padamu. Bukankah kamu tadi berpamitan untuk ke pantai melihat sunset, dan sekarang kamu telah kembali bahkan sunset pun belum tiba. Dan satu lagi kenapa kamu bisa basah kuyup?" cerca Lia pada Artika.
"Iya kak, tadinya aku ingin melihat sunset, tapi sayangnya aku tergelincir dan terseret ombak kak" jelas Artika dengan tenang.
"Tapi kamu gak kenapa-kenapa kan, apa ada yang luka, perlukah kita ke rumah sakit?" cerocos Lia dengan raut wajah yang cemas.
"Kak, tenanglah aku tidak apa-apa, dan aku juga baik-baik saja. Tadi ada seorang pria bule bermata biru yang menolongku saat aku hampir tenggelam karena terseret ombak" jelas Artika.
"Syukurlah, Artika apakah pria bule yang menolongmu itu tampan, apakah kamu sudah berkenalan dengannya " tanya Lia dengan penasaran.
"Aku tidak begitu memperhatikan wajahnya kak, dan untuk masalah berkenalan aku belum berkenalan dengannya" jawab Artika dengan jujur.
"Ahhh... sayang sekali, aku kira kamu sudah berkenalan dengannya" ucap Lia dengan kesal karena Artika belum berkenalan dengan pria bule yang telah menolong dirinya.
"Kenapa kakak masih ada di sini, kakak tidak pergi merias Mbak Lara" tanya Artika yang heran karena Lia masih berada di dalam kamar tersebut.
"Lara tidak cocok dengan hasil make up ku, jadi aku tidak merias dirinya lagi" jawab Lia dengan santai.
__ADS_1
Artika hanya menganggukkan kepalanya saja, karena pada dasarnya Artika tidak begitu mengerti mengenai make up.
"Aku sangat bersyukur karena dia tidak menyukai hasil make up ku, jadi dengan begitu aku bisa merias dirimu, aku akan membuat dirimu lebih cantik dari pada dia, dan kamu akan menjadi pusat perhatian malam ini" ucap Lia dengan penuh semangat.
Artika dan Lia segera bersiap-siap, dari mulai merias wajah, hingga menata rambut mereka, hingga memilih gaun yang pas untuk mereka berdua.
Acara resepsi akan di laksanakan pukul 7 malam, sekarang masih pukul 6 sore masih ada waktu 1 jam lagi.
Artika dan Lia sudah selesai bersiap-siap, mereka berdua sudah selesai merias wajah dan menata rambut mereka. Tinggal mengenakan gaun saja.
"Artika, apakah kamu yakin ingin menghadiri pesta Afkar dan Lara yang seharusny adalah pesta dirimu dan Afkar" tanya Lia dengan hati-hati pada Artika.
"Iya kak, aku yakin, aku ingin mempersembahkan kado pernikahan untuk mereka kak" jawab Artika dengan tenang.
"Baiklah jika itu yang kamu inginkan, kakak berharap semoga kamu bisa melupakan Afkar, ingatlah Afkar sudah menikah dan menjadi suami orang lain" ucap Lia menasehati Artika.
"Aku tahu kak, aku akan berusaha melupakan mas Afkar walupun itu sulit, aku mohon kak bantulah aku untuk melupakannya" ucap Artika dengan wajah sendunya.
"Kakak akan selalu ada untukmu, kamu tenang saja kamu tidak sendirian di sini, masih banyak orang yang menyayangi dirimu" ucap Lia seraya memeluk Artika.
"Terima kasih kak" ucap Artika seraya membalas pelukan Lia.
Pada saat Artika memasuki ball room, Artika menjadi pusat perhatian seluruh tamu undangan yang hadir, mereka kagum melihat penampilan Artika yang nampak Anggun dan elegan.
Banyak para pemuda yang ingin berkenalan dengan Artika. tapi Artika hanya bersikap acuh tak acuh saja.
" Mamiiiii...." ucap Aydan seraya berlari ke arah Artika dan memeluk kaki Artika.
"Aydan, kenapa kamu lari-lari sayang, nanti kalau kamu terjatuh bagaimana?" ucap Artika dengan nada khawatir.
"Artika, kakak kira kamu tidak akan hadir di sini, kamu tahu Aydan selalu mencari dirimu" ucap Azreel pada Artika.
"Kenapa kakak tidak mengantarkan Aydan ke kamarku kak?" tanya Artika pada Azreel.
"Kakak takut jika Aydan akan menganggu kamu" ucap Azreel merasa tidak hati pada Artika.
__ADS_1
"Sudahlah kak, jangan berpikir seperti itu, aku malah senang jika Aydan bersamaku. Mungkin untuk saat ini kami masih bisa bersama, tapi tidak tahu di waktu yang akan datang" ucap Artika pada Azreel.
"Artika walaupun kamu tidak jadi menikah dengan Afkar, kakak tetap menganggapmu sebagai adik kakak. Jangan pernah sungkan untuk menghubungi kakak jika kamu dalam masalah nanti" ucap Azreel pada Artika.
" Iya kak, aku mengerti, terima kasih kak" ucap Artika seraya tersenyum manis ke arah Azreel.
Artika pun berpamitan pada Azreel dan meminta izin untuk membawa Aydan menikmati berbagai hidangan.
Azreel pun mengizinkan Artika untuk membawa Aydan. Azreel sangat menyayangkan bahwa Afkar dan Artika tidak berjodoh.
Artika dan Aydan sedang asyik menikmati berbagai cake, karena Aydan sangat menyukai cake.
Tiba-tiba Artika di kejutkan dengan kedatangan pria yang menolong dirinya waktu akan terseret ombak di pantai.
"Hai, kita bertemu lagi. Bolehkah saya duduk di sini" ucap pria itu pada Artika.
"Oh... silahkan Tuan" ucap Artika dengan ramah dan mempersilahkan pria tersebut duduk bersamanya dan Aydan.
Setelah pria itu duduk di samping Artika , dia segera mengulurkan tangannya pada Artika.
Artika langsung menyambut uluran tangan pria tersebut, dan mereka saling menyebutkan nama mereka masing-masing.
"Namamu sangat indah, bolehkah aku memanggilmu Arti" ucap pria tersebut kepada Artika.
"Terserah dirimu saja Tuan" ucap Artika pada pria itu.
"Jangan panggil aku Tuan, aku bukan Tuanmu. Panggil aku Ryan" ucap Ryan pada Artika.
Pria yang menolong Artika di pantai tadi sore adalah Ryan Smith sahabat baik dari Xavier kakak sepupu Artika.
Tapi Artika tidak tahu bahwa Ryan adalah sahabat baik Xavier, begitupun Ryan juga tidak tahu jika Artika adalah adik sepupunya Xavier.
Terima kasih sudah membaca karya saya
Mohon maaf bila terdapat banyak kesalahan
__ADS_1
Mohon kritik dan sarannya
Jangan lupa Vote,like, komen dan share yaa