Guru Cantik Pujaan Hati

Guru Cantik Pujaan Hati
Bab 32


__ADS_3

Afkar dan Artika tengah menikmati acara kencan pertama mereka, sementara Anggun uring-uringan karena kesal pada Artika dan Afkar.


"Kau lihat saja Artika, aku tidak akan membiarkan kau bahagia" ucap Anggun bermonolog sendiri.


Saat ini Anggun tengah berada di hotel tempatnya menginap selama 5 hari ke depan, karena Anggun ada pemotretan di kota A.


Anggun menyewa seseorang untuk mencari informasi mengenai Artika, Anggun akan melakukan apa saja untuk menghancurkan kebahagiaan Artika.


Tapi sayang Anggun tidak bisa mencari informasi mengenai Afkar karena dia tidak memilik foto Afkar, bahkan namanya juga dia tidak tahu.


*Di Amerika


Xavier sudah melihat laporan dari anak buah Xavier yang diam-diam mengikuti semua kegiatan Artika.


Xavier juga sudah mendapatkan semua informasi mengenai keluarga Artika, Xavier sangat geram kepada Anggun yang menghina Artika.


"Awas saja kau Anggun, aku akan membuat hidupmu menderita bagaimana kamu membuat Artika adikku menderita begitu juga aku akan membuatmu menderita. Kau dan ibumu harus membayar setiap air mata adikku" gumam Xavier seraya menyeringai.


Tapi Xavier tidak bisa mendapatkan informasi mengenai Afkar, sehingga Xavier meminta bantuan kepada temannya yang merupakan Ketua Mafia di London.


Karena hanya orang-orang yang bekerja di dunia hitam saja yang dengan mudah untuk mencari informasi mengenai seseorang yang dengan rapi menutupinya.


Xavier langsung menghubungi sahabatnya Ryan Smith untuk meminta bantuannya mendapatkan informasi lengkap mengenai Afkar.


Ryan Smith dengan senang hati membantu Xavier, karena mereka berdua sudah bersahabat sejak lama. Begitupun kedua orang tua mereka.


*Di Indonesia


Keesokan harinya, Afkar juga bergerak dengan cepat, dia telah menyuruh Robert orang kepercayaan keluarganya untuk mencari informasi lengkap mengenai Anggun saudara tiri Artika.


Afkar tidak mau jika Anggun menyakiti Artika lagi. Afkar adalah tipe orang yang tidak bisa di usik, dia tidak akan mengusik orang lain, selagi dirinya tidak di usik.


Afkar sudah mendapat banyak bukti tentang Anggun, termasuk video Anggun yang sedang tidur dengan seorang produser.


Serta beberapa foto Anggun yang sedang melakukan pesta dengan para CEO di sebuah club malam, yang menjadikan dirinya sebagai model di produk mereka.

__ADS_1


Afkar juga tahu jika Anggun sangat ingin menjadi istri dari CEO AG COMPANY, tapi sayangnya Anggun tidak mengetahui jika Afkarlah CEO tersebut.


Anggun juga meminta bantuan kepada orang tuanya, untuk mencari tahu tentang Afkar, dan menyuruh orang tuanya untuk melakukan kerja sama antara perusahaannya, dengan begitu orang tua Artika bisa melakukan perjodohan bisnis antara Anggun dan dirinya.


"Betapa liciknya mereka, ingin menjadikan aku sebagai suami dari wanita murahan ini. Cih sedikitpun aku tak sudi" gumam Afkar dalam hatinya.


Hubungan Afkar dan Artika semakin hari semakin baik, dan mereka juga semakin dekat. Mereka sudah mengenal karakter masing-masing.


Setiap hari Afkar selalu mengantar dan menjemput Artika, mereka juga selalu makan siang bersama kadang di restoran, kadang juga di warteg milik Artika.


Dan setiap hari Minggu Afkar dan Artika selalu mengajak Aydan untuk berjalan-jalan, mereka terlihat seperti keluarga bahagia yang sesungguhnya.


Artika juga sudah menyelesaikan magangnya yang mengajar di sekolah Aydan. Tapi Artika sampai sekarang masih mengajar karena Artika sudah menjadi guru tetap di sekolah tersebut.


Itu semua tak lepas dari campur tangan Afkar yang meminta kepada kepala sekolah tersebut agar Artika menjadi guru tetap di sekolah tersebut.


Dengan senang hati kepala sekolah tersebut mengiyakan permintaan Afkar, karena keluarga Afkar adalah pemilik sekolah tersebut, lagi pula Artika juga termasuk guru yang sangat bagus dalam sistem belajar dan mengajarnya.


Di saat Artika sidang Skripsi di kampusnya, Afkar juga menemani Artika, karena Artika tidak memiliki teman dekat, dan sanak saudara lainnya.


Sehingga di hari itu Afkar dan Artika menjadi pusat perhatian seluruh mahasiswa maupun dosen di kampus Artika.


Hari ini keluarga Afkar mengundang Artika untuk makan malam di rumahnya, Bunda Anita sangat antusias ingin menyambut kedatangan Artika di rumahnya.


Di rumah Afkar sudah ada Oma dan Opanya yang jauh-jauh datang dari Kota C, mereka sangat senang mendengar Afkar sudah mendapatkan seorang calon cucu menantu untuk mereka.


Sehingga mereka datang ke kota A untuk bertemu dengan Artika, mereka sangat penasaran dengan sosok Artika, walaupun Bunda Anita sudah menceritakan semuanya pada mereka. Tapi tetap saja mereka kekeh ingin bertemu secara langsung.


Artika dan Afkar sedang berada di dalam perjalanan menuju ke rumah Afkar.


"Mas, aku takut jika keluargamu tidak merestui hubungan kita" ucap Artika dengan gugup, Artika memang pernah bertemu dengan Azreel dan Bunda Anita.


Tapi untuk Ayahnya Afkar, serta Oma dan Opanya, Artika tidak pernah bertemu, Artika takut jika mereka tidak bisa menerima Artika.


"Sayang, kamu tenang saja yaa. Mereka akan merestui hubungan kita. Kamu jangan gugup gitu, kamu santai aja" ucap Afkar.

__ADS_1


"Tapi mas" ucap Artika tertahan, karena Afkar sudah menempelkan jari telunjuknya ke bibir Artika.


"Ssttt... sayang kamu tenang aja, jangan berpikiran negatif. Kamu hari tenang, jika kamu tidak bisa tenang. Kamu tarik nafas dalam-dalam dan hembuskan secara perlahan-lahan" ucap Afkar menasehati Artika.


Artika pun melakukan apa yang di ucapkan oleh Afkar, Artika menarik nafasnya dalam-dalam dan menghembuskannya secara perlahan-lahan.


Ternyata benar yang di katakan oleh Afkar, jika dirinya akan merasa tenang dan tidak terlalu gugup lagi.


"Bagaimana sayang, kamu sudah tenangkan" tanya Afkar dengan lembut kepada Artika.


"Iya Mas, aku sudah sedikit tenang terima kasih ya mas" jawab Artika seraya tersenyum ke arah Afkar.


Kini Afkar dan Artika sudah berada di depan gerbang rumah Afkar, sang satpam yang melihat mobil majikkannya sudah berada di depan gerbang, dengan cepat membuka gerbang tersebut.


Setelah gerbang terbuka mobil Afkar dengan bebas masuk ke halaman rumahnya.


Artika yang melihat rumah yang begitu mewah menjadi kagum, walaupun Artika dulunya pernah tinggal di rumah mewah milik papanya sebelum dia di usir.


Tapi rumah papanya tidaklah sebesar dan semewah rumah milik Afkar.


"Mas, ini benaran rumah kamu" tanya Artika pada Afkar seraya memperhatikan rumah Afkar.


"Bukan sayang, ini bukan rumah mas, ini rumah Ayah dan Bunda mas" ucap Afkar seraya tersenyum.


"Sama saja mas, toh mas juga tinggal di sini" ucap Artika yang cemberut mendengar ucapan Afkar.


"Beda sayang, mas memang tinggal di sini, tapi ini bukan rumah mas. Nanti kita akan ke rumah mas, setelah kita SAH menjadi suami istri" ucap Afkar menekankan kata Sah pada Artika.


Terima kasih telah membaca karya saya


Mohon maaf bila terdapat banyak kesalahan


Mohon kritik dan sarannya


Jangan lupa Vote,like,komen dan share yaa

__ADS_1


__ADS_2