
Afkar meneteskan air matanya menyaksikan pemandangan yang indah tersebut. Afkar pun berjalan mendekat ke arah Artika dan juga Aydan.
"Sayang" ucap Afkar memanggil Artika.
Mendengar suara yang begitu di rindukannya, Artika segera mendongakkan kepalanya dan melihat Afkar yang sudah berdiri di hadapannya.
"Ma...mas Afkar" ucap Artika terbata-bata. Artika tidak menyangka jika dirinya akan bertemu Afkar dalam waktu secepat ini.
Artika belum siap jika untuk bertemu kembali dengan Afkar, karena Artika belum bisa melupakan perasaannya pada Afkar.
"Iya sayang, ini mas. Mas merindukanmu, sangat" ujar Afkar yang tak mampu membendung air matanya.
Afkar maju selangkah mendekati Artika, Afkar sangat ingin memeluk Artika saat ini. Afkar ingin menumpahkan segala kerinduan yang selama ini telah ditahannya terhadap Artika.
Melihat Afkar maju mendekatinya, Artika langsung melangkah mundur untuk menjauhi Afkar. Artika takut jika Lara melihat Afkar dan dirinya, maka akan Lara pasti akan merasa cemburu.
Artika tidak tahu jika Afkar dan Lara sudah bercerai, sampai sekarang Artika berpikir jika Afkar dan Lara hidup dengan bahagia. Bahkan mungkin mereka sudah memiliki anak pikir Artika.
" Kenapa kamu mundur sayang, apa kamu tak merindukan mas?" tanya Afkar yang heran melihat Artika yang melangkah mundur saat melihat dirinya melangkah maju.
"Mas, aku juga merindukanmu, tapi aku takut jika mbak Lara melihat kita. Pasti akan terjadi kesalah pahaman nantinya" Jawab Artika dengan jujur.
"Mas, aku sudah belajar untuk mengikhlaskan kamu dan mbak Lara untuk bersama. Mas kamu tahu kenapa aku pergi?" tanya Artika pada Afkar.
Afkar hanya menggelengkan kepalanya, bahwa dia tidak tahu alasan Artika pergi meninggalkan dirinya.
"Aku mencintaimu mas, sangat. Tapi aku sadar jika kita tidak bisa bersama. Jika mencintaimu tanpa harus memilikimu, maka aku hanya bisa membuatmu nyaman tanpa harus bertemu denganmu" ujar Artika seraya menangis.
Mendengar pernyataan Artika dan melihat Artika yang menangis, Afkar langsung maju dan memeluk Artika dengan sangat erat.
"Sayang, jangan berbicara seperti itu. Kamu harus tahu jika kira berdua akan selalu bersama, kamu milikku dan aku milikmu" ucap Afkar seraya menciumi puncak kepala Artika.
"Mas, aku mohon jangan seperti ini. Lepaskan pelukanmu mas, jika mbak Lara melihat pasti dia akan merasa cemburu dan pasti akan terjadi kesalah pahaman antara kita" ucap Artika memberontak ingin melepaskan pelukan Afkar.
"Kamu ngomong apaan sih sayang. Tidak akan terjadi kesalah pahaman antara kita. Lara juga tidak berada di sini" ujar Afkar yang semakin erat memeluk tubuh Artika.
Aydan yang melihat Afkar memaksa Artika, dan memeluk Artika dengan erat, membuat dirinya menjadi kesal.
__ADS_1
"Papiiii..... Stop peluk-peluk mami Aydan. Nanti mami tidak bisa bernafas" teriak Aydan yang kesal pada Afkar.
Aydan memisahkan pelukan Afkar dan Artika. Setelah pelukan Afkar dan Artika terlepas, Aydan dengan segara memeluk kaki Artika.
"Papi tahu, Aydan sangat merindukan mami. Papi tidak boleh peluk-peluk mami lagi, mami hanya milik Aydan" gerutu Aydan pada Afkar.
Artika tersenyum melihat Aydan dan segera membalas pelukan Aydan.
"Jika papi tahu, kalau papi akan bertemu sama mami kamu di sini. Papi tidak akan membawa kamu ke sini" ucap Afkar dengan kesal, karena Aydan akan memonopoli Artika untuk dirinya sendiri.
"Sudahlah mas, Aydan hanya anak kecil. Aku pun juga sangat merindukannya" ucap Artika membela Aydan.
"Papi dengar sendiri, mami hanya merindukanku. Mami tidak merindukan papi...." ejek Aydan setelah mendapat pembelaan dari Artika seraya memeletkan lidahnya pada Afkar.
"Kamu itu anak papi apa bukan sih, seharusnya kamu membiarkan papi dan mami melepaskan rindu" tanya Afkar pada Aydan.
"Perlu papi ketahui Aydan bukan anak papi. Aydan anak dari Ayah Azreel" jawab Aydan dengan entengnya.
Artika hanya terkekeh melihat perdebatan antara Aydan dan Afkar, sudah lama Artika tidak melihat ini semua. Suasana yang tadinya sedih, kini menjadi hangat karena adanya Aydan.
"Baiklah, kita ke restoran saja yang ada di dekat sini" ucap Artika mengikuti ajakan Afkar.
Mereka bertiga pun pergi ke restoran terdekat. Aydan selalu saya menempeli Artika, ia takut jika Artika akan pergi lagi dan tak kembali.
"Aydan bisakah kamu turun dari pangkuan mamimu, dan duduk sendiri di kursi" tanya Afkar pada Aydan yang asyik duduk di pangkuan Artika seraya memeluk leher Artika denga,n erat.
"Aydan tidak akan melepaskan pelukan Aydan Pi. Nanti mami akan pergi lagi" jawab Aydan seraya mengeratkan pelukannya.
"Setakut itukah Aydan. Apa yang terjadi selama aku pergi" gumam Artika dalam hatinya.
"Aydan, mami tidak akan pergi lagi. Sekarang Aydan duduk di kursi ya, Aydan makan dulu, mami tadi juga sudah pesan ice cream kesukaan Aydan" bujuk Artika pada Aydan, agar mau turun dari pangkuannya.
"Mami janjikan, tidak akan meninggalkan Aydan lagi" ucap Aydan pada Artika.
"Mami janji" ucap Artika.
Mendengar ucapan Artika yang berjanji tidak akan meninggalkannya, Aydan segera turun dari pangkuan Artika dan duduk di kursinya sendiri, seraya memakan makanannya.
__ADS_1
"Apa yang mas ingin bicarakan" ucap Artika tanpa basa basi.
"Mas dan Lara sudah bercerai sayang, dan pernikahan kita hanya berjalan 1 bulan saja" ucap Afkae dengan tenang.
"Kenapa mas bercerai dengan mbak Lara mas, kasihan mbak Lara mas. Mas tahukan pernikahan itu bukan untuk dipermainkan" ucap Artika dengan nada yang penuh kekecewaan.
Afkar pun menjelaskan alasannya menceraikan Lara. Afkar juga menceritakan tentang perbuatan Lara, Afkar juga memiliki bukti tentang semua perbuatan Lara.Akhirnya Lara mengakui jika dirinya telah menjebak Afkar.
Dan perceraian mereka sudah di setujui oleh kedua belah pihak keluarga mereka.
"Mas, aku tidak menyangka jika mbak Lara seperti itu mas" ucap Lara setelah mendengar penjelasan dari Afkar.
"Sayang sekarang semuanya sudah jelas, mas juga sudah membuktikan jika mas tidak bersalah. Sayang kita akan kembali bersama seperti dulu kan" ucap Afkar dengan penuh semangat.
"Aku akan memikirkan semuanya dulu mas, beri aku waktu" pinta Artika pada Afkar.
"Baiklah sayang mas akan memberikan kamu waktu. Tapi kamu harus ingat jika dalam hubungan kita tidak pernah terucap kata berpisah, dan kami juga masih berstatus sebagai calon istriku" ucap Afkar seraya memperhatikan tangan Artika, yang masih memakai cincin dari Afkar.
Artika hanya tersenyum tanpa menanggapi ucapan Afkar.
"Sayang,jadi selama ini kamu berada di London?"tanya Afkar pada Artika.
"Iya mas, selama ini aku di London, aku juga sudah menyelesaikan S2 ku di sini, dan sekarang aku sudah menjadi seorang dosen mas" jawab Artika.
"Setahu mas, kamu tidak memiliki keluarga di sini, dan kamu juga tidak pernah pergi ke luar negeri. Xavier juga tinggal di Amerika" ujar Afkar yang penasaran kenapa Artika berada di London.
Artika menjelaskan semuanya pada Afkar, kenapa dia bisa berada di London. Artika juga menceritakan jika selama ini dirinya tinggal di mansion milik Ryan Smith.
Artika juga bercerita tentang kuliahnya dulu dan universitas tempat dia mengajar sekarang. Mereka berdua saling bertukar cerita tentang kehidupan mereka, saat mereka berpisah.
Terima kasih telah membaca karya saya
Mohon maaf bila terdapat banyak kesalahan
Mohon kritik dan sarannya
Jangan lupa untuk Vote,like,komen dan share yaa
__ADS_1